<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendagri Dukung Dipo Alam Boikot Media Massa</title><description>Kementrian Dalam Negeri mengatakan bahwa media sekarang hanya menampilkan sisi  keburukan dari pemerintah tanpa memberi solusi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/22/337/427275/kemendagri-dukung-dipo-alam-boikot-media-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/22/337/427275/kemendagri-dukung-dipo-alam-boikot-media-massa"/><item><title>Kemendagri Dukung Dipo Alam Boikot Media Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/22/337/427275/kemendagri-dukung-dipo-alam-boikot-media-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/22/337/427275/kemendagri-dukung-dipo-alam-boikot-media-massa</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2011 08:51 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/22/337/427275/w6A0ufawWl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: jcbd.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/22/337/427275/w6A0ufawWl.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: jcbd.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementrian Dalam Negeri mengatakan sependapat dengan apa yang dikatakan Sekretaris Kabinet Dipo Alam bahwa media sekarang hanya menampilkan sisi keburukan dari pemerintah tanpa memberi solusi.
&amp;nbsp;
&quot;Kita satu suara, kita sependapat dengan Pak Dipo,&quot; kata Kepala Pusat Penerangan Kementrian Dalam Negeri Donny Moenek saat dihubungi okezone, Selasa (22/2/2011).
&amp;nbsp;
Walaupun tidak secara terus terang akan memboikot media yang terlalu kritis, Donny mengatakan media massa sekarang sering kali tidak bisa bertanggung jawab dalam memberikan informasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kita semua terbuka terhadap kritik, tapi kritik juga harus disampaikan secara elegan santun dan konstruktif,&quot; pintanya.
&amp;nbsp;
Dia juga meminta kepada media agar bisa menjaga data, informasi, dan fakta. Hak dan kewajiban harus tetap berimbang. &quot;Hak itu tidak ada yang mutlak, sekarang yang diberitakan kerusuhan kebakaran bagaimana investor mau datang, ada apa dengan Indonesia?&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengeluarkan perintah agar jajaran pemerintah memboikot media massa yang terus-menerus mengkritisi pemerintah dan merepetisi gambar-gambar kerusuhan dengan narasi Indonesia sedang menuju negara gagal. Dia menegaskan siap menghadapi media-media yang tak henti-hentinya menjelekkan pemerintah.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementrian Dalam Negeri mengatakan sependapat dengan apa yang dikatakan Sekretaris Kabinet Dipo Alam bahwa media sekarang hanya menampilkan sisi keburukan dari pemerintah tanpa memberi solusi.
&amp;nbsp;
&quot;Kita satu suara, kita sependapat dengan Pak Dipo,&quot; kata Kepala Pusat Penerangan Kementrian Dalam Negeri Donny Moenek saat dihubungi okezone, Selasa (22/2/2011).
&amp;nbsp;
Walaupun tidak secara terus terang akan memboikot media yang terlalu kritis, Donny mengatakan media massa sekarang sering kali tidak bisa bertanggung jawab dalam memberikan informasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kita semua terbuka terhadap kritik, tapi kritik juga harus disampaikan secara elegan santun dan konstruktif,&quot; pintanya.
&amp;nbsp;
Dia juga meminta kepada media agar bisa menjaga data, informasi, dan fakta. Hak dan kewajiban harus tetap berimbang. &quot;Hak itu tidak ada yang mutlak, sekarang yang diberitakan kerusuhan kebakaran bagaimana investor mau datang, ada apa dengan Indonesia?&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengeluarkan perintah agar jajaran pemerintah memboikot media massa yang terus-menerus mengkritisi pemerintah dan merepetisi gambar-gambar kerusuhan dengan narasi Indonesia sedang menuju negara gagal. Dia menegaskan siap menghadapi media-media yang tak henti-hentinya menjelekkan pemerintah.</content:encoded></item></channel></rss>
