<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peserta Jahit Mulut di Rawasari Dikerubungi Lalat</title><description>Empat ibu-ibu yang menggelar aksi mogok makan dan jahit mulut di  depan Apartemen D&amp;rsquo;Green Pramuka, Rawasari Selatan, Cempaka Putih,  Jakarta Pusat, semakin memprihatinkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/14/338/424555/peserta-jahit-mulut-di-rawasari-dikerubungi-lalat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/14/338/424555/peserta-jahit-mulut-di-rawasari-dikerubungi-lalat"/><item><title>Peserta Jahit Mulut di Rawasari Dikerubungi Lalat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/14/338/424555/peserta-jahit-mulut-di-rawasari-dikerubungi-lalat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/14/338/424555/peserta-jahit-mulut-di-rawasari-dikerubungi-lalat</guid><pubDate>Senin 14 Februari 2011 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/14/338/424555/F5BEbmA4iv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">blogspot (ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/14/338/424555/F5BEbmA4iv.jpg</image><title>blogspot (ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Empat ibu-ibu yang menggelar aksi mogok makan dan jahit mulut di depan Apartemen D&amp;rsquo;Green Pramuka, Rawasari Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, semakin memprihatinkan.Pantauan okezone di lokasi, Senin (14/2/2011), keempatnya nampak sudah sangat lemah sebab tidak mendapatkan asupan makanan sejak Sabtu 12 Februari lalu. Bahkan, keempatnya kerap dihinggapi lalat.Mereka yang menggelar aksi mogok makan ini diketahui bernama Kardinah (54) dan Mak Buyung (56). Sedangkan dua warga lainnya yang nekat menjahit mulut sejak Minggu dinihari adalah Lusi (53) dan Eet (45).&amp;ldquo;Mereka akan terus melakukan aksi tersebut sampai tuntutannya dipenuhi. Para ibu-ibu sangat terpukul dengan penggusuran ini karena bingung mau tidur dimana. Berbeda dengan lelaki yang bisa tidur di kolong jembatan,&amp;rdquo; kata seorang warga, Seno.Pihaknya sudah bersiap akan membawa peserta mogok makan dan jahit mulut tersebut ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, jika kondisinya terus memburuk. Saat ini, keempatnya hanya bisa berbaring dengan ditutupi selimut kendati hujan tengah mengguyur deras.&amp;ldquo;Kami bertekad akan melakukan perlawanan jika Satpol PP atau aparat lainnya melakukan penggusuran secara paksa. Kami menuntut agar pembangunan apartemen ini dibatalkan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Empat ibu-ibu yang menggelar aksi mogok makan dan jahit mulut di depan Apartemen D&amp;rsquo;Green Pramuka, Rawasari Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, semakin memprihatinkan.Pantauan okezone di lokasi, Senin (14/2/2011), keempatnya nampak sudah sangat lemah sebab tidak mendapatkan asupan makanan sejak Sabtu 12 Februari lalu. Bahkan, keempatnya kerap dihinggapi lalat.Mereka yang menggelar aksi mogok makan ini diketahui bernama Kardinah (54) dan Mak Buyung (56). Sedangkan dua warga lainnya yang nekat menjahit mulut sejak Minggu dinihari adalah Lusi (53) dan Eet (45).&amp;ldquo;Mereka akan terus melakukan aksi tersebut sampai tuntutannya dipenuhi. Para ibu-ibu sangat terpukul dengan penggusuran ini karena bingung mau tidur dimana. Berbeda dengan lelaki yang bisa tidur di kolong jembatan,&amp;rdquo; kata seorang warga, Seno.Pihaknya sudah bersiap akan membawa peserta mogok makan dan jahit mulut tersebut ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, jika kondisinya terus memburuk. Saat ini, keempatnya hanya bisa berbaring dengan ditutupi selimut kendati hujan tengah mengguyur deras.&amp;ldquo;Kami bertekad akan melakukan perlawanan jika Satpol PP atau aparat lainnya melakukan penggusuran secara paksa. Kami menuntut agar pembangunan apartemen ini dibatalkan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
