<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Internal PKS Mengarah ke Zero Sum Game</title><description>Kubu ideologis kecewa karena kadernya banyak yang terpinggirkan dari  struktur PKS. Mereka pun acapkali tak diajak berunding dalam memutuskan  sikap partai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/22/339/437540/konflik-internal-pks-mengarah-ke-zero-sum-game</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/22/339/437540/konflik-internal-pks-mengarah-ke-zero-sum-game"/><item><title>Konflik Internal PKS Mengarah ke Zero Sum Game</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/22/339/437540/konflik-internal-pks-mengarah-ke-zero-sum-game</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/22/339/437540/konflik-internal-pks-mengarah-ke-zero-sum-game</guid><pubDate>Selasa 22 Maret 2011 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/22/339/437540/5jYSj0qqwp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/22/339/437540/5jYSj0qqwp.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rivalitas antara kubu ideologis dengan pragmatis di internal PKS disinyalir menjadi biang perseteruan antara Yusuf Supendi Cs dengan bekas partainya.Kubu ideologis kecewa karena kadernya banyak yang terpinggirkan dari struktur PKS. Mereka pun acapkali tak diajak berunding dalam memutuskan sikap partai. Sayangnya karena tidak dikelola dengan baik, konflik ini menjadi bola liar dan cenderung mengarah pada zero sum game.
&amp;ldquo;Itu artinya saling mematikan,&amp;rdquo; terang pengamat politik LSI Burhanuddin Muhtadi kepada okezone di Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Zero sum game melukiskan situasi di mana dalam sebuah kompetisi, jumlah perolehan dan kehilangan adalah nol. Artinya jika ada pihak yang menang, pihak lain pasti kalah. Pada zero sum game, keuntungan yang didapatkan oleh seorang peserta berasal dari kerugian peserta-peserta yang lain.
&amp;nbsp;
Burhan menjelaskan, konflik kubu ideologis dan pragmatis yang tercermin dalam konflik antara Yusuf Supendi Cs dengan Hilmi Aminuddin, Anis Matta, Lutfi Hasan Ishaaq, dkk seharusnya bisa diselesaikan secara internal. Tak perlu sampai melapor ke Badan Kehormatan DPR, KPK, bahkan Mahkamah Konstitusi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut saya justru Yusuf sekarang menjadi pion kepentingan politik tertentu, kenapa tak fokus saja ke tudingan korupsi, tanpa harus membawa ke MK, karena kalau ke sana ada potensi bagi MK untuk membubarkan partai, masak Yusuf ingin bubarkan partai sendiri. Saya sayangkan, konflik ini mengarah pada zero sum game,&amp;rdquo; urainya.
&amp;nbsp;
Namun, Burhan menegaskan, celah bagi kelompok luar untuk menginfiltrasi PKS akan tertutup dengan sendirinya apabila partai tersebut memiliki soliditas tinggi. Seharusnya bibit konflik internal yang mulai tumbuh sejak lama dikelola dengan baik sehingga tidak membesar dan mencuat ke permukaan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebenarnya secara internal bibitnya ada, jadi memang ada persoalan tak tuntas di PKS. Ada kontestasi yang makin tak sehat antara kedua belah kubu. Kasus Yusuf sudah lama, sejak 2004. Kemudian mediasi gagal dan berujung pada pemecatan. Memang harus ada instropeksi internal untuk menyelesaikan mekanisme perbedaan pendapat dan tranparansi,&amp;rdquo; urainya.
&amp;nbsp;
Di atas segalanya, Burhan tetap tidak sepakat dengan langkah Yusuf mengumbar aib partainya ke luar, sehingga muncul kesan dia menjadi alat kepentingan pihak luar. Di sisi lain, dia pun menyayangkan respons PKS yang kurang elok. &amp;ldquo;Masak petinggi PKS mengatakan yang waras ngalah, itu kan sama saja dengan menuding Yusuf Supendi tidak waras,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rivalitas antara kubu ideologis dengan pragmatis di internal PKS disinyalir menjadi biang perseteruan antara Yusuf Supendi Cs dengan bekas partainya.Kubu ideologis kecewa karena kadernya banyak yang terpinggirkan dari struktur PKS. Mereka pun acapkali tak diajak berunding dalam memutuskan sikap partai. Sayangnya karena tidak dikelola dengan baik, konflik ini menjadi bola liar dan cenderung mengarah pada zero sum game.
&amp;ldquo;Itu artinya saling mematikan,&amp;rdquo; terang pengamat politik LSI Burhanuddin Muhtadi kepada okezone di Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Zero sum game melukiskan situasi di mana dalam sebuah kompetisi, jumlah perolehan dan kehilangan adalah nol. Artinya jika ada pihak yang menang, pihak lain pasti kalah. Pada zero sum game, keuntungan yang didapatkan oleh seorang peserta berasal dari kerugian peserta-peserta yang lain.
&amp;nbsp;
Burhan menjelaskan, konflik kubu ideologis dan pragmatis yang tercermin dalam konflik antara Yusuf Supendi Cs dengan Hilmi Aminuddin, Anis Matta, Lutfi Hasan Ishaaq, dkk seharusnya bisa diselesaikan secara internal. Tak perlu sampai melapor ke Badan Kehormatan DPR, KPK, bahkan Mahkamah Konstitusi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut saya justru Yusuf sekarang menjadi pion kepentingan politik tertentu, kenapa tak fokus saja ke tudingan korupsi, tanpa harus membawa ke MK, karena kalau ke sana ada potensi bagi MK untuk membubarkan partai, masak Yusuf ingin bubarkan partai sendiri. Saya sayangkan, konflik ini mengarah pada zero sum game,&amp;rdquo; urainya.
&amp;nbsp;
Namun, Burhan menegaskan, celah bagi kelompok luar untuk menginfiltrasi PKS akan tertutup dengan sendirinya apabila partai tersebut memiliki soliditas tinggi. Seharusnya bibit konflik internal yang mulai tumbuh sejak lama dikelola dengan baik sehingga tidak membesar dan mencuat ke permukaan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebenarnya secara internal bibitnya ada, jadi memang ada persoalan tak tuntas di PKS. Ada kontestasi yang makin tak sehat antara kedua belah kubu. Kasus Yusuf sudah lama, sejak 2004. Kemudian mediasi gagal dan berujung pada pemecatan. Memang harus ada instropeksi internal untuk menyelesaikan mekanisme perbedaan pendapat dan tranparansi,&amp;rdquo; urainya.
&amp;nbsp;
Di atas segalanya, Burhan tetap tidak sepakat dengan langkah Yusuf mengumbar aib partainya ke luar, sehingga muncul kesan dia menjadi alat kepentingan pihak luar. Di sisi lain, dia pun menyayangkan respons PKS yang kurang elok. &amp;ldquo;Masak petinggi PKS mengatakan yang waras ngalah, itu kan sama saja dengan menuding Yusuf Supendi tidak waras,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
