<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMBI: Kepalan Tangan Simbol Moge Bukan Mengancam</title><description>Safety Officers IMBI Bali M Rifan  membantah kabar bahwa peserta touring motor gede sempat menendang  mobil dinas Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/25/340/449746/imbi-kepalan-tangan-simbol-moge-bukan-mengancam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/25/340/449746/imbi-kepalan-tangan-simbol-moge-bukan-mengancam"/><item><title>IMBI: Kepalan Tangan Simbol Moge Bukan Mengancam</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/25/340/449746/imbi-kepalan-tangan-simbol-moge-bukan-mengancam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/25/340/449746/imbi-kepalan-tangan-simbol-moge-bukan-mengancam</guid><pubDate>Senin 25 April 2011 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/25/340/449746/zOYkNLkYzd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/25/340/449746/zOYkNLkYzd.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>DENPASAR- Safety Officers Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Bali M Rifan membantah kabar bahwa peserta touring motor gede (moge) sempat menendang mobil dinas Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.&amp;ldquo;Ada yang mengatakan gubenur diancam, dikepalkan tangannya, mobil gubenur ditendang dan sebagainya semua tidak benar. Saat insiden itu, saya kebetulan ada di lokasi,&amp;rdquo; ucap Irfan saat jumpa pers di Denpasar, Senin (25/4/2011).Rifan berdalih, kepalan tangan yang diacungkan termasuk ke arah mobil gubernur, bukan berarti mengancam gubernur. &quot;Kepalan tangan itu sudah menjadi simbol internasional moge di seluruh dunia. Artinya mengurangi kecepatan atau berhenti karena di depan ada rintangan,&amp;rdquo; beber IrfanDemikian pula soal tendangan kaki kiri, menaikkan kaki kiri ke depan, atau ke samping, menurutnya itu mengandung arti memberi tanda ada halangan di depan.&amp;ldquo;Jadi sama sekali tidak ada ancaman apalagi melecehkan gubernur,&amp;rdquo; tutup Irfan.Sebelumnya diberitakan, mobil Pastika bersama ajudannya tengah melintas di Jalan Jurusan Denpasar-Singaraja, tepatnya di Desa Luwus Baturiti, Kabupaten Tabanan, Sabtu pekan lalu.Kebetulan, saat itu Pastika menggunakan mobil plat hitam dan tidak memakai pelat dinas, sehingga dia bisa melihat langsung ulah beberapa pengendara yang tengah mengikuti tur yang diselenggarakan sebuah perkumpulan moge.Kabiro Humas Pemprov Bali Putu Suardhika menjelaskan saat berpapasan dengan konvoi moge, mobil gubernur sudah berusaha menepi. Namun dari arah berlawanan beberapa pengendara memperlihatkan kepalan tangannya sambil menggerakkan kaki diarahkan ke mobil gubernur.Meski kaget, namun mantan Kapolda Bali itu memilih diam tidak melakukan aksi apa-apa. Dia memilih mengalah ke pinggir jalan dan menghentikan laju mobilnya.</description><content:encoded>DENPASAR- Safety Officers Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Bali M Rifan membantah kabar bahwa peserta touring motor gede (moge) sempat menendang mobil dinas Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.&amp;ldquo;Ada yang mengatakan gubenur diancam, dikepalkan tangannya, mobil gubenur ditendang dan sebagainya semua tidak benar. Saat insiden itu, saya kebetulan ada di lokasi,&amp;rdquo; ucap Irfan saat jumpa pers di Denpasar, Senin (25/4/2011).Rifan berdalih, kepalan tangan yang diacungkan termasuk ke arah mobil gubernur, bukan berarti mengancam gubernur. &quot;Kepalan tangan itu sudah menjadi simbol internasional moge di seluruh dunia. Artinya mengurangi kecepatan atau berhenti karena di depan ada rintangan,&amp;rdquo; beber IrfanDemikian pula soal tendangan kaki kiri, menaikkan kaki kiri ke depan, atau ke samping, menurutnya itu mengandung arti memberi tanda ada halangan di depan.&amp;ldquo;Jadi sama sekali tidak ada ancaman apalagi melecehkan gubernur,&amp;rdquo; tutup Irfan.Sebelumnya diberitakan, mobil Pastika bersama ajudannya tengah melintas di Jalan Jurusan Denpasar-Singaraja, tepatnya di Desa Luwus Baturiti, Kabupaten Tabanan, Sabtu pekan lalu.Kebetulan, saat itu Pastika menggunakan mobil plat hitam dan tidak memakai pelat dinas, sehingga dia bisa melihat langsung ulah beberapa pengendara yang tengah mengikuti tur yang diselenggarakan sebuah perkumpulan moge.Kabiro Humas Pemprov Bali Putu Suardhika menjelaskan saat berpapasan dengan konvoi moge, mobil gubernur sudah berusaha menepi. Namun dari arah berlawanan beberapa pengendara memperlihatkan kepalan tangannya sambil menggerakkan kaki diarahkan ke mobil gubernur.Meski kaget, namun mantan Kapolda Bali itu memilih diam tidak melakukan aksi apa-apa. Dia memilih mengalah ke pinggir jalan dan menghentikan laju mobilnya.</content:encoded></item></channel></rss>
