<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>200 Balita Alami Gizi Buruk di Depok</title><description>Dinas Kesehatan Kota Depok mengklaim jumlah balita gizi buruk selalu  menurun setiap tahun. Namun hingga kini masih ada sekira 200 balita di  Depok mengalami gizi buruk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/22/338/437581/200-balita-alami-gizi-buruk-di-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/22/338/437581/200-balita-alami-gizi-buruk-di-depok"/><item><title>200 Balita Alami Gizi Buruk di Depok</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/22/338/437581/200-balita-alami-gizi-buruk-di-depok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/22/338/437581/200-balita-alami-gizi-buruk-di-depok</guid><pubDate>Selasa 22 Maret 2011 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/22/338/437581/P4UvHpkYhe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/22/338/437581/P4UvHpkYhe.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>DEPOK- Dinas Kesehatan Kota Depok mengklaim jumlah balita gizi buruk selalu menurun setiap tahun. Namun hingga kini masih ada sekira 200 balita di Depok mengalami gizi buruk.Data Dinas Kesehatan juga menyebutkan, bahwa hampir sembilan puluh persen balita gizi buruk di Depok mengidap penyakit penyerta yakni Tubercolosis (TBC). Selain itu, para balita juga ada yang disertai dengan penyakit genetik seperti down syndrome.Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Keluarga (Binkesga) Auliadi mengatakan untuk balita gizi buruk yang disertai dengan penyakit penyerta, biasanya pihaknya merujuk mereka ke rumah sakit. Namun, kata dia, RSUD Depok masih terkendala masalah kapasitas ruang. &quot;Kendalanya di RSUD hanya ada sembilan kapasitas bed atau kamar tidur bagi ruang anak, dan memang sembilan puluh persen balita mengidap TBC, bisa jadi karena mengidap TBC mereka tidak nafsu makan dan menjadi gizi buruk, atau memang balita terkena gizi buruk daya tahan tubuhnya lemah dan tertular TBC,&quot; kata Auliadi, Selasa (22/03/11).Auliadi menambahkan, dengan adanya pemekaran kecamatan baru, kasus gizi buruk yang semula belum terungkap, kini mulai terlihat. Terutama terjadi di Kecamatan Tapos yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Cimanggis.&quot;Memang hanya 0,16 persen, tapi di Tapos tergolong tinggi, ada 42 balita gizi buruk disana,&quot; jelasnya.Untuk mengatasi balita gizi buruk, kata Auliadi, selain sudah memiliki Panti Pemulihan Gizi, pihaknya juga terus memberikan asupan makanan tambahan serta susu secara berkala kepada para balita gizi buruk yang terdeteksi. Selain itu, balita yang dinyatakan positif gizi buruk, kesehatannya juga terus dipantau selama enam bulan.&quot;Memang penyebab utamanya paling tinggi karena kemiskinan, masalah gizi buruk adalah masalah hulu, yakni daya beli masyarakat dan kemiskinan, kami terus pantau para balita gizi buruk selama enam bulan setelah gizinya dipulihkan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>DEPOK- Dinas Kesehatan Kota Depok mengklaim jumlah balita gizi buruk selalu menurun setiap tahun. Namun hingga kini masih ada sekira 200 balita di Depok mengalami gizi buruk.Data Dinas Kesehatan juga menyebutkan, bahwa hampir sembilan puluh persen balita gizi buruk di Depok mengidap penyakit penyerta yakni Tubercolosis (TBC). Selain itu, para balita juga ada yang disertai dengan penyakit genetik seperti down syndrome.Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Keluarga (Binkesga) Auliadi mengatakan untuk balita gizi buruk yang disertai dengan penyakit penyerta, biasanya pihaknya merujuk mereka ke rumah sakit. Namun, kata dia, RSUD Depok masih terkendala masalah kapasitas ruang. &quot;Kendalanya di RSUD hanya ada sembilan kapasitas bed atau kamar tidur bagi ruang anak, dan memang sembilan puluh persen balita mengidap TBC, bisa jadi karena mengidap TBC mereka tidak nafsu makan dan menjadi gizi buruk, atau memang balita terkena gizi buruk daya tahan tubuhnya lemah dan tertular TBC,&quot; kata Auliadi, Selasa (22/03/11).Auliadi menambahkan, dengan adanya pemekaran kecamatan baru, kasus gizi buruk yang semula belum terungkap, kini mulai terlihat. Terutama terjadi di Kecamatan Tapos yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Cimanggis.&quot;Memang hanya 0,16 persen, tapi di Tapos tergolong tinggi, ada 42 balita gizi buruk disana,&quot; jelasnya.Untuk mengatasi balita gizi buruk, kata Auliadi, selain sudah memiliki Panti Pemulihan Gizi, pihaknya juga terus memberikan asupan makanan tambahan serta susu secara berkala kepada para balita gizi buruk yang terdeteksi. Selain itu, balita yang dinyatakan positif gizi buruk, kesehatannya juga terus dipantau selama enam bulan.&quot;Memang penyebab utamanya paling tinggi karena kemiskinan, masalah gizi buruk adalah masalah hulu, yakni daya beli masyarakat dan kemiskinan, kami terus pantau para balita gizi buruk selama enam bulan setelah gizinya dipulihkan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
