<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Mengapa Dalai Lama Sedih Osama Tewas</title><description>Mencintai musuh dan menjadikan sebagai guru itulah yang membuat Dalai  Lama bersedih ketika Osama bin Laden di bunuh pasukan Amerika.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/17/340/457970/alasan-mengapa-dalai-lama-sedih-osama-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/17/340/457970/alasan-mengapa-dalai-lama-sedih-osama-tewas"/><item><title>Alasan Mengapa Dalai Lama Sedih Osama Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/17/340/457970/alasan-mengapa-dalai-lama-sedih-osama-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/17/340/457970/alasan-mengapa-dalai-lama-sedih-osama-tewas</guid><pubDate>Selasa 17 Mei 2011 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/17/340/457970/fUjpmvpCVc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perayaan Waisak di Padang (Foto: Rus Akbar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/17/340/457970/fUjpmvpCVc.jpg</image><title>Perayaan Waisak di Padang (Foto: Rus Akbar/Okezone)</title></images><description>PADANG - &amp;ldquo;Musuh atau orang yang kita benci dia guru bagi kita,&amp;rdquo; itulah salah satu ajaran Buddha yang disampaikan Bikku Upasaka Pandita Shudharma SL yang menjabat Ketua P.D Majelis Buddahyana Indonesia, Sumatera Barat usai perayaan Waisak di Vihara Buddha Warman di jalan Muara Padang, Selasa (17/5/2011).&amp;ldquo;Sebagai umat Buddha haruslah mencintai semua makhluk yang ada di bumi ini, termasuk mencintai musuh. Mencintai musuh dan orang yang sangat kita benci itulah menjadi guru bagi kita,&amp;rdquo; katanya.Lanjut Shudarma, memang mengatakannya gampang tapi menerapkannya sangat sulit. &amp;ldquo;Kalau itu terjadi maka kedamaian di alam semesta akan terbentuk,&amp;rdquo; ujarnya.Mencintai musuh dan menjadikan sebagai guru itulah yang membuat Dalai Lama bersedih ketika Osama bin Laden di bunuh pasukan Amerika. &amp;ldquo;Bagi Dalai Lama, Osama bin Laden adalah gurunya,&amp;rdquo; katanya.Selain itu kemelut di Indonesia soal teror bom dan masalah politik, Sudharma meminta kepada semua elemen masyarakat secara pribadi untuk mengoreksi diri. &amp;ldquo;Jangan menyalahkan orang lain atau mencari masalah yang lain tapi yang dilakukan adalah mengoreksi diri,&amp;rdquo; ujarnya.Hari Raya Waisak 2555 yang diikuti ratusan umat Buddha sejak pagi tadi pada berakhir pada nanti sore, perayaan ini Waisak kali ini bertema &amp;ldquo;Semua yang terkondisi tidak abadi, dengan eling berjuanglah untuk pembebasan&amp;rdquo;. Di pimpin dua orang Bikku. Perayaan ini bermakna semua harta benda yang dicari tidak kekal.</description><content:encoded>PADANG - &amp;ldquo;Musuh atau orang yang kita benci dia guru bagi kita,&amp;rdquo; itulah salah satu ajaran Buddha yang disampaikan Bikku Upasaka Pandita Shudharma SL yang menjabat Ketua P.D Majelis Buddahyana Indonesia, Sumatera Barat usai perayaan Waisak di Vihara Buddha Warman di jalan Muara Padang, Selasa (17/5/2011).&amp;ldquo;Sebagai umat Buddha haruslah mencintai semua makhluk yang ada di bumi ini, termasuk mencintai musuh. Mencintai musuh dan orang yang sangat kita benci itulah menjadi guru bagi kita,&amp;rdquo; katanya.Lanjut Shudarma, memang mengatakannya gampang tapi menerapkannya sangat sulit. &amp;ldquo;Kalau itu terjadi maka kedamaian di alam semesta akan terbentuk,&amp;rdquo; ujarnya.Mencintai musuh dan menjadikan sebagai guru itulah yang membuat Dalai Lama bersedih ketika Osama bin Laden di bunuh pasukan Amerika. &amp;ldquo;Bagi Dalai Lama, Osama bin Laden adalah gurunya,&amp;rdquo; katanya.Selain itu kemelut di Indonesia soal teror bom dan masalah politik, Sudharma meminta kepada semua elemen masyarakat secara pribadi untuk mengoreksi diri. &amp;ldquo;Jangan menyalahkan orang lain atau mencari masalah yang lain tapi yang dilakukan adalah mengoreksi diri,&amp;rdquo; ujarnya.Hari Raya Waisak 2555 yang diikuti ratusan umat Buddha sejak pagi tadi pada berakhir pada nanti sore, perayaan ini Waisak kali ini bertema &amp;ldquo;Semua yang terkondisi tidak abadi, dengan eling berjuanglah untuk pembebasan&amp;rdquo;. Di pimpin dua orang Bikku. Perayaan ini bermakna semua harta benda yang dicari tidak kekal.</content:encoded></item></channel></rss>
