<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panji Gumilang: Al Zaytun Tak Terkait NII</title><description>Pengasuh Ma&amp;rsquo;had Al Zaitun menegaskan pondok pesantren yang dipimpinnya  tidak terkait dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII), seperti  dituduhkan berbagai pihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/456031/panji-gumilang-al-zaytun-tak-terkait-nii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/456031/panji-gumilang-al-zaytun-tak-terkait-nii"/><item><title>Panji Gumilang: Al Zaytun Tak Terkait NII</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/456031/panji-gumilang-al-zaytun-tak-terkait-nii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/11/337/456031/panji-gumilang-al-zaytun-tak-terkait-nii</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2011 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/11/337/456031/TfbWuw54uQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Dok NII Crisis Center)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/11/337/456031/TfbWuw54uQ.jpg</image><title>(Foto: Dok NII Crisis Center)</title></images><description>INDRAMAYU - Pengasuh Ma&amp;rsquo;had Al Zaitun menegaskan pondok pesantren yang dipimpinnya tidak terkait dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII), seperti dituduhkan berbagai pihak.&amp;ldquo;Tidak ada (kaitan). Al Zaytun murni berjalan dalam rangka pendidikan. Untuk menyatakan kami mendidik, kami punya moto, Ma&amp;rsquo;had Al Zaytun Pusat Pendidikan dan Budaya Perdamaian,&amp;rdquo; kata Panji dalam konferensi pers di Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2011).Panji menjelaskan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya hanya bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, tidak sedikitpun menyimpan maksud terselubung untuk mendirikan negara Islam.&amp;ldquo;Membawa kader-kader bangsa yang mengikuti pendidikan ini sesuai dengan yang diinginkan bangsa Indonesia. Menjadi bangsa seperti Malaysia, Afrika Selatan yang baik,&amp;rdquo; jelasnya.Panji juga menepis tudingan Al Zaytun dibangun dari sumber-sumber dana yang tidak halal, termasuk iuran paksa dari kader-kader NII.&amp;ldquo;Kemudian masalah dana disebutkan bahwa dari awal memang Panji Gumilang bukan kaya harta tapi kaya cita-cita. Cita-cita pendidikan yang mumpuni kami perdagangkan pada sahabat-sahabat untuk  melanjutkan cita-cita ini. Jawaban itu dari kesediaan dalam bentuk sumbangan yang halal,&amp;rdquo; paparnya.&amp;ldquo;Kami yakin bangsa Indonesia bukan bangsa yang kikir. Maka kami mendirikan Al Zaytun dengan memiliki usaha. Usaha pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan lain-lain,&amp;rdquo; katanya lagi.Melalui usaha tersebut, Panji mengaku mendapatkan hasil dan bisa menutupi kebutuhan siswa-siswanya, karyawan, dan guru yang mengajar di Ponpes tersebut. &amp;ldquo;Jadi apa yang dimakan dari Indonesia, tidak ada dari Kuwait, Timur Tengah, atau Mesir. Tapi dari bangsa Indonesia,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>INDRAMAYU - Pengasuh Ma&amp;rsquo;had Al Zaitun menegaskan pondok pesantren yang dipimpinnya tidak terkait dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII), seperti dituduhkan berbagai pihak.&amp;ldquo;Tidak ada (kaitan). Al Zaytun murni berjalan dalam rangka pendidikan. Untuk menyatakan kami mendidik, kami punya moto, Ma&amp;rsquo;had Al Zaytun Pusat Pendidikan dan Budaya Perdamaian,&amp;rdquo; kata Panji dalam konferensi pers di Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2011).Panji menjelaskan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya hanya bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, tidak sedikitpun menyimpan maksud terselubung untuk mendirikan negara Islam.&amp;ldquo;Membawa kader-kader bangsa yang mengikuti pendidikan ini sesuai dengan yang diinginkan bangsa Indonesia. Menjadi bangsa seperti Malaysia, Afrika Selatan yang baik,&amp;rdquo; jelasnya.Panji juga menepis tudingan Al Zaytun dibangun dari sumber-sumber dana yang tidak halal, termasuk iuran paksa dari kader-kader NII.&amp;ldquo;Kemudian masalah dana disebutkan bahwa dari awal memang Panji Gumilang bukan kaya harta tapi kaya cita-cita. Cita-cita pendidikan yang mumpuni kami perdagangkan pada sahabat-sahabat untuk  melanjutkan cita-cita ini. Jawaban itu dari kesediaan dalam bentuk sumbangan yang halal,&amp;rdquo; paparnya.&amp;ldquo;Kami yakin bangsa Indonesia bukan bangsa yang kikir. Maka kami mendirikan Al Zaytun dengan memiliki usaha. Usaha pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan lain-lain,&amp;rdquo; katanya lagi.Melalui usaha tersebut, Panji mengaku mendapatkan hasil dan bisa menutupi kebutuhan siswa-siswanya, karyawan, dan guru yang mengajar di Ponpes tersebut. &amp;ldquo;Jadi apa yang dimakan dari Indonesia, tidak ada dari Kuwait, Timur Tengah, atau Mesir. Tapi dari bangsa Indonesia,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
