<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penipu di Facebook itu Ternyata Seorang PNS</title><description>Pelaku penipuan via Facebook, AY (27), ternyata seorang PNS yang  sudah dua tahun bertugas di RSUD Sidrap, Sulawesi Selatan. AY juga  pernah menjadi pegawai honorer selama 7 Tahun di Dinas Kesehatan Sidrap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/26/338/450072/penipu-di-facebook-itu-ternyata-seorang-pns</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/04/26/338/450072/penipu-di-facebook-itu-ternyata-seorang-pns"/><item><title>Penipu di Facebook itu Ternyata Seorang PNS</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/04/26/338/450072/penipu-di-facebook-itu-ternyata-seorang-pns</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/04/26/338/450072/penipu-di-facebook-itu-ternyata-seorang-pns</guid><pubDate>Selasa 26 April 2011 13:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/26/338/450072/wFJytcCzyf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">wordpress (ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/26/338/450072/wFJytcCzyf.jpg</image><title>wordpress (ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku penipuan via Facebook, AY (27), ternyata seorang PNS yang sudah dua tahun bertugas di RSUD Sidrap, Sulawesi Selatan. AY juga pernah menjadi pegawai honorer selama 7 Tahun di Dinas Kesehatan Sidrap.
&amp;nbsp;
&quot;Dia PNS di RSUD Sidrap dan sudah menikah mempunyai satu anak,&quot; kata Kasatreskim Cybercrime Polda Metro Jaya AKBP Hermawan di kantornya, Selasa (26/4/2011).
&amp;nbsp;
Hermawan menerangkan, penipuan melalui Facebook memang memang menjanjikan dan bisa meraup untuk cukup besar dengan membuka jasa perdagangan barang elektronik atau berang lainnya.
&amp;nbsp;
&quot;Facebook memang sangat simpel untuk berdagang barang-barang, dan AY adalah orang yang mendesign Facebook biar kelihatan menarik pelanggan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Namun, AY menggunakan Facebook untuk mempercayai pembeli menggunakan foto Erwin Mahmud salah satu orang terpandang di wilayah Sulawesi Selatan dan cukup dipercayai oleh para pembeli.
&amp;nbsp;
AY memang menawarkan harga dan bonus kepada pembeli seperti flashdisk dan memory card. Atas kejadian ini, para korban AY mengaku rugi hingga puluhan juta rupiah.
&amp;nbsp;
Pihaknya menghimbau agar masyarakat jangan percaya begitu saja terhadap belanja online yang ujung-ujungnya meminta transfer. Bagi yang menjadi korban penipuan, diharapkan segera melapor ke kepolisian setempat.</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku penipuan via Facebook, AY (27), ternyata seorang PNS yang sudah dua tahun bertugas di RSUD Sidrap, Sulawesi Selatan. AY juga pernah menjadi pegawai honorer selama 7 Tahun di Dinas Kesehatan Sidrap.
&amp;nbsp;
&quot;Dia PNS di RSUD Sidrap dan sudah menikah mempunyai satu anak,&quot; kata Kasatreskim Cybercrime Polda Metro Jaya AKBP Hermawan di kantornya, Selasa (26/4/2011).
&amp;nbsp;
Hermawan menerangkan, penipuan melalui Facebook memang memang menjanjikan dan bisa meraup untuk cukup besar dengan membuka jasa perdagangan barang elektronik atau berang lainnya.
&amp;nbsp;
&quot;Facebook memang sangat simpel untuk berdagang barang-barang, dan AY adalah orang yang mendesign Facebook biar kelihatan menarik pelanggan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Namun, AY menggunakan Facebook untuk mempercayai pembeli menggunakan foto Erwin Mahmud salah satu orang terpandang di wilayah Sulawesi Selatan dan cukup dipercayai oleh para pembeli.
&amp;nbsp;
AY memang menawarkan harga dan bonus kepada pembeli seperti flashdisk dan memory card. Atas kejadian ini, para korban AY mengaku rugi hingga puluhan juta rupiah.
&amp;nbsp;
Pihaknya menghimbau agar masyarakat jangan percaya begitu saja terhadap belanja online yang ujung-ujungnya meminta transfer. Bagi yang menjadi korban penipuan, diharapkan segera melapor ke kepolisian setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
