<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Ulat Penuhi Rumah Warga?</title><description>Kupu-kupu dengan cepat bertelur menghasilkan ulat. Dalam beberapa pekan,  ulat-ulat itu kembali menjadi kupu-kupu setelah &amp;lsquo;bertapa&amp;rsquo; di dalam kepompong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/30/340/440576/mengapa-ulat-penuhi-rumah-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/03/30/340/440576/mengapa-ulat-penuhi-rumah-warga"/><item><title>Mengapa Ulat Penuhi Rumah Warga?</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/03/30/340/440576/mengapa-ulat-penuhi-rumah-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/03/30/340/440576/mengapa-ulat-penuhi-rumah-warga</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2011 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/30/340/440576/xTS1M5cQW6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ulat bulu memenuhi rumah di Desa Sumber Kedawung 4, Leces. (Dok: Sun TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/30/340/440576/xTS1M5cQW6.jpg</image><title>Ulat bulu memenuhi rumah di Desa Sumber Kedawung 4, Leces. (Dok: Sun TV)</title></images><description>PROBOLINGGO- Kupu-kupu dengan cepat bertelur menghasilkan ulat. Dalam beberapa pekan, ulat-ulat itu kembali menjadi kupu-kupu setelah &amp;lsquo;bertapa&amp;rsquo; di dalam kepompong.
&amp;nbsp;
Cepatnya peredaran serangga gatal ini, membuat tanaman di beberapa kecamatan di Probolinggo, Jawa Timur, menjadi persinggahan mereka. Sehingga ulat tersebut akan mencari tempat alternatif untuk berevolusi menjadi kupu-kupu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk berubah menjadi kupu-kupu mereka harus mencari tempat teduh. Nah karena pohon-pohon sudah penuh, ulat-ulat itu mencari tempat lain. Makanya mereka ke rumah atap rumah warga,&amp;rdquo; jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Hasyim Ashari saat dihubungi okezone, Rabu (30/3/2011).
&amp;nbsp;
Berdasarkan alasan ini, Haysim menepis bahwa ulat bulu tersebut hendak mencelakai manusia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi ulat-ulat itu sebenarnya bukan ingin mengincar manusia. Karena mereka butuh tempat yang teduh dan yang ada hanya rumah karena pohon-pohon juga sudah penuh,&amp;rdquo; terangnya lagi.
&amp;nbsp;
Soal penyebaran ulat yang cepat, Hasyim memaparkan, bahwa telur-telur ulat dihasilkan dari kupu-kupu. Bukan ulat yang melakukan perjalanan dari satu desa ke desa lain untuk berkembang biak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kupu-kupu terbang ke tempat mana saja yang aman untuk menetaskan telur-telurnya. Kalau ulat sudah menetap di satu pohon dia tidak akan ke mana-mana lagi,&amp;rdquo; sambung Hasyim.
&amp;nbsp;
Masalahnya, lanjut Hasyim, pihaknya sulit mendeteksi kupu-kupu karena mereka terbang pada malam hari. Sementara pada siang hari bersembunyi.
&amp;nbsp;
Karena itu, Hasyim menegaskan pihaknya akan terus melakukan penyemprotan hingga sepekan ke depan. &amp;ldquo;Dalam sebulan sudah bisa tuntas,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>PROBOLINGGO- Kupu-kupu dengan cepat bertelur menghasilkan ulat. Dalam beberapa pekan, ulat-ulat itu kembali menjadi kupu-kupu setelah &amp;lsquo;bertapa&amp;rsquo; di dalam kepompong.
&amp;nbsp;
Cepatnya peredaran serangga gatal ini, membuat tanaman di beberapa kecamatan di Probolinggo, Jawa Timur, menjadi persinggahan mereka. Sehingga ulat tersebut akan mencari tempat alternatif untuk berevolusi menjadi kupu-kupu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk berubah menjadi kupu-kupu mereka harus mencari tempat teduh. Nah karena pohon-pohon sudah penuh, ulat-ulat itu mencari tempat lain. Makanya mereka ke rumah atap rumah warga,&amp;rdquo; jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Hasyim Ashari saat dihubungi okezone, Rabu (30/3/2011).
&amp;nbsp;
Berdasarkan alasan ini, Haysim menepis bahwa ulat bulu tersebut hendak mencelakai manusia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi ulat-ulat itu sebenarnya bukan ingin mengincar manusia. Karena mereka butuh tempat yang teduh dan yang ada hanya rumah karena pohon-pohon juga sudah penuh,&amp;rdquo; terangnya lagi.
&amp;nbsp;
Soal penyebaran ulat yang cepat, Hasyim memaparkan, bahwa telur-telur ulat dihasilkan dari kupu-kupu. Bukan ulat yang melakukan perjalanan dari satu desa ke desa lain untuk berkembang biak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kupu-kupu terbang ke tempat mana saja yang aman untuk menetaskan telur-telurnya. Kalau ulat sudah menetap di satu pohon dia tidak akan ke mana-mana lagi,&amp;rdquo; sambung Hasyim.
&amp;nbsp;
Masalahnya, lanjut Hasyim, pihaknya sulit mendeteksi kupu-kupu karena mereka terbang pada malam hari. Sementara pada siang hari bersembunyi.
&amp;nbsp;
Karena itu, Hasyim menegaskan pihaknya akan terus melakukan penyemprotan hingga sepekan ke depan. &amp;ldquo;Dalam sebulan sudah bisa tuntas,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
