<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sultan Siap Keluar dari Golkar Asal ...</title><description>Sultan Hamengkubuwono X menyatakan siap keluar dari Partai Golkar, bahkan sama sekali tidak berpolitik lagi. Tapi ada syaratnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/16/339/425407/sultan-siap-keluar-dari-golkar-asal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/16/339/425407/sultan-siap-keluar-dari-golkar-asal"/><item><title>Sultan Siap Keluar dari Golkar Asal ...</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/16/339/425407/sultan-siap-keluar-dari-golkar-asal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/16/339/425407/sultan-siap-keluar-dari-golkar-asal</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2011 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/16/339/425407/SQVravQ9nv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan Hamengkubuwono X (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/16/339/425407/SQVravQ9nv.jpg</image><title>Sultan Hamengkubuwono X (Foto: okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA- Sultan Hamengkubuwono X menyatakan siap keluar dari partai politik, asalkan penyelesaian pemilihan Gubernur DIY yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) melalui mekanisme penetapan.&amp;ldquo;Lihat partai politik konsiten tidak, wong RUUK saja belum jadi kok,&amp;rdquo; ungkap Sultan di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/2/2011).Alasan untuk menjaga netralitas, Sultan menyatakan siap keluar dari partai politik. Namun, Dewan Pembina Nasional Demokrat ini juga berharap partai politik konsisten untuk menyelesaikan RUUK DIY.&amp;ldquo;Kalau saya harus keluar untuk kenetralan partai politik, saya siap keluar,&amp;rdquo; imbuhnya. Sultan sendiri mengaku kecewa terhadap partai politik yang awalnya mengusung penetapan, namun sampai di pusat menyatakan pemilihan.&amp;ldquo;Kalau RUUK sudah ditetapkan, dan sesuai dengan aspirasi warga Yogyakarta, saya siap keluar dari partai politik dengan alasan kenetralan,&amp;rdquo; tegasnya lagi.Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta, Gandung Pardiman, mengusulkan Sultan mundur dari keanggotaan Partai Golkar.Wacana tersebut ditanggapi wajar oleh anggota DPRD Baroto Hartoto. Dia menegaskan, posisi Sultan jika nantinya kembali menjabat sebagai Gubernur, harus lebih independen.Sebagai Gubernur, Sultan, menjadi milik rakyat, bukan kelompok atau partai tertentu. Meski demikian, dia tetap menyerahkan sepenuhnya kepada partai dan Sultan sendiri.&amp;ldquo;Semua keputusan tergantung pribadi Sultan. Beliaulah yang mempunyai hak asasi untuk bergabung dengan organisasi partai politik,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA- Sultan Hamengkubuwono X menyatakan siap keluar dari partai politik, asalkan penyelesaian pemilihan Gubernur DIY yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) melalui mekanisme penetapan.&amp;ldquo;Lihat partai politik konsiten tidak, wong RUUK saja belum jadi kok,&amp;rdquo; ungkap Sultan di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/2/2011).Alasan untuk menjaga netralitas, Sultan menyatakan siap keluar dari partai politik. Namun, Dewan Pembina Nasional Demokrat ini juga berharap partai politik konsisten untuk menyelesaikan RUUK DIY.&amp;ldquo;Kalau saya harus keluar untuk kenetralan partai politik, saya siap keluar,&amp;rdquo; imbuhnya. Sultan sendiri mengaku kecewa terhadap partai politik yang awalnya mengusung penetapan, namun sampai di pusat menyatakan pemilihan.&amp;ldquo;Kalau RUUK sudah ditetapkan, dan sesuai dengan aspirasi warga Yogyakarta, saya siap keluar dari partai politik dengan alasan kenetralan,&amp;rdquo; tegasnya lagi.Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta, Gandung Pardiman, mengusulkan Sultan mundur dari keanggotaan Partai Golkar.Wacana tersebut ditanggapi wajar oleh anggota DPRD Baroto Hartoto. Dia menegaskan, posisi Sultan jika nantinya kembali menjabat sebagai Gubernur, harus lebih independen.Sebagai Gubernur, Sultan, menjadi milik rakyat, bukan kelompok atau partai tertentu. Meski demikian, dia tetap menyerahkan sepenuhnya kepada partai dan Sultan sendiri.&amp;ldquo;Semua keputusan tergantung pribadi Sultan. Beliaulah yang mempunyai hak asasi untuk bergabung dengan organisasi partai politik,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
