<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK Pertanyakan Harga Pembelian Pesawat China</title><description>Menurutnya, yang bertanggungjawab menjelaskan hal itu adalah Kementerian  Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik  Negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/455907/jk-pertanyakan-harga-pembelian-pesawat-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/455907/jk-pertanyakan-harga-pembelian-pesawat-china"/><item><title>JK Pertanyakan Harga Pembelian Pesawat China</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/455907/jk-pertanyakan-harga-pembelian-pesawat-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/455907/jk-pertanyakan-harga-pembelian-pesawat-china</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2011 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/11/337/455907/xo7mxUQclT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/11/337/455907/xo7mxUQclT.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak berspekulasi mengenai dugaan penggelembungan harga pembelian pesawat MA 60 oleh Merpati Nusantara Airlines dari perusahaan China Xian Aircraft Industry Company Ltd.
&amp;nbsp;
Menurutnya, yang bertanggungjawab menjelaskan hal itu adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tidak mengindikasi dan menduga-duga, lebih baik diteliti dengan baik,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Meski demikian, Kalla juga mempertanyakan harga pembelian MA 60 yang terkesan janggal. Konon, Merpati membeli tiap unit pesawat seharga USD 11,2 juta.
&amp;nbsp;
Dengan demikian, total harga 15 unit pesawat seharusnya hanya USD 168 juta. Tetapi dalam Perjanjian Penerusan Pinjaman (PPP) atau Subsidiary Loan Agreement (SLA), pemerintah menganggarkan US$220 juta untuk pembelian 15 pesawat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ya memang unik ya. Kemana itu yang lainnya tanya saja Kemenkeu, Kemendag atau BUMN saya tidak tahu. Saya tidak duga-duga,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak berspekulasi mengenai dugaan penggelembungan harga pembelian pesawat MA 60 oleh Merpati Nusantara Airlines dari perusahaan China Xian Aircraft Industry Company Ltd.
&amp;nbsp;
Menurutnya, yang bertanggungjawab menjelaskan hal itu adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tidak mengindikasi dan menduga-duga, lebih baik diteliti dengan baik,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Meski demikian, Kalla juga mempertanyakan harga pembelian MA 60 yang terkesan janggal. Konon, Merpati membeli tiap unit pesawat seharga USD 11,2 juta.
&amp;nbsp;
Dengan demikian, total harga 15 unit pesawat seharusnya hanya USD 168 juta. Tetapi dalam Perjanjian Penerusan Pinjaman (PPP) atau Subsidiary Loan Agreement (SLA), pemerintah menganggarkan US$220 juta untuk pembelian 15 pesawat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ya memang unik ya. Kemana itu yang lainnya tanya saja Kemenkeu, Kemendag atau BUMN saya tidak tahu. Saya tidak duga-duga,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
