<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>13 Korban Bom Cirebon Masih Dirawat</title><description>Mabes Polri menyatakan korban luka yang masih dirawat akibat terkena  ledakan bom di Masjid Ad Dzikra Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, tinggal  13 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/17/337/446948/13-korban-bom-cirebon-masih-dirawat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/17/337/446948/13-korban-bom-cirebon-masih-dirawat"/><item><title>13 Korban Bom Cirebon Masih Dirawat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/17/337/446948/13-korban-bom-cirebon-masih-dirawat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/17/337/446948/13-korban-bom-cirebon-masih-dirawat</guid><pubDate>Minggu 17 April 2011 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/17/337/446948/oULFVdAJtg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/17/337/446948/oULFVdAJtg.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mabes Polri menyatakan korban luka yang masih dirawat akibat terkena ledakan bom di Masjid Ad Dzikra Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, tinggal 13 orang.&amp;ldquo;Alhasil dari 30 tinggal 13 orang yang masih dirawat, enam luka berat, sisanya luka ringan,&amp;rdquo; ucap KadivHumas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bahrul Alam saat menggelar jumpa pers di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 1, Jakarta Selatan, Minggu (17/4/2011).Kapolres Cirebon AKBP Herukoco, lanjutnya, tadi pagi dipidahkan ke Rumah Sakit Pertamina. Anton berharap dalam waktu dekat kesehatan AKBP Herukoco bisa pulih. &quot;Tentu anggota kami di lapangan berusaha keras mengungkap kasus ini untuk itu kami berharap masyarakat dukungan dan ketenangannya,&quot; imbuhnya.Sejauh ini Polri juga telah memeriksa 19 saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus bom bunuh diri tersebut. &quot;Perkembangan update data ledakan bom, sampai hari ini sudah melakukan pemeriksaan saksi 19 orang. Termasuk anggota kami,&quot; paparnya.Polri mengaku belum dapat memastikan bahwa pelaku pengeboman adalah M Syarif. &quot;Di RS Polri ini sedang berjalan jadi kami masih menunggu juga. Memang menurut SOP internasional itu memakan waktu 12-13 hari,&quot; tutupnya.Untuk memastikan tersangka pelaku benar-benar M Syarif, polisi akan melakukan pembandingan sampel DNA dari orangtua Syarif. Yaitu Abdul Kadir (66) dan Ratu Srimulat (50).&quot;Sampai saat ini proses berlangsung kita tunggu hasilnya, agar proses ini berjalan lancar sehingga berdasarkan science benar-benar memang ini adalah M Syarif,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mabes Polri menyatakan korban luka yang masih dirawat akibat terkena ledakan bom di Masjid Ad Dzikra Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, tinggal 13 orang.&amp;ldquo;Alhasil dari 30 tinggal 13 orang yang masih dirawat, enam luka berat, sisanya luka ringan,&amp;rdquo; ucap KadivHumas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bahrul Alam saat menggelar jumpa pers di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 1, Jakarta Selatan, Minggu (17/4/2011).Kapolres Cirebon AKBP Herukoco, lanjutnya, tadi pagi dipidahkan ke Rumah Sakit Pertamina. Anton berharap dalam waktu dekat kesehatan AKBP Herukoco bisa pulih. &quot;Tentu anggota kami di lapangan berusaha keras mengungkap kasus ini untuk itu kami berharap masyarakat dukungan dan ketenangannya,&quot; imbuhnya.Sejauh ini Polri juga telah memeriksa 19 saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus bom bunuh diri tersebut. &quot;Perkembangan update data ledakan bom, sampai hari ini sudah melakukan pemeriksaan saksi 19 orang. Termasuk anggota kami,&quot; paparnya.Polri mengaku belum dapat memastikan bahwa pelaku pengeboman adalah M Syarif. &quot;Di RS Polri ini sedang berjalan jadi kami masih menunggu juga. Memang menurut SOP internasional itu memakan waktu 12-13 hari,&quot; tutupnya.Untuk memastikan tersangka pelaku benar-benar M Syarif, polisi akan melakukan pembandingan sampel DNA dari orangtua Syarif. Yaitu Abdul Kadir (66) dan Ratu Srimulat (50).&quot;Sampai saat ini proses berlangsung kita tunggu hasilnya, agar proses ini berjalan lancar sehingga berdasarkan science benar-benar memang ini adalah M Syarif,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
