<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perayaan Waisak di Bali Bernuansa Ritual Hindu</title><description>Berbeda dengan perayaan Waisak pada umumnya, umat Budha di Bali melakukan upacara dengan nuansa ritual Agama Hindu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/17/337/457863/perayaan-waisak-di-bali-bernuansa-ritual-hindu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/17/337/457863/perayaan-waisak-di-bali-bernuansa-ritual-hindu"/><item><title>Perayaan Waisak di Bali Bernuansa Ritual Hindu</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/17/337/457863/perayaan-waisak-di-bali-bernuansa-ritual-hindu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/17/337/457863/perayaan-waisak-di-bali-bernuansa-ritual-hindu</guid><pubDate>Selasa 17 Mei 2011 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>I Nyoman Astana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/17/337/457863/9o1O0rZlCm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/17/337/457863/9o1O0rZlCm.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>GIANYAR - Berbeda dengan perayaan Waisak pada umumnya, umat Budha di Bali melakukan upacara dengan nuansa ritual Agama Hindu.Sebelum pelaksanaan Puja Bhakti, umat Budha melaksanakan persembahyangan dengan  menghaturkan sesajian khas Hindu Bali, yang terdiri dari buah-buahan dan canang (tempat sesaji dari janur).Renungan detik-detik Waisak sendiri akan digelar di Vihara Amurva Bumi, Blahbatuh, Gianyar, Bali pada Selasa (17/5/2011) malam. Sesaji diletakan di hadapan Sang Budha, selanjutnya umat menggelar persembahyangan di hadapan Dewa Bumi. Setelah itu umat Budha juga dipercikan air suci sebagai simbol keselamatan.Tradisi Bali memang cukup kental dalam setiap tahapan prosesi perayaan.  Ruangan suci pagoda dan patung-patung suci lainnya, semua dipasangi canang sari.Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun, karena keberadaan Umat Bundha dan Hindu di Gianyar khususnya, sudah berdampingan sejak abad ke-10.Menurut Romo Pendeta Made Sanjaya, salah satu rohaniawan setempat,  pelaksanaan puncak Waisak akan berlangsung, nanti malam. Prosesinya dengan melantunkan lagu pujian Budhis dan pemanggilan dewa-dewa serta renungan dan permohonan kepada dewa-dewa.&amp;ldquo;Mencontoh perilaku sang Budha, yakni mengembangkan cinta-kasih dengan cara saling membantu sebagai simbol cinta-kasih dan  menghargai lingkungan serta instropeksi diri,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>GIANYAR - Berbeda dengan perayaan Waisak pada umumnya, umat Budha di Bali melakukan upacara dengan nuansa ritual Agama Hindu.Sebelum pelaksanaan Puja Bhakti, umat Budha melaksanakan persembahyangan dengan  menghaturkan sesajian khas Hindu Bali, yang terdiri dari buah-buahan dan canang (tempat sesaji dari janur).Renungan detik-detik Waisak sendiri akan digelar di Vihara Amurva Bumi, Blahbatuh, Gianyar, Bali pada Selasa (17/5/2011) malam. Sesaji diletakan di hadapan Sang Budha, selanjutnya umat menggelar persembahyangan di hadapan Dewa Bumi. Setelah itu umat Budha juga dipercikan air suci sebagai simbol keselamatan.Tradisi Bali memang cukup kental dalam setiap tahapan prosesi perayaan.  Ruangan suci pagoda dan patung-patung suci lainnya, semua dipasangi canang sari.Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun, karena keberadaan Umat Bundha dan Hindu di Gianyar khususnya, sudah berdampingan sejak abad ke-10.Menurut Romo Pendeta Made Sanjaya, salah satu rohaniawan setempat,  pelaksanaan puncak Waisak akan berlangsung, nanti malam. Prosesinya dengan melantunkan lagu pujian Budhis dan pemanggilan dewa-dewa serta renungan dan permohonan kepada dewa-dewa.&amp;ldquo;Mencontoh perilaku sang Budha, yakni mengembangkan cinta-kasih dengan cara saling membantu sebagai simbol cinta-kasih dan  menghargai lingkungan serta instropeksi diri,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
