<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Enggan Menduga-Duga Motif Bomber Cirebon</title><description>Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengaku tak mau menduga-duga terkait motif di balik pemboman masjid Mapolres Cirebon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/19/337/447767/kapolri-enggan-menduga-duga-motif-bomber-cirebon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/19/337/447767/kapolri-enggan-menduga-duga-motif-bomber-cirebon"/><item><title>Kapolri Enggan Menduga-Duga Motif Bomber Cirebon</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/19/337/447767/kapolri-enggan-menduga-duga-motif-bomber-cirebon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/19/337/447767/kapolri-enggan-menduga-duga-motif-bomber-cirebon</guid><pubDate>Selasa 19 April 2011 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/19/337/447767/PXAitb516K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timur Pradopo (Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/19/337/447767/PXAitb516K.jpg</image><title>Timur Pradopo (Koran SI)</title></images><description>BOGOR- Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengaku tak mau menduga-duga terkait motif di balik pemboman masjid Mapolres Cirebon. Dia meminta msyarakat dapat bersabar menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. &quot;Saya kira tersangkanya meninggal. Kami belum bisa menerka-nerka, masih menunggu penyelidikan yang lebih lengkap. Kami enggak bisa menduga-duga. Semua ada proses lebih lanjut,&quot; ucap Timur di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/4/2011).Kapolri juga mengatakan jajarannya belum bisa memastikan bahwa M Syarif, pelaku bom bunuh diri adalah pemain tunggal. &quot;Perlu didalami, artinya masih harus merangkai dan memeriksa yang lain. Sekarang dalam proses penyelidikan sehingga kami tidak bisa menyampaikan secara utuh&amp;nbsp;apa yang terkandung dalam kegiatan- kegiatan tadi,&quot; jelas Timur. Termasuk ada dugaan pelaku lain? &quot;Sekali lagi kami masih bisa mengurai yang berkaitan dengan tersangka yang meninggal dunia itu. Tapi kaitan dengan yang lain, polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,&quot; tegasnya.Disinggung Puslabfor yang belum bisa mengidentifikasi pemicunya dari kasus bom bunuh diri ini, Kapolri berujar, &quot;Saya kira kaitannya dengan rangkaiann bom perlu ada pembahasan. Kita tunggu hasil penyelidikan lebih utuh.&quot;</description><content:encoded>BOGOR- Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengaku tak mau menduga-duga terkait motif di balik pemboman masjid Mapolres Cirebon. Dia meminta msyarakat dapat bersabar menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. &quot;Saya kira tersangkanya meninggal. Kami belum bisa menerka-nerka, masih menunggu penyelidikan yang lebih lengkap. Kami enggak bisa menduga-duga. Semua ada proses lebih lanjut,&quot; ucap Timur di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/4/2011).Kapolri juga mengatakan jajarannya belum bisa memastikan bahwa M Syarif, pelaku bom bunuh diri adalah pemain tunggal. &quot;Perlu didalami, artinya masih harus merangkai dan memeriksa yang lain. Sekarang dalam proses penyelidikan sehingga kami tidak bisa menyampaikan secara utuh&amp;nbsp;apa yang terkandung dalam kegiatan- kegiatan tadi,&quot; jelas Timur. Termasuk ada dugaan pelaku lain? &quot;Sekali lagi kami masih bisa mengurai yang berkaitan dengan tersangka yang meninggal dunia itu. Tapi kaitan dengan yang lain, polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,&quot; tegasnya.Disinggung Puslabfor yang belum bisa mengidentifikasi pemicunya dari kasus bom bunuh diri ini, Kapolri berujar, &quot;Saya kira kaitannya dengan rangkaiann bom perlu ada pembahasan. Kita tunggu hasil penyelidikan lebih utuh.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
