<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malpraktik, Global Medika Tangerang Dituntut Rp3,5 M</title><description>Rumah Sakit (RS) Global Medika Tangerang yang telah&amp;nbsp; berubah nama  menjadi RS Awal Bross dituntut Rp3,5 miliar menyusul dugaan malpraktik  yang dilakukan terhadap pasiennya Maureen Angela (8 bulan) hingga cacat  seumur hidup.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/03/338/430890/malpraktik-global-medika-tangerang-dituntut-rp3-5-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/03/338/430890/malpraktik-global-medika-tangerang-dituntut-rp3-5-m"/><item><title>Malpraktik, Global Medika Tangerang Dituntut Rp3,5 M</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/03/338/430890/malpraktik-global-medika-tangerang-dituntut-rp3-5-m</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/03/338/430890/malpraktik-global-medika-tangerang-dituntut-rp3-5-m</guid><pubDate>Kamis 03 Maret 2011 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/03/338/430890/IuSfTNftWd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Wordpress)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/03/338/430890/IuSfTNftWd.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Wordpress)</title></images><description>TANGERANG- Rumah Sakit (RS) Global Medika Tangerang yang telah&amp;nbsp; berubah nama menjadi RS Awal Bross dituntut Rp3,5 miliar menyusul dugaan malpraktik yang dilakukan terhadap pasiennya Maureen Angela (8 bulan) hingga cacat seumur hidup. &quot;Saya menuntut rumah sakit sebesar Rp3,5 miliar. Saya bukan bermaksud untuk memeras rumah sakit dan tidak berniat melakukan itu. Ini kan cacat permanen mas, saya ingin pembiayaan anak saya ke depannya,&quot; ujar Linda orang tua korban kepada Okezone, Kamis (3/3/2011).Linda takut, saat besar nanti anaknya akan bertanya, kenapa jari saya putus seperti ini. &quot;Karena jarinya sudah buntung, nantinya gimana ini. Saya takut psikologisnya terganggu jika nanti dia ditanya oleh teman-temannya,&quot; terangnya khawatir.Baginya, ganti rugi uang sebesar Rp3,5 miliar bukan segala-galanya. Bahkan jika bisa diganti dengan jari yang baru, Linda mengaku pasti memilih ganti jari untuk anaknya. Sebab yang paling diinginkannya hanyalah tangan anaknya bisa normal dan tidak cacat.&quot;Saya ingin anak saya tangannya normal, kalau bisa diganti jari saya tidak masalah, karena uang tidak ada artinya dibanding jari anak saya,&quot; jelasnya.Linda menambahkan, dokter bedah plastik yang telah melakukan operasi jaringan kulit mati kepada Maureen mengatakan jika ingin mengganti jari kelingkingnya harus dengan pengorbanan bagian tubuhnya yang lain, yakni jari-jari kakinya. Nanti, dokter akan mencari bagian mana yang sama dan mungkin dilakukan penyambungan.&quot;Tetapi saya rasa tidak ada yang cocok antara jari kaki dengan jari anak saya,&quot; tegasnya. Sebelumnya, kisah tragis Maureen, terjadi pada 16 Nopember 2010 lalu. Saat itu, Maureen dibawa ke RS Global Medika Tangerang untuk mendapatkan perawatan sakit panas, batuk, pilek dan diare yang disertai kejang. Namun dokter memberinya cairan infus bignat. Diduga tidak tepat menyuntikkan jarum ke pembuluh darah dengan dosis tinggi, tangan Maureen mengalami luka bakar dan membuat jaringan kulit kelingking kanannya mati hingga berwarna biru keungu-unguan.Setelah itu, Maureen menjalani operasi plastik jaringan kulit mati. Namun, setelah dioperasi kondisi&amp;nbsp; tangan Maureen bukan membaik dan semakin parah. Kulit di jari telunjuk Maureen ketarik ke atas dan dua jari tengahnya menjadi rapat. Sedang jari kelingkingnya&amp;nbsp; putus dua ruas dan kulitnya ketarik hingga tulangnya mengangkat.</description><content:encoded>TANGERANG- Rumah Sakit (RS) Global Medika Tangerang yang telah&amp;nbsp; berubah nama menjadi RS Awal Bross dituntut Rp3,5 miliar menyusul dugaan malpraktik yang dilakukan terhadap pasiennya Maureen Angela (8 bulan) hingga cacat seumur hidup. &quot;Saya menuntut rumah sakit sebesar Rp3,5 miliar. Saya bukan bermaksud untuk memeras rumah sakit dan tidak berniat melakukan itu. Ini kan cacat permanen mas, saya ingin pembiayaan anak saya ke depannya,&quot; ujar Linda orang tua korban kepada Okezone, Kamis (3/3/2011).Linda takut, saat besar nanti anaknya akan bertanya, kenapa jari saya putus seperti ini. &quot;Karena jarinya sudah buntung, nantinya gimana ini. Saya takut psikologisnya terganggu jika nanti dia ditanya oleh teman-temannya,&quot; terangnya khawatir.Baginya, ganti rugi uang sebesar Rp3,5 miliar bukan segala-galanya. Bahkan jika bisa diganti dengan jari yang baru, Linda mengaku pasti memilih ganti jari untuk anaknya. Sebab yang paling diinginkannya hanyalah tangan anaknya bisa normal dan tidak cacat.&quot;Saya ingin anak saya tangannya normal, kalau bisa diganti jari saya tidak masalah, karena uang tidak ada artinya dibanding jari anak saya,&quot; jelasnya.Linda menambahkan, dokter bedah plastik yang telah melakukan operasi jaringan kulit mati kepada Maureen mengatakan jika ingin mengganti jari kelingkingnya harus dengan pengorbanan bagian tubuhnya yang lain, yakni jari-jari kakinya. Nanti, dokter akan mencari bagian mana yang sama dan mungkin dilakukan penyambungan.&quot;Tetapi saya rasa tidak ada yang cocok antara jari kaki dengan jari anak saya,&quot; tegasnya. Sebelumnya, kisah tragis Maureen, terjadi pada 16 Nopember 2010 lalu. Saat itu, Maureen dibawa ke RS Global Medika Tangerang untuk mendapatkan perawatan sakit panas, batuk, pilek dan diare yang disertai kejang. Namun dokter memberinya cairan infus bignat. Diduga tidak tepat menyuntikkan jarum ke pembuluh darah dengan dosis tinggi, tangan Maureen mengalami luka bakar dan membuat jaringan kulit kelingking kanannya mati hingga berwarna biru keungu-unguan.Setelah itu, Maureen menjalani operasi plastik jaringan kulit mati. Namun, setelah dioperasi kondisi&amp;nbsp; tangan Maureen bukan membaik dan semakin parah. Kulit di jari telunjuk Maureen ketarik ke atas dan dua jari tengahnya menjadi rapat. Sedang jari kelingkingnya&amp;nbsp; putus dua ruas dan kulitnya ketarik hingga tulangnya mengangkat.</content:encoded></item></channel></rss>
