<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Rakyat Jelas-Jelas Menolak Gedung Baru&quot;</title><description>Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus &quot;berteriak&quot; agar pembangunan gedung baru DPR ditunda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/08/339/443855/rakyat-jelas-jelas-menolak-gedung-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/08/339/443855/rakyat-jelas-jelas-menolak-gedung-baru"/><item><title>&quot;Rakyat Jelas-Jelas Menolak Gedung Baru&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/08/339/443855/rakyat-jelas-jelas-menolak-gedung-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/08/339/443855/rakyat-jelas-jelas-menolak-gedung-baru</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2011 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/08/339/443855/hqnLAi6k2T.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/08/339/443855/hqnLAi6k2T.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus &quot;berteriak&quot; agar pembangunan gedung baru DPR ditunda. Sejumlah politisi partai berlambang banteng tersebut angkat bicara dalam rapat paripurna DPR yang seharusnya mengagendakan laporan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) mengenai rancangan anggaran 2012.Politisi PDIP Arya Bima meminta pembangunan ditunda. &amp;ldquo;Demi kebesaran lembaga kita. Ini penting. Sikap kita tetap penundaan pembangunan, kalau kondisi masyarakat tidak memungkinkan seperti ini mengapa tetap dilanjutkan. Timingnya yang tidak tepat,&amp;rdquo; kata Arya saat rapat paripurna DPR, Jumat (8/4/2011).&amp;ldquo;Sejak tadi malam hingga pagi ini lembaga kita di hujat habis-habisan oleh media mengenai pembagunan gedung. Saya minta agenda ini ditunda. Persepsi publik semakin negatif kepada kita,&amp;rdquo; katanya.Tak hanya Arya, politisi lainnya, Maruarar Sirait juga melakukan protes bahkan dia maju ke meja pimpinan sidang. &amp;ldquo;Ada yg mengatakan rakyat mana yang diwakili. Mayoritas penduduk Indonesia menolak pembangunan gedung tahun 2011, Dulu soal laptop ada anggarannya, karena rakyat menolak akhirnya bisa. Jangan ada yang mengambil keuntungan pencitraan politik,&amp;rdquo; kata MaruararMaruar menegaskan, penundaan ini dilakukan dengan alasan aspirasi rakyat jelas-jelas menolak. &amp;ldquo;Itu yang kami temui dan kami dengar langsung,&amp;rdquo; kata Ara, panggilan Maruar.</description><content:encoded>JAKARTA- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus &quot;berteriak&quot; agar pembangunan gedung baru DPR ditunda. Sejumlah politisi partai berlambang banteng tersebut angkat bicara dalam rapat paripurna DPR yang seharusnya mengagendakan laporan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) mengenai rancangan anggaran 2012.Politisi PDIP Arya Bima meminta pembangunan ditunda. &amp;ldquo;Demi kebesaran lembaga kita. Ini penting. Sikap kita tetap penundaan pembangunan, kalau kondisi masyarakat tidak memungkinkan seperti ini mengapa tetap dilanjutkan. Timingnya yang tidak tepat,&amp;rdquo; kata Arya saat rapat paripurna DPR, Jumat (8/4/2011).&amp;ldquo;Sejak tadi malam hingga pagi ini lembaga kita di hujat habis-habisan oleh media mengenai pembagunan gedung. Saya minta agenda ini ditunda. Persepsi publik semakin negatif kepada kita,&amp;rdquo; katanya.Tak hanya Arya, politisi lainnya, Maruarar Sirait juga melakukan protes bahkan dia maju ke meja pimpinan sidang. &amp;ldquo;Ada yg mengatakan rakyat mana yang diwakili. Mayoritas penduduk Indonesia menolak pembangunan gedung tahun 2011, Dulu soal laptop ada anggarannya, karena rakyat menolak akhirnya bisa. Jangan ada yang mengambil keuntungan pencitraan politik,&amp;rdquo; kata MaruararMaruar menegaskan, penundaan ini dilakukan dengan alasan aspirasi rakyat jelas-jelas menolak. &amp;ldquo;Itu yang kami temui dan kami dengar langsung,&amp;rdquo; kata Ara, panggilan Maruar.</content:encoded></item></channel></rss>
