<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sial Otot Pergelangan Putus Digigit Monyet</title><description>Seekor monyet tiba-tiba mengamuk dan menggigit tangan tuanya yang hendak  memberinya makan.&amp;nbsp; Akibatnya,&amp;nbsp; otot tendon&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berfungsi untuk  menggerakkan empat jari tangan sang tuan putus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/14/340/434449/sial-otot-pergelangan-putus-digigit-monyet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/14/340/434449/sial-otot-pergelangan-putus-digigit-monyet"/><item><title>Sial Otot Pergelangan Putus Digigit Monyet</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/14/340/434449/sial-otot-pergelangan-putus-digigit-monyet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/14/340/434449/sial-otot-pergelangan-putus-digigit-monyet</guid><pubDate>Senin 14 Maret 2011 03:06 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/13/340/434449/o28sjOGQO3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/13/340/434449/o28sjOGQO3.jpg</image><title>Ilustrasi (Ist)</title></images><description>TULUNGAGUNG - Seekor monyet tiba-tiba mengamuk dan menggigit tangan tuanya yang hendak memberinya makan.&amp;nbsp; Akibatnya,&amp;nbsp; otot tendon&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berfungsi untuk menggerakkan empat jari tangan sang tuan putus. Malapetaka ini menimpa&amp;nbsp; Sucipto, warga Desa Talang, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Dengan darah yang masih bersimbah, Sucipto langsung&amp;nbsp; dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untuk mengembalikan otot pergelangan tangan kirinya&amp;nbsp; yang putus, pelayan di salah satu caf&amp;eacute; di Tulungagung terpaksa&amp;nbsp; harus menjalani operasi. &amp;ldquo;Untuk sementara hanya ibu jari saja yang bisa digerakkan, &amp;ldquo;tuturnya kepada wartawan.&amp;nbsp; Ayah dua anak ini tidak mengira jika monyet ekor panjang yang sudah dua tahun menjadi hewan piaranya tersebut&amp;nbsp; bakal menyakitinya. Sucipto memperoleh si ekor panjang berkelamin jantan itu dari salah seorang temanya. Karenanya ia buatkan kandang di depan rumah. &amp;ldquo;Saya merawatnya sejak masih bayi dengan memberinya makan buah-buahan secara rutin, &amp;ldquo;terangnya. Selain berniat memberi makan, sore itu Sucipto hendak memperbaiki kandang monyet yang rusak akibat panas dan hujan. Pada saat ia menarik rantai itulah tiba-tiba monyet marah dan langsung menerkamnya. Meski beberapa kali melayangkan pukulan, si monyet tetap tidak melepaskan gigitanya. &amp;ldquo;Tetangga sempat membantu membuka rahang si monyet. Namun usaha itu sia-sia, &amp;ldquo;paparnya.&amp;nbsp; Binatang liar ini baru bersedia melepaskan hujaman taringnya setelah secara beramai-ramai warga menarik ekornya.Begitu lepas,&amp;nbsp; primata ini sempat kabur sebelum akhirnya tewas diujung senapan angin. Oleh sejumlah warga, monyet ini langsung disembelih untuk dimakan dagingnya. &amp;ldquo;Dengan kejadian ini saya kapok memelihara monyet lagi, &amp;ldquo;pungkas Sucipto.</description><content:encoded>TULUNGAGUNG - Seekor monyet tiba-tiba mengamuk dan menggigit tangan tuanya yang hendak memberinya makan.&amp;nbsp; Akibatnya,&amp;nbsp; otot tendon&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berfungsi untuk menggerakkan empat jari tangan sang tuan putus. Malapetaka ini menimpa&amp;nbsp; Sucipto, warga Desa Talang, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Dengan darah yang masih bersimbah, Sucipto langsung&amp;nbsp; dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untuk mengembalikan otot pergelangan tangan kirinya&amp;nbsp; yang putus, pelayan di salah satu caf&amp;eacute; di Tulungagung terpaksa&amp;nbsp; harus menjalani operasi. &amp;ldquo;Untuk sementara hanya ibu jari saja yang bisa digerakkan, &amp;ldquo;tuturnya kepada wartawan.&amp;nbsp; Ayah dua anak ini tidak mengira jika monyet ekor panjang yang sudah dua tahun menjadi hewan piaranya tersebut&amp;nbsp; bakal menyakitinya. Sucipto memperoleh si ekor panjang berkelamin jantan itu dari salah seorang temanya. Karenanya ia buatkan kandang di depan rumah. &amp;ldquo;Saya merawatnya sejak masih bayi dengan memberinya makan buah-buahan secara rutin, &amp;ldquo;terangnya. Selain berniat memberi makan, sore itu Sucipto hendak memperbaiki kandang monyet yang rusak akibat panas dan hujan. Pada saat ia menarik rantai itulah tiba-tiba monyet marah dan langsung menerkamnya. Meski beberapa kali melayangkan pukulan, si monyet tetap tidak melepaskan gigitanya. &amp;ldquo;Tetangga sempat membantu membuka rahang si monyet. Namun usaha itu sia-sia, &amp;ldquo;paparnya.&amp;nbsp; Binatang liar ini baru bersedia melepaskan hujaman taringnya setelah secara beramai-ramai warga menarik ekornya.Begitu lepas,&amp;nbsp; primata ini sempat kabur sebelum akhirnya tewas diujung senapan angin. Oleh sejumlah warga, monyet ini langsung disembelih untuk dimakan dagingnya. &amp;ldquo;Dengan kejadian ini saya kapok memelihara monyet lagi, &amp;ldquo;pungkas Sucipto.</content:encoded></item></channel></rss>
