<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Periksa 2 Head Teller Citibank Landmark</title><description>Penyidik Bareskrim Polri hari ini akan memeriksa dua orang Head Teller  Citibank Landmark, terkait tindak pidana pembobolan dana nasabah senilai  puluhan miliar oleh Senior Relation Manager Citibank, Melinda Dee.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/06/338/443020/polisi-periksa-2-head-teller-citibank-landmark</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/06/338/443020/polisi-periksa-2-head-teller-citibank-landmark"/><item><title>Polisi Periksa 2 Head Teller Citibank Landmark</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/06/338/443020/polisi-periksa-2-head-teller-citibank-landmark</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/06/338/443020/polisi-periksa-2-head-teller-citibank-landmark</guid><pubDate>Rabu 06 April 2011 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/06/338/443020/7M9W1gr1zL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Citibank (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/06/338/443020/7M9W1gr1zL.jpg</image><title>Citibank (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri hari ini akan memeriksa dua orang Head Teller Citibank Landmark, terkait tindak pidana pembobolan dana nasabah senilai puluhan miliar oleh Senior Relation Manager Citibank, Melinda Dee.&quot;Dari hasil koordinasi dengan penyidik untuk program, hari ini penyidik akan periksa dua pegawai sebagai head teller (Citibank). Inisialnya W dan N,&quot; ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Rabu (6/4/2011).Penyidik, kata Anton, juga akan melakukan rekonstruksi terkait bagaimana Melinda melakukan transfer dana para nasabahnya ke rekening miliknya, setelah pemeriksaan terhadap kedua teller rampung hari ini. Bila tidak selesai maka akan dilanjutkan esok hari.&quot;Dilanjutkan besok untuk merekonstruksi bagaimana mentransfer dana kepada rekening Melinda. Jadi sesuai standar operasional yang berlaku di Citibank bagaimana, apa yang dilakukan Melinda bagaimana sehingga kita bisa tahu apakah sesuai SOP, dia melanggar dan sebagainya kita bisa tahu setelah itu selesai,&quot; jelas jenderal bintang dua ini.Sementara itu, hingga saat ini nasabah yang menjadi korban Melinda baru tiga  orang yang melapor ke Citibank. Lantas siapa saja mereka? &quot;Itu enggak bisa saya sebutkan. Itu privasi mereka,&quot; tutup Anton.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri hari ini akan memeriksa dua orang Head Teller Citibank Landmark, terkait tindak pidana pembobolan dana nasabah senilai puluhan miliar oleh Senior Relation Manager Citibank, Melinda Dee.&quot;Dari hasil koordinasi dengan penyidik untuk program, hari ini penyidik akan periksa dua pegawai sebagai head teller (Citibank). Inisialnya W dan N,&quot; ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Rabu (6/4/2011).Penyidik, kata Anton, juga akan melakukan rekonstruksi terkait bagaimana Melinda melakukan transfer dana para nasabahnya ke rekening miliknya, setelah pemeriksaan terhadap kedua teller rampung hari ini. Bila tidak selesai maka akan dilanjutkan esok hari.&quot;Dilanjutkan besok untuk merekonstruksi bagaimana mentransfer dana kepada rekening Melinda. Jadi sesuai standar operasional yang berlaku di Citibank bagaimana, apa yang dilakukan Melinda bagaimana sehingga kita bisa tahu apakah sesuai SOP, dia melanggar dan sebagainya kita bisa tahu setelah itu selesai,&quot; jelas jenderal bintang dua ini.Sementara itu, hingga saat ini nasabah yang menjadi korban Melinda baru tiga  orang yang melapor ke Citibank. Lantas siapa saja mereka? &quot;Itu enggak bisa saya sebutkan. Itu privasi mereka,&quot; tutup Anton.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
