<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Roy Suryo Desak Sekjen DPR Buka Data Pengadaan IT</title><description>Anggota Komisi I DPR Roy Suryo mendesak Sekretariat Jenderal DPR  membuka data pengadaan sistem informasi teknologi (IT) di gedung DPR.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/11/339/455840/roy-suryo-desak-sekjen-dpr-buka-data-pengadaan-it</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/11/339/455840/roy-suryo-desak-sekjen-dpr-buka-data-pengadaan-it"/><item><title>Roy Suryo Desak Sekjen DPR Buka Data Pengadaan IT</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/11/339/455840/roy-suryo-desak-sekjen-dpr-buka-data-pengadaan-it</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/11/339/455840/roy-suryo-desak-sekjen-dpr-buka-data-pengadaan-it</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2011 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/11/339/455840/8E8Rmde7yE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/11/339/455840/8E8Rmde7yE.jpg</image><title>ist</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Roy Suryo mendesak Sekretariat Jenderal DPR membuka data pengadaan sistem informasi teknologi (IT) di gedung DPR.
&amp;nbsp;
Desakan ini menanggapi rilis Indonesia Budget Center (IBC) yang menyebut proyek IT senilai Rp9,4 milliar tidak maksimal. Yang juga mubazir, program perawatan sistem IT yang mencapai Rp1,8 miliar per tahun.
&amp;nbsp;
&quot;Saya ingin cerita dan meminta support mengenai temuan ICW dan kawan-kawan seperti IBC buka data di Kompas mengatakan proyek IT di DPR, Rp9,4 milliar itu dibuka dan dibongkar. Saya bicara bagaimana teknis yang ada di DPR,&quot; ujar Roy di gedung DPR, Jakarta, Rabu(11/5/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Roy, Setjen DPR pada tahun 2009 meluncurkan proyek go mobile yang bisa diakses melalui perangkat gadget &quot;Tapi itu sebatas pengumuman,&quot; jelas Roy.
&amp;nbsp;
Setjen DPR kemudian mengadakan proyek  komputer canggih bermerk Del untuk anggota dewan. Fasilitas itu diberikan tanpa berkomunikasi lebih dulu dengan anggota dewan. Harganya Rp12-15 juta.
&amp;nbsp;
Beberapa fasilitas itu, sambung Roy malah menjadi bulan-bulanan yang menyasar anggota dewan. &quot;Tuduhan itu seolah-olah kita yang minta, padahal itu kan given, tahu-tahu sudah di atas meja, supaya powerful dan digunakan dengan baik,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung berjanji akan mengkonfirmasi program pengadaan sistem IT senilai Rp. 9,4 miliar. &quot;Kita belum tahu angka Rp 9 milliar itu itu fantastik dan kalau menimbulkan kecurigaan, pimpinan tak akan segan-segan mengundang KPK untuk memeriksa itu,&quot; ujar Pramono.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Roy Suryo mendesak Sekretariat Jenderal DPR membuka data pengadaan sistem informasi teknologi (IT) di gedung DPR.
&amp;nbsp;
Desakan ini menanggapi rilis Indonesia Budget Center (IBC) yang menyebut proyek IT senilai Rp9,4 milliar tidak maksimal. Yang juga mubazir, program perawatan sistem IT yang mencapai Rp1,8 miliar per tahun.
&amp;nbsp;
&quot;Saya ingin cerita dan meminta support mengenai temuan ICW dan kawan-kawan seperti IBC buka data di Kompas mengatakan proyek IT di DPR, Rp9,4 milliar itu dibuka dan dibongkar. Saya bicara bagaimana teknis yang ada di DPR,&quot; ujar Roy di gedung DPR, Jakarta, Rabu(11/5/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Roy, Setjen DPR pada tahun 2009 meluncurkan proyek go mobile yang bisa diakses melalui perangkat gadget &quot;Tapi itu sebatas pengumuman,&quot; jelas Roy.
&amp;nbsp;
Setjen DPR kemudian mengadakan proyek  komputer canggih bermerk Del untuk anggota dewan. Fasilitas itu diberikan tanpa berkomunikasi lebih dulu dengan anggota dewan. Harganya Rp12-15 juta.
&amp;nbsp;
Beberapa fasilitas itu, sambung Roy malah menjadi bulan-bulanan yang menyasar anggota dewan. &quot;Tuduhan itu seolah-olah kita yang minta, padahal itu kan given, tahu-tahu sudah di atas meja, supaya powerful dan digunakan dengan baik,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung berjanji akan mengkonfirmasi program pengadaan sistem IT senilai Rp. 9,4 miliar. &quot;Kita belum tahu angka Rp 9 milliar itu itu fantastik dan kalau menimbulkan kecurigaan, pimpinan tak akan segan-segan mengundang KPK untuk memeriksa itu,&quot; ujar Pramono.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
