<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir 170 Cm, Aktivitas Warga di Demak Lumpuh</title><description>Banjir setinggi leher orang dewasa di Demak, Jawa Tengah, menyebabkan  aktivitas warga lumpuh. Ratusan rumah panggung tak luput dari genangan  air Sungai Tuntang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/04/340/442288/banjir-170-cm-aktivitas-warga-di-demak-lumpuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/04/340/442288/banjir-170-cm-aktivitas-warga-di-demak-lumpuh"/><item><title>Banjir 170 Cm, Aktivitas Warga di Demak Lumpuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/04/340/442288/banjir-170-cm-aktivitas-warga-di-demak-lumpuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/04/340/442288/banjir-170-cm-aktivitas-warga-di-demak-lumpuh</guid><pubDate>Senin 04 April 2011 17:18 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/04/340/442288/aATOru3max.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Desa Ploso, Demak, menyelematkan barang mereka dari banjir. (Dok: Sun TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/04/340/442288/aATOru3max.jpg</image><title>Warga Desa Ploso, Demak, menyelematkan barang mereka dari banjir. (Dok: Sun TV)</title></images><description>DEMAK- Banjir setinggi leher orang dewasa di Demak, Jawa Tengah, menyebabkan aktivitas warga lumpuh. Ratusan rumah panggung tak luput dari genangan air Sungai Tuntang yang meluap sejak Senin (4/4/2011) pagi.Banjir di antaranya melanda Desa Ploso, Kecamatan Karang Tengah, mencapai ketinggian 170 sentimeter.Warga terpaksa menggunakan sarana transpotasi gerobak untuk mengangkut barang-barang agar tidak rusak terendam banjir. Sementara untuk menyeberang warga menggunakan perahu karet.Kendati rumah warga berbentuk panggung, namun banjir tetap masuk ke rumah dengan ketinggian antara 30 sampai 50 sentimeter.Namun warga enggan mengungsi karena khawatir keamanan barang-barang berharga mereka jika ditinggalkan. Jalan utama desa yang menghubungkan tiga kecamatan yakni Karangtengah, Guntur, dan Wonosalam juga tidak bisa dilalui sehingga banyak pengendara motor yang memilih jalur memutar.Fadli, warga Desa Ploso, mengaku khawatir akan terjadi banjir susulan karena hingga saat ini daerah atas Ungaran, Ambarawa, dan Salatiga masih diguyur hujan.Warga juga mengeluhkan minimnya air bersih, sehingga air banjir yang keruh pun digunakan untuk memasak dan minum.Meski Desa Ploso menjadi langganan banjir, namun belum terlihat peran pemerintah setempat untuk menanggulanginya.</description><content:encoded>DEMAK- Banjir setinggi leher orang dewasa di Demak, Jawa Tengah, menyebabkan aktivitas warga lumpuh. Ratusan rumah panggung tak luput dari genangan air Sungai Tuntang yang meluap sejak Senin (4/4/2011) pagi.Banjir di antaranya melanda Desa Ploso, Kecamatan Karang Tengah, mencapai ketinggian 170 sentimeter.Warga terpaksa menggunakan sarana transpotasi gerobak untuk mengangkut barang-barang agar tidak rusak terendam banjir. Sementara untuk menyeberang warga menggunakan perahu karet.Kendati rumah warga berbentuk panggung, namun banjir tetap masuk ke rumah dengan ketinggian antara 30 sampai 50 sentimeter.Namun warga enggan mengungsi karena khawatir keamanan barang-barang berharga mereka jika ditinggalkan. Jalan utama desa yang menghubungkan tiga kecamatan yakni Karangtengah, Guntur, dan Wonosalam juga tidak bisa dilalui sehingga banyak pengendara motor yang memilih jalur memutar.Fadli, warga Desa Ploso, mengaku khawatir akan terjadi banjir susulan karena hingga saat ini daerah atas Ungaran, Ambarawa, dan Salatiga masih diguyur hujan.Warga juga mengeluhkan minimnya air bersih, sehingga air banjir yang keruh pun digunakan untuk memasak dan minum.Meski Desa Ploso menjadi langganan banjir, namun belum terlihat peran pemerintah setempat untuk menanggulanginya.</content:encoded></item></channel></rss>
