<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Mahasiswa UIN Ikuti Kuliah NII</title><description>Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidyatullah,  Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengikuti kuliah umum  Negara Islam Indonesia (NII), di ruang Theater, Lantai 4, Fakultas  Ushuludin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/12/373/456487/ratusan-mahasiswa-uin-ikuti-kuliah-nii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/12/373/456487/ratusan-mahasiswa-uin-ikuti-kuliah-nii"/><item><title>Ratusan Mahasiswa UIN Ikuti Kuliah NII</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/12/373/456487/ratusan-mahasiswa-uin-ikuti-kuliah-nii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/12/373/456487/ratusan-mahasiswa-uin-ikuti-kuliah-nii</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2011 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/12/373/456487/xVBREz2yAK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendiri NII Kartosoewirjo (ist.)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/12/373/456487/xVBREz2yAK.jpg</image><title>Pendiri NII Kartosoewirjo (ist.)</title></images><description>TANGERANG - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidyatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengikuti kuliah umum Negara Islam Indonesia (NII), di ruang Theater, Lantai 4, Fakultas Ushuludin.Kuliah umum yang digelar dalam bentuk diskusi publik itu, mendatangkan sejumlah pembicara yang berasal dari aktivis dan tokoh NII. Putra almarhum Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SKM), Sardjono Kartosuwiryo, mantan aktivis NII Umar Abduh, dan pengamat terorisme Al Chaidar hadir sebagai pembicara.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam diskusi itu, para pembicara lebih banyak bercerita tentang sejarah singkat pembentukan NII. Serta, seberapa jauh NII bisa ditegakkan di Indonesia.Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, NII yang ada saat ini bukan untuk mendirikan NII, tapi untuk melanjutkan organisasi NII yang telah dibentuk para pendahulunya. &quot;NII sekarang dengan peminatnya yang hanya 30 ribu orang tidak ada satu persennya penduduk Indonesia,&quot; ujarnya, Kamis (12/5/2011).Sementara itu, Fitri Hadiana, mahasiswa semester 4 Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN mengaku tertarik dengan kuliah dan diskusi publik ini karena ingin mengetahui lebih jauh tentang NII. &quot;Saya tertarik, karena&amp;nbsp; ingin mengetahui sebenarnya NII itu apa,&quot; terangnya.Setelah mendengarkan sejarah singkat pendirian NII, Fitri mengaku pendirian NII itu sangat tidak mungkin. Lebih jauh, dia melihat NII sebagai organisasi yang hanya mencoreng nama baik Islam. &quot;Tidak mungkin ada negara di dalam negara. NII sudah mencemarkan nama Islam,&quot; terangnya.</description><content:encoded>TANGERANG - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidyatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengikuti kuliah umum Negara Islam Indonesia (NII), di ruang Theater, Lantai 4, Fakultas Ushuludin.Kuliah umum yang digelar dalam bentuk diskusi publik itu, mendatangkan sejumlah pembicara yang berasal dari aktivis dan tokoh NII. Putra almarhum Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SKM), Sardjono Kartosuwiryo, mantan aktivis NII Umar Abduh, dan pengamat terorisme Al Chaidar hadir sebagai pembicara.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam diskusi itu, para pembicara lebih banyak bercerita tentang sejarah singkat pembentukan NII. Serta, seberapa jauh NII bisa ditegakkan di Indonesia.Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, NII yang ada saat ini bukan untuk mendirikan NII, tapi untuk melanjutkan organisasi NII yang telah dibentuk para pendahulunya. &quot;NII sekarang dengan peminatnya yang hanya 30 ribu orang tidak ada satu persennya penduduk Indonesia,&quot; ujarnya, Kamis (12/5/2011).Sementara itu, Fitri Hadiana, mahasiswa semester 4 Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN mengaku tertarik dengan kuliah dan diskusi publik ini karena ingin mengetahui lebih jauh tentang NII. &quot;Saya tertarik, karena&amp;nbsp; ingin mengetahui sebenarnya NII itu apa,&quot; terangnya.Setelah mendengarkan sejarah singkat pendirian NII, Fitri mengaku pendirian NII itu sangat tidak mungkin. Lebih jauh, dia melihat NII sebagai organisasi yang hanya mencoreng nama baik Islam. &quot;Tidak mungkin ada negara di dalam negara. NII sudah mencemarkan nama Islam,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
