<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Minta Pengadaan Pesawat MA-60 Diungkap ke Publik</title><description>Di penghujung kalimatnya, Presiden juga meminta laporan dan  penjelasan terjadinya musibah jatuhnya pesawat Merpati MA-60 di Kaimana,  Papua, pada Sabtu 7 Mei lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/12/337/456349/sby-minta-pengadaan-pesawat-ma-60-diungkap-ke-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/12/337/456349/sby-minta-pengadaan-pesawat-ma-60-diungkap-ke-publik"/><item><title>SBY Minta Pengadaan Pesawat MA-60 Diungkap ke Publik</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/12/337/456349/sby-minta-pengadaan-pesawat-ma-60-diungkap-ke-publik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/12/337/456349/sby-minta-pengadaan-pesawat-ma-60-diungkap-ke-publik</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2011 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/12/337/456349/U2cohY90A9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/12/337/456349/U2cohY90A9.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan agar proses pembelian 15 pesawat jenis MA-60 dari China diungkap ke publik. Hal ini menyusul jatuhnya pesawat Merpati MA-60 di Papua yang menewaskan 25 orang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini penting, supaya rakyat mendapat penjelasan yang gamblang. Jelaskan dengan gamblang, jangan saling menuding, saling menyalahkan, karena semua bisa dijelaskan dengan tepat dan benar,&amp;rdquo; ujar SBY sebelum memulai Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Presiden, pihak yang paling tepat memberi penjelasan adalah Direktur Utama Merpati Sardjono Johny Tjitrokusumo, mantan Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan, dan Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Termasuk menteri BUMN pada saat pesawat ini diadakan dulu dan juga Menteri Perhubungan yang berkaitan dengan regulasi dan perizinan pesawat ini.,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut SBY menjelaskan bahwa para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid pertama telah mengetahui proses pengadaan pesawat MA-60 tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau yang masuk KIB I mengerti persoalan pengadaan pesawat Merpati ini. Tapi bagi saudara yang tak masuk dalam Kabinet Indonesia ke I perlu mendengarkan langsung dari menteri terkait perihal pengadaan pesawat buatan RRT,&quot; kata SBY
&amp;nbsp;
Di penghujung kalimatnya, Presiden juga meminta laporan dan penjelasan terjadinya musibah jatuhnya pesawat Merpati MA-60 di Kaimana, Papua, pada Sabtu 7 Mei lalu. &amp;ldquo;Antara lain menyangkut proses dan hasil investigasi yang telah dilakukan hingga akhir ini,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan agar proses pembelian 15 pesawat jenis MA-60 dari China diungkap ke publik. Hal ini menyusul jatuhnya pesawat Merpati MA-60 di Papua yang menewaskan 25 orang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini penting, supaya rakyat mendapat penjelasan yang gamblang. Jelaskan dengan gamblang, jangan saling menuding, saling menyalahkan, karena semua bisa dijelaskan dengan tepat dan benar,&amp;rdquo; ujar SBY sebelum memulai Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Presiden, pihak yang paling tepat memberi penjelasan adalah Direktur Utama Merpati Sardjono Johny Tjitrokusumo, mantan Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan, dan Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Termasuk menteri BUMN pada saat pesawat ini diadakan dulu dan juga Menteri Perhubungan yang berkaitan dengan regulasi dan perizinan pesawat ini.,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut SBY menjelaskan bahwa para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid pertama telah mengetahui proses pengadaan pesawat MA-60 tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau yang masuk KIB I mengerti persoalan pengadaan pesawat Merpati ini. Tapi bagi saudara yang tak masuk dalam Kabinet Indonesia ke I perlu mendengarkan langsung dari menteri terkait perihal pengadaan pesawat buatan RRT,&quot; kata SBY
&amp;nbsp;
Di penghujung kalimatnya, Presiden juga meminta laporan dan penjelasan terjadinya musibah jatuhnya pesawat Merpati MA-60 di Kaimana, Papua, pada Sabtu 7 Mei lalu. &amp;ldquo;Antara lain menyangkut proses dan hasil investigasi yang telah dilakukan hingga akhir ini,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
