<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik  ASEAN Menarik Perhatian </title><description>Lembaga think tank ASEAN yang mengurusi masalah konflik masih terus dibahas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/07/411/454498/konflik-asean-menarik-perhatian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/07/411/454498/konflik-asean-menarik-perhatian"/><item><title>Konflik  ASEAN Menarik Perhatian </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/07/411/454498/konflik-asean-menarik-perhatian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/07/411/454498/konflik-asean-menarik-perhatian</guid><pubDate>Sabtu 07 Mei 2011 20:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/07/411/454498/EqfrQSS0Sa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Daylife</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/07/411/454498/EqfrQSS0Sa.jpg</image><title>Foto: Daylife</title></images><description>JAKARTA - Lembaga think tank ASEAN yang mengurusi masalah konflik masih terus dibahas. Belum jelas apa maksud detail dari Institute for Peace and Reconciliation ini.Direktur Politik dan Keamanan Kementerian Luar Negeri RI untuk ASEAN Ade Patmo Sawrwono memberikan sedikit pencerahan mengenai lembaga ini. Berikut sedikit kutipan wawancara dengan beliau di sela-sela pertemuan pemimpin negara ASEAN di JCC, Jakarta, Sabtu (7/5/2011);Apakah ada unsur pemerintah atau ada akademisi? Saya belum tahu itu nanti bisa saja dua-duanya bisa saja salah satu, tapi ini kan masih harus dikonsultasikan dengan negara2 anggota. Target pembentukannya secara spesifik belum ada tapi tentu harapan kita lebih awal. Kalau lebih cepat dari 2015 kenapa harus menunggu 2015?Mekanisme pengambilan keputusan? Belum sedetil itu, baru tataran gagasan dan konsep awalnya aja.Konflik Thailand Kamboja bisa diminta konsultasi? Belum tahu, ini masih tataran konsep yang sangat awal, ide ini sudah sejak 2004 dalam VEP kemudian dilanjutkan di cetak biru politik keamanan, Indonesia hanya melihat ini sudah ada kok belum jalan jalan, kita mendorong para pemimpin supaya jalan.Keputusannya legally binding? Kemungkinan sih enggak.Yang akan membedakan dengan mekanisme sekarang? Ini bukan mekanisme ini hanya semacam lembaga think tank kita kan punya pengalaman di masing2 negara anggota, dan karakteristik yang berbeda beda nah ini. Kita gabung dan pelajari serta cari kesamaan di mana perbedaannya. Kita manfaatkan untuk di dalam Negara kita sendiri, terserah mau dipake di dalam negerinya, dalam rangka asean dan juga kita bisa kontribusikan bagi masalah2 global ini kan sangat relevan sebagai tema kita ASEAN global community of nationsHanya bagaimana kita bisa kompilasi ini supaya kita bisa bermain di dunia taun 2015</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga think tank ASEAN yang mengurusi masalah konflik masih terus dibahas. Belum jelas apa maksud detail dari Institute for Peace and Reconciliation ini.Direktur Politik dan Keamanan Kementerian Luar Negeri RI untuk ASEAN Ade Patmo Sawrwono memberikan sedikit pencerahan mengenai lembaga ini. Berikut sedikit kutipan wawancara dengan beliau di sela-sela pertemuan pemimpin negara ASEAN di JCC, Jakarta, Sabtu (7/5/2011);Apakah ada unsur pemerintah atau ada akademisi? Saya belum tahu itu nanti bisa saja dua-duanya bisa saja salah satu, tapi ini kan masih harus dikonsultasikan dengan negara2 anggota. Target pembentukannya secara spesifik belum ada tapi tentu harapan kita lebih awal. Kalau lebih cepat dari 2015 kenapa harus menunggu 2015?Mekanisme pengambilan keputusan? Belum sedetil itu, baru tataran gagasan dan konsep awalnya aja.Konflik Thailand Kamboja bisa diminta konsultasi? Belum tahu, ini masih tataran konsep yang sangat awal, ide ini sudah sejak 2004 dalam VEP kemudian dilanjutkan di cetak biru politik keamanan, Indonesia hanya melihat ini sudah ada kok belum jalan jalan, kita mendorong para pemimpin supaya jalan.Keputusannya legally binding? Kemungkinan sih enggak.Yang akan membedakan dengan mekanisme sekarang? Ini bukan mekanisme ini hanya semacam lembaga think tank kita kan punya pengalaman di masing2 negara anggota, dan karakteristik yang berbeda beda nah ini. Kita gabung dan pelajari serta cari kesamaan di mana perbedaannya. Kita manfaatkan untuk di dalam Negara kita sendiri, terserah mau dipake di dalam negerinya, dalam rangka asean dan juga kita bisa kontribusikan bagi masalah2 global ini kan sangat relevan sebagai tema kita ASEAN global community of nationsHanya bagaimana kita bisa kompilasi ini supaya kita bisa bermain di dunia taun 2015</content:encoded></item></channel></rss>
