<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerjasama Bilateral Indonesia-Serbia Ditingkatkan</title><description>Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Republik Serbia melakukan pertemuan bilateral dalam rangka kunjungan Menlu Serbia ke Indonesia pada hari ini, guna mempererat hubungan kedua negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/28/411/429790/kerjasama-bilateral-indonesia-serbia-ditingkatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/28/411/429790/kerjasama-bilateral-indonesia-serbia-ditingkatkan"/><item><title>Kerjasama Bilateral Indonesia-Serbia Ditingkatkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/28/411/429790/kerjasama-bilateral-indonesia-serbia-ditingkatkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/28/411/429790/kerjasama-bilateral-indonesia-serbia-ditingkatkan</guid><pubDate>Senin 28 Februari 2011 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/28/411/429790/2nvJouAOqi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/28/411/429790/2nvJouAOqi.jpg</image><title>Ilustrasi: Ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Republik Serbia melakukan pertemuan bilateral dalam rangka kunjungan Menlu Serbia ke Indonesia pada 26-28 Februari 2011. Kunjungan Menlu Vuk Jeremiï¿½* ini merupakan kunjungan yang kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada 27 Maret 2008.Hubungan bilateral RI dan Serbia berjalan baik dan bernilai sejarah mengingat kedua negara merupakan pendiri dari Gerakan Non Blok. Pemimpin kedua negara &amp;nbsp;yaitu Presiden Soekarno dan Presiden Josef Broz Tito memiliki hubungan yang sangat dekat dan akrab.

Kedekatan tersebut ditunjukkan dengan kunjungan Presiden Soekarno untuk menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok tahun 1961 di Beograd.

Kedua negara memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya peranan GNB dalam situasi dunia pada saat ini, demikian dalam keterangan pers yang disampaikan kepada okezone di Jakarta, Senin (29/2/2011).

Kedua negara juga telah sepakat untuk terus aktif dalam organisasi yang penting ini. Untuk itu, Indonesia telah mengundang Menlu Serbia untuk hadir dalam perayaan 50 Tahun GNB yang akan diselenggarakan pada saat diadakannya Konperensi Tingkat Menteri GNB ke-16 di Bali tanggal 25-27 Mei 2011.

Dalam pertemuan tersebut telah dibahas dan disepakati untuk mengintensifkan upaya-upaya peningkatan hubungan perdagangan. Mengingat masih banyaknya peluang yang belum dimanfaatkan oleh kedua negara Total perdagangan tertinggi RI-Serbia tercatat sebesar US$ 6,1 juta (2008), kemudian menurun menjadi US$ 4,5 juta (2009).

Pada Januari-November 2010, total perdagangan turun menjadi US$ 1,6 juta atau minus 62,5% dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar US$ 4,4 juta.&amp;nbsp;

Dalam kinerja perdagangan tersebut, Indonesia mengalami surplus tiap tahunnya sebesar US$ 5,9 juta (2008), US$ 0,2 juta (2009) dan sebesar US$ 0,9 juta (Januari-November 2010).&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Republik Serbia melakukan pertemuan bilateral dalam rangka kunjungan Menlu Serbia ke Indonesia pada 26-28 Februari 2011. Kunjungan Menlu Vuk Jeremiï¿½* ini merupakan kunjungan yang kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada 27 Maret 2008.Hubungan bilateral RI dan Serbia berjalan baik dan bernilai sejarah mengingat kedua negara merupakan pendiri dari Gerakan Non Blok. Pemimpin kedua negara &amp;nbsp;yaitu Presiden Soekarno dan Presiden Josef Broz Tito memiliki hubungan yang sangat dekat dan akrab.

Kedekatan tersebut ditunjukkan dengan kunjungan Presiden Soekarno untuk menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok tahun 1961 di Beograd.

Kedua negara memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya peranan GNB dalam situasi dunia pada saat ini, demikian dalam keterangan pers yang disampaikan kepada okezone di Jakarta, Senin (29/2/2011).

Kedua negara juga telah sepakat untuk terus aktif dalam organisasi yang penting ini. Untuk itu, Indonesia telah mengundang Menlu Serbia untuk hadir dalam perayaan 50 Tahun GNB yang akan diselenggarakan pada saat diadakannya Konperensi Tingkat Menteri GNB ke-16 di Bali tanggal 25-27 Mei 2011.

Dalam pertemuan tersebut telah dibahas dan disepakati untuk mengintensifkan upaya-upaya peningkatan hubungan perdagangan. Mengingat masih banyaknya peluang yang belum dimanfaatkan oleh kedua negara Total perdagangan tertinggi RI-Serbia tercatat sebesar US$ 6,1 juta (2008), kemudian menurun menjadi US$ 4,5 juta (2009).

Pada Januari-November 2010, total perdagangan turun menjadi US$ 1,6 juta atau minus 62,5% dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar US$ 4,4 juta.&amp;nbsp;

Dalam kinerja perdagangan tersebut, Indonesia mengalami surplus tiap tahunnya sebesar US$ 5,9 juta (2008), US$ 0,2 juta (2009) dan sebesar US$ 0,9 juta (Januari-November 2010).&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
