<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi, Negara Gagal Lindungi Rakyat</title><description>Elemen masyarakat di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat  Yogyakarta Anti-Kekerasan (Aman) mengutuk keras pengeboman di Utan  Kayu, Jakarta Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/16/340/435517/lagi-negara-gagal-lindungi-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/16/340/435517/lagi-negara-gagal-lindungi-rakyat"/><item><title>Lagi, Negara Gagal Lindungi Rakyat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/16/340/435517/lagi-negara-gagal-lindungi-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/16/340/435517/lagi-negara-gagal-lindungi-rakyat</guid><pubDate>Rabu 16 Maret 2011 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/16/340/435517/62gMMTYiFo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aktivis gelar malam keprihatinan di kantor LBH Yogyakarta. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/16/340/435517/62gMMTYiFo.jpg</image><title>Aktivis gelar malam keprihatinan di kantor LBH Yogyakarta. (Foto: okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Elemen masyarakat di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta Anti-Kekerasan (Aman) mengutuk keras pengeboman di Utan Kayu, Jakarta Timur.Mereka menggelar aksi keprihatinan dengan menyalakan lilin di Kantor Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ), Jalan Agus Salim, Yogyakarta, semalam.Menurut Aman, maraknya kekerasan akibat lemahnya kepemimpinan nasional dalam menindak tegas para pelakunya. &amp;ldquo;Kami menuntut Presiden SBY bersikap tegas untuk membubarkan ormas-ormas yang selama ini mengatasnamakan agama dan melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok lain,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi, Kari Triyaji.Pihaknya mendukung penuh langkah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang melindungi segenap warga yang tinggal di Yogyakarta, termasuk jemaah Ahmadiyah.Triyadi menyatakan persoalan Ahmadiyah harus dipegang oleh kepemimpinan yang berjiwa nasionalis.&amp;ldquo;Kami menyesalkan ketidaktegasan SBY sehingga telah mendesentralisasi persoalan Ahmadiyah ke daerah. Permasalahan Ahmadiyah ini seolah SBY melakukan adu domba antar-warga Negara,&amp;rdquo; tudingnya.Hal senada dilontarkan putri almarhum Abdurrahman Wahid, Alisa Wahid. Dia menilai insiden bom di komunitas Utan Kayu merupakan perwujudan dari situasi kritis yang dihadapi bangsa Indonesia.&amp;ldquo;Terjadinya aksi kekerasan yang terus berulang dan tidak mendapatkan respons dari Pemerintah menyebabkan pihak-pihak yang pro-kekerasan akan terus mengulang tindakan kekerasan untuk menekan musuh-musuh mereka,&amp;rdquo; jelas Alisa.Sementara itu, Koordinator Gerakan Rakyat Mataram Yogyakarta, Widihasto Putra menyatakan praktik kekerasan harus disikapi secara serius. &amp;ldquo;Tidak boleh ada lagi pembiaran yang dilakukan pemerintah. NKRI mengusung supremasi hukum, bukan supremasi preman yang mengedepankan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,&amp;rdquo; tutur Widi.Sedangkan dari pandangan Direktur LBH Yogyakarta, Irsyad Thamrin menegaskan Negara gagal memberikan rasa aman terhadap masyarakat. &amp;ldquo;Pemerintahan SBY gagal melakukan penghormatan terkait masalah hak kebebasan atau hak sipil politik warga Negara,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Elemen masyarakat di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta Anti-Kekerasan (Aman) mengutuk keras pengeboman di Utan Kayu, Jakarta Timur.Mereka menggelar aksi keprihatinan dengan menyalakan lilin di Kantor Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ), Jalan Agus Salim, Yogyakarta, semalam.Menurut Aman, maraknya kekerasan akibat lemahnya kepemimpinan nasional dalam menindak tegas para pelakunya. &amp;ldquo;Kami menuntut Presiden SBY bersikap tegas untuk membubarkan ormas-ormas yang selama ini mengatasnamakan agama dan melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok lain,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi, Kari Triyaji.Pihaknya mendukung penuh langkah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang melindungi segenap warga yang tinggal di Yogyakarta, termasuk jemaah Ahmadiyah.Triyadi menyatakan persoalan Ahmadiyah harus dipegang oleh kepemimpinan yang berjiwa nasionalis.&amp;ldquo;Kami menyesalkan ketidaktegasan SBY sehingga telah mendesentralisasi persoalan Ahmadiyah ke daerah. Permasalahan Ahmadiyah ini seolah SBY melakukan adu domba antar-warga Negara,&amp;rdquo; tudingnya.Hal senada dilontarkan putri almarhum Abdurrahman Wahid, Alisa Wahid. Dia menilai insiden bom di komunitas Utan Kayu merupakan perwujudan dari situasi kritis yang dihadapi bangsa Indonesia.&amp;ldquo;Terjadinya aksi kekerasan yang terus berulang dan tidak mendapatkan respons dari Pemerintah menyebabkan pihak-pihak yang pro-kekerasan akan terus mengulang tindakan kekerasan untuk menekan musuh-musuh mereka,&amp;rdquo; jelas Alisa.Sementara itu, Koordinator Gerakan Rakyat Mataram Yogyakarta, Widihasto Putra menyatakan praktik kekerasan harus disikapi secara serius. &amp;ldquo;Tidak boleh ada lagi pembiaran yang dilakukan pemerintah. NKRI mengusung supremasi hukum, bukan supremasi preman yang mengedepankan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,&amp;rdquo; tutur Widi.Sedangkan dari pandangan Direktur LBH Yogyakarta, Irsyad Thamrin menegaskan Negara gagal memberikan rasa aman terhadap masyarakat. &amp;ldquo;Pemerintahan SBY gagal melakukan penghormatan terkait masalah hak kebebasan atau hak sipil politik warga Negara,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
