<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Disukai Politikus Kutu Loncat karena Besar</title><description>Partai Demokrat menegaskan tidak pernah  melakukan upaya&amp;nbsp; mempengaruhi siapapun, termasuk  kepala daerah dari partai politik (parpol) lain untuk bergabung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/16/339/446672/demokrat-disukai-politikus-kutu-loncat-karena-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/16/339/446672/demokrat-disukai-politikus-kutu-loncat-karena-besar"/><item><title>Demokrat Disukai Politikus Kutu Loncat karena Besar</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/16/339/446672/demokrat-disukai-politikus-kutu-loncat-karena-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/16/339/446672/demokrat-disukai-politikus-kutu-loncat-karena-besar</guid><pubDate>Sabtu 16 April 2011 04:40 WIB</pubDate><dc:creator>Adam Prawira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/16/339/446672/6XjXQzNhtI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dede Yusuf (Foto: sahrudin.wordpress.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/16/339/446672/6XjXQzNhtI.jpg</image><title>Dede Yusuf (Foto: sahrudin.wordpress.com)</title></images><description>JAKARTA - Partai Demokrat menegaskan tidak pernah melakukan upaya&amp;nbsp; mempengaruhi siapapun, termasuk kepala daerah dari partai politik (parpol) lain untuk bergabung.
&amp;nbsp;
Apabila ada kepala daerah yang memutuskan&amp;nbsp; bergabung dengan Demokrat, hal tersebut didasarkan atas keinginan yang bersangkutan. &quot;Kami tidak pernah mempengaruhi kepala daerah untuk masuk Demokrat. Partai kita adalah partai terbuka,&quot; ujar Ketua DPP Partai Demokrat Ignatius Mulyono&amp;nbsp; ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (15/4/2011). .
&amp;nbsp;
Dia menduga banyak politikus tidak terkecuali yang sedang menjabat kepala daerah karena menilai Demokrat sebagai partai yang menjanjikan.
&amp;nbsp;
Bayangkan, kata Ignatius, Demokrat pada 2004 mempunyai 57 kursi di parlemen, lalu meningkat drastis dengan meraih 148 kursi pada 2009. &quot;Ke depan akan semakin besar,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dengan realitas kekuatan politik yang dimiliki Demokrat, Ignatius menilai sebagai suatu kewajaran apabila politikus dari parpol lain ingin masuk ke Demokrat.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi kami sama sekali tidak menarik-narik orang untuk masuk Demokrat,&quot; ujar Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini.
&amp;nbsp;
Dia tidak setuju dengan penilaian politikus yang pindah parpol sebagai &quot;kutu loncat&quot;. Pasalnya, setiap orang mempunyai hak untuk memilih parpol yang dianggapnya tepat sebagai tempat mengekspresikan pandangan politiknya. &quot;Itu hak asasi setiap orag, jangan lantas mempersalahkan Demokrat,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Terkait&amp;nbsp; rencana kepindahan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Effendy ke Demokrat, Ignatius melihat sebagai sesuatu yang lumrah.
&amp;nbsp;
&quot;Mungkin Dede ingin maju sebagai gubernur lalu mencari 'kapal' yang lebih besar,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ignatius menambahkan, kalaupun&amp;nbsp; Dede bergabung ke Demokrat lalu mengukir prestasi dalam menjalankan tugasnya maka hal itu juga menjadi kebanggaan PAN, sebagai partai yang telah membesarkannya.
&amp;nbsp;
Kendati sebagai partai terbuka, Ignatius menegaskan Demokrat akan selektif dalam menerima kader baru dengan melihat latar belakangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Demokrat menegaskan tidak pernah melakukan upaya&amp;nbsp; mempengaruhi siapapun, termasuk kepala daerah dari partai politik (parpol) lain untuk bergabung.
&amp;nbsp;
Apabila ada kepala daerah yang memutuskan&amp;nbsp; bergabung dengan Demokrat, hal tersebut didasarkan atas keinginan yang bersangkutan. &quot;Kami tidak pernah mempengaruhi kepala daerah untuk masuk Demokrat. Partai kita adalah partai terbuka,&quot; ujar Ketua DPP Partai Demokrat Ignatius Mulyono&amp;nbsp; ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (15/4/2011). .
&amp;nbsp;
Dia menduga banyak politikus tidak terkecuali yang sedang menjabat kepala daerah karena menilai Demokrat sebagai partai yang menjanjikan.
&amp;nbsp;
Bayangkan, kata Ignatius, Demokrat pada 2004 mempunyai 57 kursi di parlemen, lalu meningkat drastis dengan meraih 148 kursi pada 2009. &quot;Ke depan akan semakin besar,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dengan realitas kekuatan politik yang dimiliki Demokrat, Ignatius menilai sebagai suatu kewajaran apabila politikus dari parpol lain ingin masuk ke Demokrat.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi kami sama sekali tidak menarik-narik orang untuk masuk Demokrat,&quot; ujar Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini.
&amp;nbsp;
Dia tidak setuju dengan penilaian politikus yang pindah parpol sebagai &quot;kutu loncat&quot;. Pasalnya, setiap orang mempunyai hak untuk memilih parpol yang dianggapnya tepat sebagai tempat mengekspresikan pandangan politiknya. &quot;Itu hak asasi setiap orag, jangan lantas mempersalahkan Demokrat,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Terkait&amp;nbsp; rencana kepindahan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Effendy ke Demokrat, Ignatius melihat sebagai sesuatu yang lumrah.
&amp;nbsp;
&quot;Mungkin Dede ingin maju sebagai gubernur lalu mencari 'kapal' yang lebih besar,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ignatius menambahkan, kalaupun&amp;nbsp; Dede bergabung ke Demokrat lalu mengukir prestasi dalam menjalankan tugasnya maka hal itu juga menjadi kebanggaan PAN, sebagai partai yang telah membesarkannya.
&amp;nbsp;
Kendati sebagai partai terbuka, Ignatius menegaskan Demokrat akan selektif dalam menerima kader baru dengan melihat latar belakangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
