<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengunduran Diri Arifinto Tak Patut Dibanggakan</title><description>Pengunduran diri politisi PKS Arifinto selain banyak menuai apresiasi juga mematik reaksi miring.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/12/339/445043/pengunduran-diri-arifinto-tak-patut-dibanggakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/12/339/445043/pengunduran-diri-arifinto-tak-patut-dibanggakan"/><item><title>Pengunduran Diri Arifinto Tak Patut Dibanggakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/12/339/445043/pengunduran-diri-arifinto-tak-patut-dibanggakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/12/339/445043/pengunduran-diri-arifinto-tak-patut-dibanggakan</guid><pubDate>Selasa 12 April 2011 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/12/339/445043/bOX6wJnb1A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto:M Irfan/Media indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/12/339/445043/bOX6wJnb1A.jpg</image><title>(Foto:M Irfan/Media indonesia)</title></images><description>SURABAYA- Pengunduran diri politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto selain banyak menuai apresiasi juga mematik reaksi miring. Pengunduran diri yang dilakukan oleh Arifinto sebagai anggota DPR bukanlah hal yang istimewa melainkan adalah konsekuensi perbuatan.&quot;Itu bukan hal istimewa. Jadi jangan terlalu disanjung-sanjung sebagai seorang kesatria,&quot; ujar Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid kepada okezone, Selasa (12/4/2011).Sikap Arifinto itu, katanya adalah salah satu bentuk pelanggaran moral sebagai wakil rakyat. Padahal, banyak pelanggaran-pelanggaran moral yang dilakukan oleh para wakil rakyat. Seperti mangkir saat sidang, tidur saat Paripurna, tidak ikut rapat pleno. &quot;Sebenarnya banyak pelanggaran moral tak hanya melihat video porno saja,&quot; tambah NadjibHanya saja, saat melakukan pelanggaran itu, yang bersangkutan kepergok pewarta foto dan akhirnya publik mengetahuinya. Kasus Arifinto ini, katanya adalah cermin para wakil rakyat. Meski demikian dia yakin tidak semua anggota DPR menjadi 'pelanggan' dalam melanggar norma.Wakil rakyat saat ini sudah tidak sebagai penyambung lidah rakyat. Contohnya, polemik pembangunan gedung baru DPR. Sebagai wakil rakyat tentunya mendengarkan apa kata rakyat.&quot;Lha ini sudah tahu jelas-jelas sebagian besar rakyat menolak pembangunan gedung baru, kok malah jalan terus. Mereka mengabaikan moral,&quot; tutur Nadjib.Di balik ngototnya anggota dewan soal gedung baru, dia menduga, pembangunan itu adalah untuk kepentingan pribadi. &quot;Tentunya setiap proyek yang besar akan menghasilkan yang besar pula,&quot; sindir Nadjib.</description><content:encoded>SURABAYA- Pengunduran diri politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto selain banyak menuai apresiasi juga mematik reaksi miring. Pengunduran diri yang dilakukan oleh Arifinto sebagai anggota DPR bukanlah hal yang istimewa melainkan adalah konsekuensi perbuatan.&quot;Itu bukan hal istimewa. Jadi jangan terlalu disanjung-sanjung sebagai seorang kesatria,&quot; ujar Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid kepada okezone, Selasa (12/4/2011).Sikap Arifinto itu, katanya adalah salah satu bentuk pelanggaran moral sebagai wakil rakyat. Padahal, banyak pelanggaran-pelanggaran moral yang dilakukan oleh para wakil rakyat. Seperti mangkir saat sidang, tidur saat Paripurna, tidak ikut rapat pleno. &quot;Sebenarnya banyak pelanggaran moral tak hanya melihat video porno saja,&quot; tambah NadjibHanya saja, saat melakukan pelanggaran itu, yang bersangkutan kepergok pewarta foto dan akhirnya publik mengetahuinya. Kasus Arifinto ini, katanya adalah cermin para wakil rakyat. Meski demikian dia yakin tidak semua anggota DPR menjadi 'pelanggan' dalam melanggar norma.Wakil rakyat saat ini sudah tidak sebagai penyambung lidah rakyat. Contohnya, polemik pembangunan gedung baru DPR. Sebagai wakil rakyat tentunya mendengarkan apa kata rakyat.&quot;Lha ini sudah tahu jelas-jelas sebagian besar rakyat menolak pembangunan gedung baru, kok malah jalan terus. Mereka mengabaikan moral,&quot; tutur Nadjib.Di balik ngototnya anggota dewan soal gedung baru, dia menduga, pembangunan itu adalah untuk kepentingan pribadi. &quot;Tentunya setiap proyek yang besar akan menghasilkan yang besar pula,&quot; sindir Nadjib.</content:encoded></item></channel></rss>
