<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Patrialis Akbar Harus Diganti!&quot;</title><description>Sejumlah kasus yang terulang di rutan dan lapas menunjukkan bahwa  Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar tidak melakukan pembenahan di  kementerian yang dipimpinnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/10/339/433292/patrialis-akbar-harus-diganti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/10/339/433292/patrialis-akbar-harus-diganti"/><item><title>&quot;Patrialis Akbar Harus Diganti!&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/10/339/433292/patrialis-akbar-harus-diganti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/10/339/433292/patrialis-akbar-harus-diganti</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2011 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Lamtiur Kristin Natalia Malau</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/10/339/433292/HviJDVVTJL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patrialis Akbar (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/10/339/433292/HviJDVVTJL.jpg</image><title>Patrialis Akbar (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Setelah Gayus Tambunan terbukti bebas keluar masuk Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, kini ada lagi pelanggaran di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap.&amp;nbsp;Sejumlah kasus yang terulang di rutan dan lapas menunjukkan bahwa Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar tidak melakukan pembenahan di kementerian yang dipimpinnya.&amp;ldquo;Tidak bisa dibiarkan, ini gagal, menteri harus tanggung jawab. Seberapa jauh Presiden melihat ini kesalahan. Ini kan sudah berulang kali, tapi toleransi dengan parpol koalisi terus diberikan,&amp;rdquo; ungkap pengamat hukum Universitas Andalas, Saldi Isra, kepada okezone, Kamis (10/3/2011).Namun Saldi belum yakin jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mencopot Patrialis, meskipun saat ini isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II makin kencang.&amp;ldquo;Ini biar kita teriak sampai ke langit tapi kalau Presiden cuek ya susah. Presiden harus lihat salah atau tidak. Tapi kalau orangnya harus diganti,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah Gayus Tambunan terbukti bebas keluar masuk Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, kini ada lagi pelanggaran di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap.&amp;nbsp;Sejumlah kasus yang terulang di rutan dan lapas menunjukkan bahwa Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar tidak melakukan pembenahan di kementerian yang dipimpinnya.&amp;ldquo;Tidak bisa dibiarkan, ini gagal, menteri harus tanggung jawab. Seberapa jauh Presiden melihat ini kesalahan. Ini kan sudah berulang kali, tapi toleransi dengan parpol koalisi terus diberikan,&amp;rdquo; ungkap pengamat hukum Universitas Andalas, Saldi Isra, kepada okezone, Kamis (10/3/2011).Namun Saldi belum yakin jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mencopot Patrialis, meskipun saat ini isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II makin kencang.&amp;ldquo;Ini biar kita teriak sampai ke langit tapi kalau Presiden cuek ya susah. Presiden harus lihat salah atau tidak. Tapi kalau orangnya harus diganti,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
