<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Tak Bakal Mau Dikerdilkan Jadi Menteri</title><description>Kabar Partai Gerindra mendapatkan jatah menteri sebagai kompensasi atas penolakan Hak Angket Pajak perlu dipertanyakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/25/339/428664/prabowo-tak-bakal-mau-dikerdilkan-jadi-menteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/25/339/428664/prabowo-tak-bakal-mau-dikerdilkan-jadi-menteri"/><item><title>Prabowo Tak Bakal Mau Dikerdilkan Jadi Menteri</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/25/339/428664/prabowo-tak-bakal-mau-dikerdilkan-jadi-menteri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/25/339/428664/prabowo-tak-bakal-mau-dikerdilkan-jadi-menteri</guid><pubDate>Jum'at 25 Februari 2011 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/25/339/428664/BFtcASCV0E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Subianto (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/25/339/428664/BFtcASCV0E.jpg</image><title>Prabowo Subianto (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Kabar Partai Gerindra mendapatkan jatah menteri sebagai kompensasi atas penolakan Hak Angket Pajak perlu dipertanyakan. Apalagi disebut-sebut Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto mengincar posisi Menteri Pertanian.&amp;ldquo;Jabatan menteri terlalu rendah buat Prabowo. Enggak lah itu orang mengarang-ngarang, Kalau capres jadi menteri artinya dia merendahkan diri. Dikerdilkan itu istilah politiknya,&amp;rdquo; ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Prof Ibramsjah kepada okezone di Jakarta, Jumat (25/2/2011).Ibramsjah yakin keputusan Gerindra mendukung Demokrat murni karena tak mau lagi berada di bawah bayang-bayang PDIP dan Partai Golkar. &amp;ldquo;Gerindra ingin mandiri karena sudah punya capres,&amp;rdquo; urainya.Kebijakan menolak Hak Angket Pajak, sambung dia, sengaja dipilih oleh Gerindra karena ingin persoalan penuntasan masalah pajak diserahkan ke aparat penegak hukum. Bukan karena pertimbangan ada deal dengan Partai Demokrat.&amp;ldquo;Artinya Gerindra sudah tidak percaya dengan teman-teman di DPR bisa menyelesaikan masalah pajak. Singkat kata Gerindra tak mau terbawa skenario Golkar,&amp;rdquo; tegasnya.Kendati demikian, Ibramsjah tidak memungkiri ada kemungkinan Prabowo menjajaki koalisi dengan Demokrat pada 2014 mendatang. &amp;ldquo;Jadi di 2014 nanti untuk sementara Prabowo jadi presiden, lalu setelahnya diserahkan ke tokoh muda Demokrat. Tapi itu baru rumor,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kabar Partai Gerindra mendapatkan jatah menteri sebagai kompensasi atas penolakan Hak Angket Pajak perlu dipertanyakan. Apalagi disebut-sebut Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto mengincar posisi Menteri Pertanian.&amp;ldquo;Jabatan menteri terlalu rendah buat Prabowo. Enggak lah itu orang mengarang-ngarang, Kalau capres jadi menteri artinya dia merendahkan diri. Dikerdilkan itu istilah politiknya,&amp;rdquo; ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Prof Ibramsjah kepada okezone di Jakarta, Jumat (25/2/2011).Ibramsjah yakin keputusan Gerindra mendukung Demokrat murni karena tak mau lagi berada di bawah bayang-bayang PDIP dan Partai Golkar. &amp;ldquo;Gerindra ingin mandiri karena sudah punya capres,&amp;rdquo; urainya.Kebijakan menolak Hak Angket Pajak, sambung dia, sengaja dipilih oleh Gerindra karena ingin persoalan penuntasan masalah pajak diserahkan ke aparat penegak hukum. Bukan karena pertimbangan ada deal dengan Partai Demokrat.&amp;ldquo;Artinya Gerindra sudah tidak percaya dengan teman-teman di DPR bisa menyelesaikan masalah pajak. Singkat kata Gerindra tak mau terbawa skenario Golkar,&amp;rdquo; tegasnya.Kendati demikian, Ibramsjah tidak memungkiri ada kemungkinan Prabowo menjajaki koalisi dengan Demokrat pada 2014 mendatang. &amp;ldquo;Jadi di 2014 nanti untuk sementara Prabowo jadi presiden, lalu setelahnya diserahkan ke tokoh muda Demokrat. Tapi itu baru rumor,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
