<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ogoh-Ogoh Gayus Cerminan Makhluk Rakus &amp; Serakah</title><description>Meski ada larangan dari Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Provinsi  Bali, namun ogoh-ogoh mirip Gayus Tambunan, tetap akan diarak pada malam  jelang Hari Raya Nyepi (Pangrupukan).</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/28/340/429746/ogoh-ogoh-gayus-cerminan-makhluk-rakus-serakah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/28/340/429746/ogoh-ogoh-gayus-cerminan-makhluk-rakus-serakah"/><item><title>Ogoh-Ogoh Gayus Cerminan Makhluk Rakus &amp; Serakah</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/28/340/429746/ogoh-ogoh-gayus-cerminan-makhluk-rakus-serakah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/28/340/429746/ogoh-ogoh-gayus-cerminan-makhluk-rakus-serakah</guid><pubDate>Senin 28 Februari 2011 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/28/340/429746/0ty6vCca1X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ogoh-ogoh Gayus Tambunan (Foto: Rohmat/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/28/340/429746/0ty6vCca1X.jpg</image><title>Ogoh-ogoh Gayus Tambunan (Foto: Rohmat/Okezone)</title></images><description>DENPASAR - Meski ada larangan dari Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Provinsi Bali, namun ogoh-ogoh mirip Gayus Tambunan, tetap akan diarak pada malam jelang Hari Raya Nyepi (Pangrupukan).Menurut pemilik, sekaligus pembuat ogoh-ogoh Gayus, I Komang Tenaya, ogoh-ogoh tersebut sengaja dibuat dengan tujuan baik, yakni mengajak masyarakat agar tidak meniru sifat-sifat Gayus seperti serakah,rakus dan menghalalkan segala cara.Sifat-sifat buruk itu seperti melekat pada sosok Buta Kala, yang merupakan personifikasi pelaku kejahatan di dunia. &quot;Saya membuat ogoh-ogoh mirip Gayus itu dari sudut pandang bahwa sifat-sifatnya seperti buta kala yang suka gelap mata,&quot; kata Tenaya di Denpasar, Senin (28/02/2011).Sifat buruk tersebut, kata dia, bisa ditemukan pada sosok orang berdasi seperti Gayus yang telah mengemplang pajak hingga miliaran rupiah.  &quot;Zaman sekarang buta kalanya ya bisa seperti koruptor, orang berdasi dan berpenampilan rapi,&quot; ucapnya.Disinggung mengenai larangan MUDP Bali, agar ogoh-ogoh Gayus tidak diarak keliling kota, sejauh ini dia mengaku belum pernah didatangi dari pihak adat atau desa pekraman maupun  mendapat teguran baik lesan maupun surat.&quot;Saya belum mendengar tetapi, kalau benar dilarang, kenapa baru sekarang, dahulu ada macam-macam bentuk ogoh-ogoh seperti berwajah Inul, Ipin Upin, Michael Jackson bahkan ada Amrozi, tidak masalah,&quot; katanya balik bertanya.Bahkan dia menuding, mereka yang melarang ogoh-ogoh Gayus diarak adalah orang yang berasal dari parpol tertentu yang khawatir kasus Gayus bisa melebar ke mana-mana.&quot;Kalau saya bikin ogoh-ogoh Ida Pedanda Made Gunung (tokoh agama Hindu), itu baru salah,&quot; katanya berkelakar.Karena itu, Tenaya berharap MUDP Bali lebih bijaksana dan tidak mematikan kratifiviatas masyarakat seperti dalam pembuatan ogoh-ogoh yang biasanya dibuat anak-anak muda dalam rangka perayaan Hari Nyepi.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>DENPASAR - Meski ada larangan dari Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Provinsi Bali, namun ogoh-ogoh mirip Gayus Tambunan, tetap akan diarak pada malam jelang Hari Raya Nyepi (Pangrupukan).Menurut pemilik, sekaligus pembuat ogoh-ogoh Gayus, I Komang Tenaya, ogoh-ogoh tersebut sengaja dibuat dengan tujuan baik, yakni mengajak masyarakat agar tidak meniru sifat-sifat Gayus seperti serakah,rakus dan menghalalkan segala cara.Sifat-sifat buruk itu seperti melekat pada sosok Buta Kala, yang merupakan personifikasi pelaku kejahatan di dunia. &quot;Saya membuat ogoh-ogoh mirip Gayus itu dari sudut pandang bahwa sifat-sifatnya seperti buta kala yang suka gelap mata,&quot; kata Tenaya di Denpasar, Senin (28/02/2011).Sifat buruk tersebut, kata dia, bisa ditemukan pada sosok orang berdasi seperti Gayus yang telah mengemplang pajak hingga miliaran rupiah.  &quot;Zaman sekarang buta kalanya ya bisa seperti koruptor, orang berdasi dan berpenampilan rapi,&quot; ucapnya.Disinggung mengenai larangan MUDP Bali, agar ogoh-ogoh Gayus tidak diarak keliling kota, sejauh ini dia mengaku belum pernah didatangi dari pihak adat atau desa pekraman maupun  mendapat teguran baik lesan maupun surat.&quot;Saya belum mendengar tetapi, kalau benar dilarang, kenapa baru sekarang, dahulu ada macam-macam bentuk ogoh-ogoh seperti berwajah Inul, Ipin Upin, Michael Jackson bahkan ada Amrozi, tidak masalah,&quot; katanya balik bertanya.Bahkan dia menuding, mereka yang melarang ogoh-ogoh Gayus diarak adalah orang yang berasal dari parpol tertentu yang khawatir kasus Gayus bisa melebar ke mana-mana.&quot;Kalau saya bikin ogoh-ogoh Ida Pedanda Made Gunung (tokoh agama Hindu), itu baru salah,&quot; katanya berkelakar.Karena itu, Tenaya berharap MUDP Bali lebih bijaksana dan tidak mematikan kratifiviatas masyarakat seperti dalam pembuatan ogoh-ogoh yang biasanya dibuat anak-anak muda dalam rangka perayaan Hari Nyepi.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
