<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Penangkapan Aktivis Bendera Mirip Orde Baru</title><description>Penangkapan dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat, Dodo dan Dedy Nandra  alias Pacul memunculkan keprihatinan di kalangan aktivis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/08/338/454666/aksi-penangkapan-aktivis-bendera-mirip-orde-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/08/338/454666/aksi-penangkapan-aktivis-bendera-mirip-orde-baru"/><item><title>Aksi Penangkapan Aktivis Bendera Mirip Orde Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/08/338/454666/aksi-penangkapan-aktivis-bendera-mirip-orde-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/08/338/454666/aksi-penangkapan-aktivis-bendera-mirip-orde-baru</guid><pubDate>Minggu 08 Mei 2011 22:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/08/338/454666/xyymHqa3ql.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/08/338/454666/xyymHqa3ql.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA- Penangkapan dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat, Dodo dan Dedy Nandra alias Pacul memunculkan keprihatinan di kalangan aktivis. Aksi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah saat ini mulai melakukan cara-cara kekerasan seperti pemerintahan Orde Baru.&quot;Itu seperti zaman Soeharto. Orang yang kritis langsung ditangkap penyebaran foto tersebut bukan tindak pidana, kalau ganja baru kriminal,&quot; kata Direktur&amp;nbsp; Eksekutif Imparsial Poengki Indarti di Jakarta, Minggu (8/5/2011)Poengki menilai, aksi penangkapan dua aktivis tersebut karena terkait dengan adanya figur dari anak pejabat negara sehingga hukum ditepikan lebih kejam. &quot;Penyebaran foto tersebut tidaklah masalah, kenapa dua aktivis tersebut ditangkap harusnya aparat bisa membedakan tuduhan apa pasalnya. Penyebaran foto kan tak apa-apa jangan hanya menyangkut figur tertentu aparat semena-semena,&quot; katanya.Seharusnya, kalau ada anak pejabat yang sakit hati, dia bisa melaporkannya dengan alasan pencemaran nama baik. &quot;Itu pun harus dibuktikan di pengadilan,&quot; katanya.Seperti diketahui Pacul dan Dodo ditangkap aparat kepolisian saat membagikan selebaran &quot;Lawan&quot; di kawasan Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. Selebaran yang dibagikan itu merupakan pembanding soal gaya hidup para pejabat negara dengan realita masyarakat sekarang yang kondisi ekonominya sangat miskin.</description><content:encoded>JAKARTA- Penangkapan dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat, Dodo dan Dedy Nandra alias Pacul memunculkan keprihatinan di kalangan aktivis. Aksi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah saat ini mulai melakukan cara-cara kekerasan seperti pemerintahan Orde Baru.&quot;Itu seperti zaman Soeharto. Orang yang kritis langsung ditangkap penyebaran foto tersebut bukan tindak pidana, kalau ganja baru kriminal,&quot; kata Direktur&amp;nbsp; Eksekutif Imparsial Poengki Indarti di Jakarta, Minggu (8/5/2011)Poengki menilai, aksi penangkapan dua aktivis tersebut karena terkait dengan adanya figur dari anak pejabat negara sehingga hukum ditepikan lebih kejam. &quot;Penyebaran foto tersebut tidaklah masalah, kenapa dua aktivis tersebut ditangkap harusnya aparat bisa membedakan tuduhan apa pasalnya. Penyebaran foto kan tak apa-apa jangan hanya menyangkut figur tertentu aparat semena-semena,&quot; katanya.Seharusnya, kalau ada anak pejabat yang sakit hati, dia bisa melaporkannya dengan alasan pencemaran nama baik. &quot;Itu pun harus dibuktikan di pengadilan,&quot; katanya.Seperti diketahui Pacul dan Dodo ditangkap aparat kepolisian saat membagikan selebaran &quot;Lawan&quot; di kawasan Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. Selebaran yang dibagikan itu merupakan pembanding soal gaya hidup para pejabat negara dengan realita masyarakat sekarang yang kondisi ekonominya sangat miskin.</content:encoded></item></channel></rss>
