<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dipo Seperti Kucing Basah Ingin Jadi Harimau</title><description>Tokoh lintas agama berang dengan pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam  yang menyindirkan sebagai gagak hitam pemakan bangkai yang nampak  seperti merpati berbulu putih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/08/337/432644/dipo-seperti-kucing-basah-ingin-jadi-harimau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/08/337/432644/dipo-seperti-kucing-basah-ingin-jadi-harimau"/><item><title>Dipo Seperti Kucing Basah Ingin Jadi Harimau</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/08/337/432644/dipo-seperti-kucing-basah-ingin-jadi-harimau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/08/337/432644/dipo-seperti-kucing-basah-ingin-jadi-harimau</guid><pubDate>Selasa 08 Maret 2011 15:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/08/337/432644/Bv63E5K9TU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dipo Alam (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/08/337/432644/Bv63E5K9TU.jpg</image><title>Dipo Alam (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Tokoh lintas agama berang dengan pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang menyindirkan sebagai gagak hitam pemakan bangkai yang nampak seperti merpati berbulu putih. &quot;Tuduhan itu tidak benar. Kita hanya menyampaikan hal-hal yang positif kepada masyarakat. Saya enggak seperti gagak hitam, saya biasa-biasa ajalah,&quot; ujar KH Solahudin Wahid di Maarif Institut, Jalan Tebet Barat Dalam 2, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2011).Di tempat yang sama, anggota Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan M Deddy Julianto, balik menuding Dipo Alam sebagai kucing basah yang ingin jadi harimau.&amp;nbsp; &quot;Dia sendiri sebenarnya kucing-kecil dan basah yang tidak berprestasi yang kepengen jadi harimau. Dia itu salah langkah,&quot; sindirnya.&quot;Dipo Alam coba cuti dulu dua minggu. Peryataannya&amp;nbsp; sudah kontraproduktif. Dia sengaja membuat isu-isu kecil untuk menutupi isu-isu besar,&quot; timpal Romo Franz Magnis Suseno.Sementara itu Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia Antonius Benny Susetyo meminta Dipo Alam tidak memprovokasi dengan pernyataannya. &quot;Jadi negarawan sajalah, tapi jangan jadi kompor dan harus mampu mengangkat kinerja pemerintahan&quot; ujarnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Tokoh lintas agama berang dengan pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang menyindirkan sebagai gagak hitam pemakan bangkai yang nampak seperti merpati berbulu putih. &quot;Tuduhan itu tidak benar. Kita hanya menyampaikan hal-hal yang positif kepada masyarakat. Saya enggak seperti gagak hitam, saya biasa-biasa ajalah,&quot; ujar KH Solahudin Wahid di Maarif Institut, Jalan Tebet Barat Dalam 2, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2011).Di tempat yang sama, anggota Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan M Deddy Julianto, balik menuding Dipo Alam sebagai kucing basah yang ingin jadi harimau.&amp;nbsp; &quot;Dia sendiri sebenarnya kucing-kecil dan basah yang tidak berprestasi yang kepengen jadi harimau. Dia itu salah langkah,&quot; sindirnya.&quot;Dipo Alam coba cuti dulu dua minggu. Peryataannya&amp;nbsp; sudah kontraproduktif. Dia sengaja membuat isu-isu kecil untuk menutupi isu-isu besar,&quot; timpal Romo Franz Magnis Suseno.Sementara itu Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia Antonius Benny Susetyo meminta Dipo Alam tidak memprovokasi dengan pernyataannya. &quot;Jadi negarawan sajalah, tapi jangan jadi kompor dan harus mampu mengangkat kinerja pemerintahan&quot; ujarnya. </content:encoded></item></channel></rss>
