<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Kesulitan Ungkap Kasus Cikeusik</title><description>Komnas HAM mengaku kesulitan untuk mengungkap penyerangan massa terhadap  warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, pada 6 Februari lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/20/340/426673/komnas-ham-kesulitan-ungkap-kasus-cikeusik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/20/340/426673/komnas-ham-kesulitan-ungkap-kasus-cikeusik"/><item><title>Komnas HAM Kesulitan Ungkap Kasus Cikeusik</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/20/340/426673/komnas-ham-kesulitan-ungkap-kasus-cikeusik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/20/340/426673/komnas-ham-kesulitan-ungkap-kasus-cikeusik</guid><pubDate>Minggu 20 Februari 2011 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/20/340/426673/WkdXGJ9IVO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah seorang penyerang kampung Ahmadiyah (Foto: RCTI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/20/340/426673/WkdXGJ9IVO.jpg</image><title>Salah seorang penyerang kampung Ahmadiyah (Foto: RCTI)</title></images><description>JAKARTA - Komnas HAM mengaku kesulitan untuk mengungkap penyerangan massa terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, pada 6 Februari lalu.Ini dikatakan Wakil Ketua komnas HAM Nurcholis dalam acara diskusi &quot;Ahmadiyah Berulah Islam Difitnah&quot; di Wisma Antara, Jakarta, Minggu (20/2/2011).&amp;ldquo;Ini kasus yang paling rumit, kami sudah beberapa kali rapat dan belum bisa membeberkan apa-apa. Tim ini perlu masukan yang banyak lewat saksi, bukti, tulisan-tulisan, yang bisa dijadikan patokan hukum,&amp;rdquo; kata Nurcholis.Padahal, lanjut Nurcholis, tim pencari fakta sudah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga terkait dalam kekerasan tersebut.&amp;ldquo;Kami bekerja melakukan pemeriksaan orang per orang, tidak per grup. Setiap orang itu diperiksa 5-6 jam dan kami harus kroscek ke tempat kejadian, itu yang membuat rumit. Intinya tim kami sudah bekerja dengan baik, dan kami belum bisa memberikan kesimpulan sampai saat ini,&amp;rdquo; paparnya.Dalam kasus ini, tambahnya, Komnas HAM fokus pada aksi kekerasan. &amp;ldquo;Meliputi aspek peristiwanya yang terjadi, keterlibatan negara, apa memberikan bantuan, pertolongan, atau membiarkan,&amp;rdquo; lanjutnya.Selain itu, untuk kasus ini akan dilanjutkan pada mekanisme internasional. &amp;ldquo;Kita ada nilai barat dan nilai timur. Kita masih melakukan dialog yang kosntruktif, dan kita akan bawa mekanisme internasional. Sedang untuk penyelidikan itu bukan ranah kami,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komnas HAM mengaku kesulitan untuk mengungkap penyerangan massa terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, pada 6 Februari lalu.Ini dikatakan Wakil Ketua komnas HAM Nurcholis dalam acara diskusi &quot;Ahmadiyah Berulah Islam Difitnah&quot; di Wisma Antara, Jakarta, Minggu (20/2/2011).&amp;ldquo;Ini kasus yang paling rumit, kami sudah beberapa kali rapat dan belum bisa membeberkan apa-apa. Tim ini perlu masukan yang banyak lewat saksi, bukti, tulisan-tulisan, yang bisa dijadikan patokan hukum,&amp;rdquo; kata Nurcholis.Padahal, lanjut Nurcholis, tim pencari fakta sudah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga terkait dalam kekerasan tersebut.&amp;ldquo;Kami bekerja melakukan pemeriksaan orang per orang, tidak per grup. Setiap orang itu diperiksa 5-6 jam dan kami harus kroscek ke tempat kejadian, itu yang membuat rumit. Intinya tim kami sudah bekerja dengan baik, dan kami belum bisa memberikan kesimpulan sampai saat ini,&amp;rdquo; paparnya.Dalam kasus ini, tambahnya, Komnas HAM fokus pada aksi kekerasan. &amp;ldquo;Meliputi aspek peristiwanya yang terjadi, keterlibatan negara, apa memberikan bantuan, pertolongan, atau membiarkan,&amp;rdquo; lanjutnya.Selain itu, untuk kasus ini akan dilanjutkan pada mekanisme internasional. &amp;ldquo;Kita ada nilai barat dan nilai timur. Kita masih melakukan dialog yang kosntruktif, dan kita akan bawa mekanisme internasional. Sedang untuk penyelidikan itu bukan ranah kami,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
