<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendadak, Legislator PDIP Kritik Cuti Bersama</title><description>Menurut Ara, sikap mendadak pemerintah ini menimbulkan ketidaksiapan  bagi industri pariwisata, transportasi dan kepada keluarga yang ingin  merayakan liburan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/16/339/457678/mendadak-legislator-pdip-kritik-cuti-bersama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/16/339/457678/mendadak-legislator-pdip-kritik-cuti-bersama"/><item><title>Mendadak, Legislator PDIP Kritik Cuti Bersama</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/16/339/457678/mendadak-legislator-pdip-kritik-cuti-bersama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/16/339/457678/mendadak-legislator-pdip-kritik-cuti-bersama</guid><pubDate>Senin 16 Mei 2011 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/16/339/457678/pRTiPHNW7s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maruarar Sirait (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/16/339/457678/pRTiPHNW7s.jpg</image><title>Maruarar Sirait (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyayangkan keputusan pemerintah yang secara mendadak menetapkan hari ini sebagai cuti bersama. Pengumuman tersebut baru disampaikan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Jumat pekan lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jangan mendadak seperti ini, kan bisa dari setahun yang lalu dibahas, kemudian dicantumkan kalender,&amp;rdquo; ujar Ara sapaan akrabnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (16/5/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Ara, sikap mendadak pemerintah ini menimbulkan ketidaksiapan bagi industri pariwisata, transportasi dan kepada keluarga yang ingin merayakan liburan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Biar pariwisata, transportasi dan keluarga bisa mempersiapkan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya hal sama juga disampaikan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurutnya, cuti bersama seharusnya ditetapkan setahun lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, pengumuman mendadak ini menimbulkan sejumlah efek negatif.
&amp;nbsp;
PT Kereta Api Indonesia daerah operasional 1 misalnya, secara mendadak juga memutuskan meliburkan Kereta Rel Listrik Ekspres tanpa sosialisasi memadai terhadap penumpang. Akibatnya banyak pelanggan KRL terlantar dan menumpuk di Stasiun Gambir.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyayangkan keputusan pemerintah yang secara mendadak menetapkan hari ini sebagai cuti bersama. Pengumuman tersebut baru disampaikan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Jumat pekan lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jangan mendadak seperti ini, kan bisa dari setahun yang lalu dibahas, kemudian dicantumkan kalender,&amp;rdquo; ujar Ara sapaan akrabnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (16/5/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Ara, sikap mendadak pemerintah ini menimbulkan ketidaksiapan bagi industri pariwisata, transportasi dan kepada keluarga yang ingin merayakan liburan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Biar pariwisata, transportasi dan keluarga bisa mempersiapkan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya hal sama juga disampaikan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurutnya, cuti bersama seharusnya ditetapkan setahun lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, pengumuman mendadak ini menimbulkan sejumlah efek negatif.
&amp;nbsp;
PT Kereta Api Indonesia daerah operasional 1 misalnya, secara mendadak juga memutuskan meliburkan Kereta Rel Listrik Ekspres tanpa sosialisasi memadai terhadap penumpang. Akibatnya banyak pelanggan KRL terlantar dan menumpuk di Stasiun Gambir.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
