<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPB: Kami Tidak Concern pada Merk Susu</title><description>Berdasarkan pada literatur, lanjut Anas, bayi yang rentan pada bakteri  sakazakii adalah bayi yang imunitasnya rendah. Biasanya saat bayi  berusia 0-2 bulan</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/12/338/456525/ipb-kami-tidak-concern-pada-merk-susu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/12/338/456525/ipb-kami-tidak-concern-pada-merk-susu"/><item><title>IPB: Kami Tidak Concern pada Merk Susu</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/12/338/456525/ipb-kami-tidak-concern-pada-merk-susu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/12/338/456525/ipb-kami-tidak-concern-pada-merk-susu</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2011 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/12/338/456525/2gmFKbptW4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/12/338/456525/2gmFKbptW4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) bersikukuh tidak mau membeberkan hasil penelitiannya terkait susu yang mengandung bakteri sakazakii meski pengadilan telah memerintahkan untuk mengumumkan ke publik.&amp;ldquo;Tanggung jawab IPB ada pada cara mencegah infeksi bakteri, cara menyiapkan susu formula. Itu yang gencar dilakukan IPB ke masyarakat. Begitu ada info itu, kami tidak concern kepada merek,&amp;rdquo; ungkap Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Anas M Fauzi kepada wartawan dalam jumpa pers di Restoran Sate Khas Senayan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011).Berdasarkan pada literatur, lanjut Anas, bayi yang rentan pada bakteri sakazakii adalah bayi yang imunitasnya rendah. Biasanya saat bayi berusia 0-2 bulan. Sementara untuk bayi berusia 6 bulan sampai satu tahun berdasarkan literatur tidak akan terinfeksi.&amp;ldquo;Pada 2008 belum ada peraturan larangan susu beredar karena mengandung bakteri, itu peraturan ada September 2009 dari BPOM. Itu berlaku setelah 6 bulan terbit peraturan itu, artinya 2010. Dalam konteks peraturan. Kami sebagai Perguruan Tinggi melakukan research sebagai warning,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) bersikukuh tidak mau membeberkan hasil penelitiannya terkait susu yang mengandung bakteri sakazakii meski pengadilan telah memerintahkan untuk mengumumkan ke publik.&amp;ldquo;Tanggung jawab IPB ada pada cara mencegah infeksi bakteri, cara menyiapkan susu formula. Itu yang gencar dilakukan IPB ke masyarakat. Begitu ada info itu, kami tidak concern kepada merek,&amp;rdquo; ungkap Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Anas M Fauzi kepada wartawan dalam jumpa pers di Restoran Sate Khas Senayan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011).Berdasarkan pada literatur, lanjut Anas, bayi yang rentan pada bakteri sakazakii adalah bayi yang imunitasnya rendah. Biasanya saat bayi berusia 0-2 bulan. Sementara untuk bayi berusia 6 bulan sampai satu tahun berdasarkan literatur tidak akan terinfeksi.&amp;ldquo;Pada 2008 belum ada peraturan larangan susu beredar karena mengandung bakteri, itu peraturan ada September 2009 dari BPOM. Itu berlaku setelah 6 bulan terbit peraturan itu, artinya 2010. Dalam konteks peraturan. Kami sebagai Perguruan Tinggi melakukan research sebagai warning,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
