<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permadi: Wajar, Gus Dur Pembela Kaum Lemah</title><description>Makam alhamarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ambles sedalam 20  sentimeter, kemarin. Jasad dan kain kapan Gus Dur pun diketahui masih  utuh. Hal ini dianggap Wajar oleh  salah satu sahabat Gus Dur, Permadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/19/340/426405/permadi-wajar-gus-dur-pembela-kaum-lemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/19/340/426405/permadi-wajar-gus-dur-pembela-kaum-lemah"/><item><title>Permadi: Wajar, Gus Dur Pembela Kaum Lemah</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/19/340/426405/permadi-wajar-gus-dur-pembela-kaum-lemah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/19/340/426405/permadi-wajar-gus-dur-pembela-kaum-lemah</guid><pubDate>Sabtu 19 Februari 2011 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Suryana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/19/340/426405/2gYQagxJFS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makam Gus Dur setelah ambles kemarin (Foto: Nurul Arifin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/19/340/426405/2gYQagxJFS.jpg</image><title>Makam Gus Dur setelah ambles kemarin (Foto: Nurul Arifin/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Makam alhamarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ambles sedalam 20 sentimeter, kemarin. Jasad dan kain kapan Gus Dur pun diketahui masih utuh, bahkan masih terlihat putih bersih. Hal ini dianggap Wajar oleh salah satu sahabat Gus Dur, Permadi.&amp;ldquo;Gus Dur itu punya banyak kelebihan. Waluapun perilakunya aneh, dia itu jujur dan tidak munafik. Dia juga berani melawan arus serta suka membela kaum yang lemah,&amp;rdquo; ujar mantan anggota DPR yang juga paranormal ini kepada okezone, Sabtu (19/2/2011).Menurut Permadi, meski Gus Dur seorang kiai keturunan Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), namun Gus Dur selalu menghormati siapa pun, tak terkecuali mereka tidak satu keyakinan dengannya. &amp;ldquo;Yang paling berkesan bagi saya, ya saat Gus Dur memberi surat sakti itu,&amp;rdquo; katanya.Permadi menceritakan, saat dirinya hendak berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dia diberi surat berbahasa arab oleh Gus Dur.  Dia pun bingung dan Gus Dur saat itu hanya mengatakan agar surat tersebut diberikan kepada pimpinan Ponpes peninggalan kakek Gus Dur KH Hasyim Asy'ari itu.Permadi lantas memberikan surat itu kepada pimpinan Ponpes. Ketika surat tersebut dibaca, petinggi pondok tersebut hanya tertawa. Pemandangan itu membuat Permadi semakin bingung.&amp;ldquo;Saya tertawa saat orang pondok menceritakan bahwa isi surat itu berbunyi, Tolong sambut dan fasilitasi sahabat saya ini bernama Permadi. Tapi dia jangan dijadikan imam, karena dia tidak bisa salat,&amp;rdquo; kelakar Permadi.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Makam alhamarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ambles sedalam 20 sentimeter, kemarin. Jasad dan kain kapan Gus Dur pun diketahui masih utuh, bahkan masih terlihat putih bersih. Hal ini dianggap Wajar oleh salah satu sahabat Gus Dur, Permadi.&amp;ldquo;Gus Dur itu punya banyak kelebihan. Waluapun perilakunya aneh, dia itu jujur dan tidak munafik. Dia juga berani melawan arus serta suka membela kaum yang lemah,&amp;rdquo; ujar mantan anggota DPR yang juga paranormal ini kepada okezone, Sabtu (19/2/2011).Menurut Permadi, meski Gus Dur seorang kiai keturunan Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), namun Gus Dur selalu menghormati siapa pun, tak terkecuali mereka tidak satu keyakinan dengannya. &amp;ldquo;Yang paling berkesan bagi saya, ya saat Gus Dur memberi surat sakti itu,&amp;rdquo; katanya.Permadi menceritakan, saat dirinya hendak berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dia diberi surat berbahasa arab oleh Gus Dur.  Dia pun bingung dan Gus Dur saat itu hanya mengatakan agar surat tersebut diberikan kepada pimpinan Ponpes peninggalan kakek Gus Dur KH Hasyim Asy'ari itu.Permadi lantas memberikan surat itu kepada pimpinan Ponpes. Ketika surat tersebut dibaca, petinggi pondok tersebut hanya tertawa. Pemandangan itu membuat Permadi semakin bingung.&amp;ldquo;Saya tertawa saat orang pondok menceritakan bahwa isi surat itu berbunyi, Tolong sambut dan fasilitasi sahabat saya ini bernama Permadi. Tapi dia jangan dijadikan imam, karena dia tidak bisa salat,&amp;rdquo; kelakar Permadi.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
