<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Polisi Saat UN? Lebay, Ah!</title><description>Tahun ini, pemerintah melibatkan polisi tak hanya dalam penjagaan  distribusi soal ujian nasional (UN), tetapi juga dalam pengawasan di  sekolah. Mereka nantinya akan berpakaian preman. </description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/18/373/446906/ada-polisi-saat-un-lebay-ah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/18/373/446906/ada-polisi-saat-un-lebay-ah"/><item><title>Ada Polisi Saat UN? Lebay, Ah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/18/373/446906/ada-polisi-saat-un-lebay-ah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/18/373/446906/ada-polisi-saat-un-lebay-ah</guid><pubDate>Senin 18 April 2011 06:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/17/373/446906/sbk5EFxBKq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/17/373/446906/sbk5EFxBKq.jpg</image><title>Foto: okezone.com</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tahun ini, pemerintah melibatkan polisi tak hanya dalam penjagaan distribusi soal ujian nasional (UN), tetapi juga dalam pengawasan di sekolah. Mereka nantinya akan berpakaian preman. Dick Feriano, siswa SMAN 35 Jakarta yang hari ini mengikuti UN menilai, keterlibatan polisi dalam pengawasan UN terlalu berlebihan. Pemerintah, kata Dick, terlalu paranoid akibat banyaknya kasus kebocoran dan kecurangan UN tahun-tahun sebelumnya. &amp;ldquo;Lebay, ah! Bikin makin deg-degan aja. Sudah dibuat lima paket soal, ada polisi pula!,&amp;rdquo; kata siswa kelas 3 IPA ini ketika dihubungi okezone. Pendapat serupa dikemukakan oleh Mirandha Anggraini, siswi SMA 1 Taliwang, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Mirandha, karena sekolahnya tidak terletak di kota besar, maka keterlibatan polisi pun berlebihan. &amp;ldquo;Cukup pengawas dari pusat dan guru, ngapain pakai polisi segala?&amp;rdquo; ujarnya menggugat. Fahrurrozi, siswa SMAN 1 Mataram, NTB, mengaku tidak takut akan keberadaan polisi untuk mengawasi UN. Menurut siswa jurusan IPA ini, selama berlaku jujur, peserta UN tidak perlu takut. &amp;ldquo;Keterlibatan polisi menunjukkan UN merangkul banyak aspek, terutama kejujuran. Selama kita jujur, tidak ada masalah. Dijaga Densus 88 pun saya enggak akan takut,&amp;rdquo; ujar remaja yang biasa dipanggil Ozi ini. Hal itu diamini Meity, siswi kelas 3 IPA SMA Khadijah Surabaya. &amp;ldquo;Awalnya saya takut pas tahu polisi ikut jaga UN. Tapi, selama kita yakin bisa dan jujur ngerjain ujian, ngapain takut?&amp;rdquo; kata Meity.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tahun ini, pemerintah melibatkan polisi tak hanya dalam penjagaan distribusi soal ujian nasional (UN), tetapi juga dalam pengawasan di sekolah. Mereka nantinya akan berpakaian preman. Dick Feriano, siswa SMAN 35 Jakarta yang hari ini mengikuti UN menilai, keterlibatan polisi dalam pengawasan UN terlalu berlebihan. Pemerintah, kata Dick, terlalu paranoid akibat banyaknya kasus kebocoran dan kecurangan UN tahun-tahun sebelumnya. &amp;ldquo;Lebay, ah! Bikin makin deg-degan aja. Sudah dibuat lima paket soal, ada polisi pula!,&amp;rdquo; kata siswa kelas 3 IPA ini ketika dihubungi okezone. Pendapat serupa dikemukakan oleh Mirandha Anggraini, siswi SMA 1 Taliwang, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Mirandha, karena sekolahnya tidak terletak di kota besar, maka keterlibatan polisi pun berlebihan. &amp;ldquo;Cukup pengawas dari pusat dan guru, ngapain pakai polisi segala?&amp;rdquo; ujarnya menggugat. Fahrurrozi, siswa SMAN 1 Mataram, NTB, mengaku tidak takut akan keberadaan polisi untuk mengawasi UN. Menurut siswa jurusan IPA ini, selama berlaku jujur, peserta UN tidak perlu takut. &amp;ldquo;Keterlibatan polisi menunjukkan UN merangkul banyak aspek, terutama kejujuran. Selama kita jujur, tidak ada masalah. Dijaga Densus 88 pun saya enggak akan takut,&amp;rdquo; ujar remaja yang biasa dipanggil Ozi ini. Hal itu diamini Meity, siswi kelas 3 IPA SMA Khadijah Surabaya. &amp;ldquo;Awalnya saya takut pas tahu polisi ikut jaga UN. Tapi, selama kita yakin bisa dan jujur ngerjain ujian, ngapain takut?&amp;rdquo; kata Meity.</content:encoded></item></channel></rss>
