<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mubarok Ibaratkan SBY Imam Salat</title><description>&quot;Koalisi itu ibarat salat berjamaah. Makmum harus nurut dengan  imam selama salat berlangsung. Tidak bisa mengganti imam di  tengah-tengah salat,&quot;  sindir Mubarok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/30/339/440647/mubarok-ibaratkan-sby-imam-salat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/30/339/440647/mubarok-ibaratkan-sby-imam-salat"/><item><title>Mubarok Ibaratkan SBY Imam Salat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/30/339/440647/mubarok-ibaratkan-sby-imam-salat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/30/339/440647/mubarok-ibaratkan-sby-imam-salat</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2011 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/30/339/440647/1d493vQTCu.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/30/339/440647/1d493vQTCu.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok menilai Presiden tidak bisa dimakzulkan seenaknya.Hal tersebut diungkapkan Mubarok menjawab pertanyaan audiens saat diskusi kenegaraan di Gedung DPD Jakarta, Rabu (30/3/2011).&quot;Pak Mubarok, rakyat sudah kecewa dengan SBY yang tidak becus memimpin negara ini. Sikap leadership beliau yang tidak tegas, ragu-ragu, dan lambat menangani persoalan di negara ini. Kami mempersilakan beliau untuk istirahat lebih cepat,&quot; ujar salah seorang penanya saat sesi tanya jawab.Menanggapi hal tersebut, Mubarok memiliki jawaban sendiri. &quot;Jangan salahkan Presiden lha wong rakyat yang memilih dia, berarti rakyat dong yang salah kenapa pilih dia. Yang menawarkan paket 'lebih cepat lebih baik' saja tidak dipilih,&quot; sindir Mubarok.&quot;Koalisi itu ibarat salat berjamaah. Makmum harus nurut dengan imam selama salat berlangsung. Tidak bisa mengganti imam di tengah-tengah salat. Kalau mau jadi imam tunggu di salat berikutnya,&quot; sindir Mubarok saat Diskusi Kenegaraan di Gedung DPD Jakarta, Rabu (30/3/2011).Hal berbeda diungkapkan Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Maswadi Rauf menanggapi pernyataan Mubarok. &quot;Jangan salah profesor (Mubarok), makmum boleh menyuruh imam bila bacaan selama salat tidak benar, tidak harus menunggu salat selesai,&quot; ungkap Maswadi diikuti gelak tawa para audiens yang hadir.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok menilai Presiden tidak bisa dimakzulkan seenaknya.Hal tersebut diungkapkan Mubarok menjawab pertanyaan audiens saat diskusi kenegaraan di Gedung DPD Jakarta, Rabu (30/3/2011).&quot;Pak Mubarok, rakyat sudah kecewa dengan SBY yang tidak becus memimpin negara ini. Sikap leadership beliau yang tidak tegas, ragu-ragu, dan lambat menangani persoalan di negara ini. Kami mempersilakan beliau untuk istirahat lebih cepat,&quot; ujar salah seorang penanya saat sesi tanya jawab.Menanggapi hal tersebut, Mubarok memiliki jawaban sendiri. &quot;Jangan salahkan Presiden lha wong rakyat yang memilih dia, berarti rakyat dong yang salah kenapa pilih dia. Yang menawarkan paket 'lebih cepat lebih baik' saja tidak dipilih,&quot; sindir Mubarok.&quot;Koalisi itu ibarat salat berjamaah. Makmum harus nurut dengan imam selama salat berlangsung. Tidak bisa mengganti imam di tengah-tengah salat. Kalau mau jadi imam tunggu di salat berikutnya,&quot; sindir Mubarok saat Diskusi Kenegaraan di Gedung DPD Jakarta, Rabu (30/3/2011).Hal berbeda diungkapkan Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Maswadi Rauf menanggapi pernyataan Mubarok. &quot;Jangan salah profesor (Mubarok), makmum boleh menyuruh imam bila bacaan selama salat tidak benar, tidak harus menunggu salat selesai,&quot; ungkap Maswadi diikuti gelak tawa para audiens yang hadir.</content:encoded></item></channel></rss>
