<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Jangankan Kartini, Sejarah Partai Saja Lupa&quot;</title><description>PDIP kerap menggembar-gemborkan  ucapan Bung Karno &amp;ldquo;Jas Merah&amp;rdquo; (jangan sekali-kali melupakan sejarah).  Tapi ternyata, justru partai tersebut yang melupakan sejarah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/21/339/448651/jangankan-kartini-sejarah-partai-saja-lupa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/21/339/448651/jangankan-kartini-sejarah-partai-saja-lupa"/><item><title>&quot;Jangankan Kartini, Sejarah Partai Saja Lupa&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/21/339/448651/jangankan-kartini-sejarah-partai-saja-lupa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/21/339/448651/jangankan-kartini-sejarah-partai-saja-lupa</guid><pubDate>Kamis 21 April 2011 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/21/339/448651/BNfIRrZ0LU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto:Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/21/339/448651/BNfIRrZ0LU.jpg</image><title>foto:Ist</title></images><description>JAKARTA- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kerap menggembar-gemborkan ucapan Bung Karno &amp;ldquo;Jas Merah&amp;rdquo; (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Tapi ternyata, justru partai tersebut yang melupakan sejarah. Ada yang aneh dalam ucapan memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Kamis (21/4/2011). Dalam spanduk yang terbentang luas milik PDIP itu terdapat satu kesalahan, yakni salah mencantumkan tanggal. Peringatan Kartini yang seharusnya dirayakan pada 21 April, ditulis menjadi tanggal 20 April.&amp;ldquo;Jangankan sejarah Kartini, banyak kader yang lupa sejarah partainya sendiri. Ini berarti Kader PDIP harus belajar sejarah lagi,&amp;rdquo; kata aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Adian Napitupulu saat dihubungi Okezone, Kamis (15/4/2011)Adian menegaskan, dari kesalahan sekecil itu, memang bukan masalah kekeliruan tanggal saja. Sebenarnya di situ bisa diketahui bahwa PDIP memang tidak menghayati sejarah. &amp;ldquo;Itukan sejarah kaum ketua umumnya, sejarah wanita, PDIP harus benar-benar menghayati,&amp;rsquo; kata Adian.Dikatakan Adian, kesalahan-kesalahan seperti itu, termasuk lupa dengan sejarah partainya sendiri dikarenakan banyak kader PDIP yang bisa dikatakan sebagai kader &amp;ldquo;In the Kost&amp;rdquo; artinya, kader yang kerjanya hanya (ngekost) dan pindah-pindah partai saja dan tidak loyal.&amp;ldquo;Dalam banyak hal proses terbentuknya PDIP tidak bisa dilupakan dari gerakan rakyat. Jangan dilupakan banyak kader gerakan rakyat, tapi nyatanya banyak yang lupa,&amp;rdquo; kata Adian.</description><content:encoded>JAKARTA- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kerap menggembar-gemborkan ucapan Bung Karno &amp;ldquo;Jas Merah&amp;rdquo; (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Tapi ternyata, justru partai tersebut yang melupakan sejarah. Ada yang aneh dalam ucapan memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Kamis (21/4/2011). Dalam spanduk yang terbentang luas milik PDIP itu terdapat satu kesalahan, yakni salah mencantumkan tanggal. Peringatan Kartini yang seharusnya dirayakan pada 21 April, ditulis menjadi tanggal 20 April.&amp;ldquo;Jangankan sejarah Kartini, banyak kader yang lupa sejarah partainya sendiri. Ini berarti Kader PDIP harus belajar sejarah lagi,&amp;rdquo; kata aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Adian Napitupulu saat dihubungi Okezone, Kamis (15/4/2011)Adian menegaskan, dari kesalahan sekecil itu, memang bukan masalah kekeliruan tanggal saja. Sebenarnya di situ bisa diketahui bahwa PDIP memang tidak menghayati sejarah. &amp;ldquo;Itukan sejarah kaum ketua umumnya, sejarah wanita, PDIP harus benar-benar menghayati,&amp;rsquo; kata Adian.Dikatakan Adian, kesalahan-kesalahan seperti itu, termasuk lupa dengan sejarah partainya sendiri dikarenakan banyak kader PDIP yang bisa dikatakan sebagai kader &amp;ldquo;In the Kost&amp;rdquo; artinya, kader yang kerjanya hanya (ngekost) dan pindah-pindah partai saja dan tidak loyal.&amp;ldquo;Dalam banyak hal proses terbentuknya PDIP tidak bisa dilupakan dari gerakan rakyat. Jangan dilupakan banyak kader gerakan rakyat, tapi nyatanya banyak yang lupa,&amp;rdquo; kata Adian.</content:encoded></item></channel></rss>
