<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Keturunan Pagaruyung Bernama E Suharto</title><description>Budayawan Sumatera Barat Wisran Hadi telah mengecek sejarah keturunan  Kerajaan Pagaruyung, bahwa E Suharto tidak ada dalam sisilah generasi  Pagaruyung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/03/340/452831/tak-ada-keturunan-pagaruyung-bernama-e-suharto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/03/340/452831/tak-ada-keturunan-pagaruyung-bernama-e-suharto"/><item><title>Tak Ada Keturunan Pagaruyung Bernama E Suharto</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/03/340/452831/tak-ada-keturunan-pagaruyung-bernama-e-suharto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/03/340/452831/tak-ada-keturunan-pagaruyung-bernama-e-suharto</guid><pubDate>Selasa 03 Mei 2011 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/03/340/452831/UxWRWrxRVa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi emas (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/03/340/452831/UxWRWrxRVa.jpg</image><title>ilustrasi emas (Foto: Ist)</title></images><description>PADANG- Budayawan Sumatera Barat Wisran Hadi telah mengecek sejarah keturunan Kerajaan Pagaruyung, bahwa E Suharto tidak ada dalam sisilah generasi Pagaruyung.&amp;ldquo;Nama E Suharto dalam sisilah itu sudah kami cari, namun tidak dalam daftar sislah kerajaan,&amp;rdquo; ujarnya pada okezone, Selasa (3/5/2011).Dia bahkan bingung dari mana E Suharto mendapatkan informasi harta Pagaruyung yang dipinjam oleh Malaysia mencapai Rp350 triliun, nilai ini dikonversikan dengan harga emas saat ini. Pasalnya utang emas tersebut sudah terjadi pada 1955.&amp;ldquo;Informasi soal harta karun itu memang saya dengar namun lain bentuknya. Dulu waktu Perang Padri memang ada 30 ekor kuda beban mengangkut emas, namun itu hilang di rawa-rawa. Kami tidak tahu apakah itu emas sampai di Malaysia atau hilang di rawa-rawa,&amp;rdquo; kata Wisran yang juga suami Raudha Thaib, ahli waris Pagaruyung.Jadi informasi ini masih harus dilakukan pengecekan. Sementara ahli waris Kerajaan Pagaruyung, Raudha Thaib ragu dengan E Suharto, pasalnya apakah namanya itu asli atau samaran.&amp;ldquo;Kita masih ragu soal Suharto itu, bisa jadi orang Minang yang merantau di luar namanya diganti atau menyamar,&amp;rdquo; pungkasnya.Sebelumnya, Surat Kabar Kontan edisi Minggu 2 Mei 2011, menyebutkan seorang WNI E.Suharto menyatakan adanya dokumen resmi perjanjian Malaysia-Indonesia tentang peminjaman emas oleh Malaysia ke Indonesia.Dokumen itu disimpan di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. Dan salinannya tersimpan di sebuah bank di Swiss.</description><content:encoded>PADANG- Budayawan Sumatera Barat Wisran Hadi telah mengecek sejarah keturunan Kerajaan Pagaruyung, bahwa E Suharto tidak ada dalam sisilah generasi Pagaruyung.&amp;ldquo;Nama E Suharto dalam sisilah itu sudah kami cari, namun tidak dalam daftar sislah kerajaan,&amp;rdquo; ujarnya pada okezone, Selasa (3/5/2011).Dia bahkan bingung dari mana E Suharto mendapatkan informasi harta Pagaruyung yang dipinjam oleh Malaysia mencapai Rp350 triliun, nilai ini dikonversikan dengan harga emas saat ini. Pasalnya utang emas tersebut sudah terjadi pada 1955.&amp;ldquo;Informasi soal harta karun itu memang saya dengar namun lain bentuknya. Dulu waktu Perang Padri memang ada 30 ekor kuda beban mengangkut emas, namun itu hilang di rawa-rawa. Kami tidak tahu apakah itu emas sampai di Malaysia atau hilang di rawa-rawa,&amp;rdquo; kata Wisran yang juga suami Raudha Thaib, ahli waris Pagaruyung.Jadi informasi ini masih harus dilakukan pengecekan. Sementara ahli waris Kerajaan Pagaruyung, Raudha Thaib ragu dengan E Suharto, pasalnya apakah namanya itu asli atau samaran.&amp;ldquo;Kita masih ragu soal Suharto itu, bisa jadi orang Minang yang merantau di luar namanya diganti atau menyamar,&amp;rdquo; pungkasnya.Sebelumnya, Surat Kabar Kontan edisi Minggu 2 Mei 2011, menyebutkan seorang WNI E.Suharto menyatakan adanya dokumen resmi perjanjian Malaysia-Indonesia tentang peminjaman emas oleh Malaysia ke Indonesia.Dokumen itu disimpan di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. Dan salinannya tersimpan di sebuah bank di Swiss.</content:encoded></item></channel></rss>
