<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Saya Pikir Saya Akan Mati&quot;</title><description> Gempa 8,9 SR dan tsunami setinggi hingga 10 meter meninggalkan  cerita duka. Musibah itu menyisakan berbagai cerita duka. Salah satunya  diaalami Wataru Fujimura.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/13/413/434427/saya-pikir-saya-akan-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/13/413/434427/saya-pikir-saya-akan-mati"/><item><title>&quot;Saya Pikir Saya Akan Mati&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/13/413/434427/saya-pikir-saya-akan-mati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/13/413/434427/saya-pikir-saya-akan-mati</guid><pubDate>Minggu 13 Maret 2011 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/13/413/434427/pvzFcwqI8r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Daylife.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/13/413/434427/pvzFcwqI8r.jpg</image><title>Foto : Daylife.com</title></images><description>FUKUSHIMA - Gempa 8,9 SR dan tsunami setinggi hingga 10 meter meninggalkan cerita duka. Musibah itu menyisakan berbagai cerita duka. Salah satunya diaalami Wataru Fujimura.Pria berusia 38 tahun itu, menyaksikan bagaimana gempa dan tsunami mengguncang rumahnya. Petaka itu datang awalnya sebuah guncangan dahsyat. &quot;Furnitur kami dan rak-rak semua jatuh dari atas. Bahkan dinding gedung apartemen kami retak. Sungguh mengerikan. Jalanan terbelah,&quot; ujarnya, seperti dikutip AP, Minggu (13/3/2011).Kemudian tsunami datang. Bencana lebih serius datang. Gulungan ombak menyapu rumah, perahu, mobil, sampah, puing-puing. Perkotaan itu sekejab berubah seperti kubangan rawa. Tidak dijelaskan di mana apartemen milik pria itu.&amp;nbsp;&quot;Kami menghabiskan sepanjang malam di dalam mobil. Sekarang kita kembali ke rumah berusaha untuk membersihkan semuanya,&quot; tutup pria itu, yang terlihat masih syok.</description><content:encoded>FUKUSHIMA - Gempa 8,9 SR dan tsunami setinggi hingga 10 meter meninggalkan cerita duka. Musibah itu menyisakan berbagai cerita duka. Salah satunya diaalami Wataru Fujimura.Pria berusia 38 tahun itu, menyaksikan bagaimana gempa dan tsunami mengguncang rumahnya. Petaka itu datang awalnya sebuah guncangan dahsyat. &quot;Furnitur kami dan rak-rak semua jatuh dari atas. Bahkan dinding gedung apartemen kami retak. Sungguh mengerikan. Jalanan terbelah,&quot; ujarnya, seperti dikutip AP, Minggu (13/3/2011).Kemudian tsunami datang. Bencana lebih serius datang. Gulungan ombak menyapu rumah, perahu, mobil, sampah, puing-puing. Perkotaan itu sekejab berubah seperti kubangan rawa. Tidak dijelaskan di mana apartemen milik pria itu.&amp;nbsp;&quot;Kami menghabiskan sepanjang malam di dalam mobil. Sekarang kita kembali ke rumah berusaha untuk membersihkan semuanya,&quot; tutup pria itu, yang terlihat masih syok.</content:encoded></item></channel></rss>
