<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Posisi Mahasiwa Strategis Kawal Reformasi</title><description>Ketua Generasi Muda Amanat Reformasi(Gemar) Ahmad Nur Hidayat  mengatakan, gerakan mahasiswa sebagai anjing penjaga reformasi  sebenarnya memiliki posisi strategis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/21/339/459496/posisi-mahasiwa-strategis-kawal-reformasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/21/339/459496/posisi-mahasiwa-strategis-kawal-reformasi"/><item><title> Posisi Mahasiwa Strategis Kawal Reformasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/21/339/459496/posisi-mahasiwa-strategis-kawal-reformasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/21/339/459496/posisi-mahasiwa-strategis-kawal-reformasi</guid><pubDate>Sabtu 21 Mei 2011 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/21/339/459496/KKBTKDK9rn.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/21/339/459496/KKBTKDK9rn.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Ketua Generasi Muda Amanat Reformasi(Gemar) Ahmad Nur Hidayat mengatakan, gerakan mahasiswa sebagai anjing penjaga reformasi sebenarnya memiliki posisi strategis.&amp;ldquo;Sama strategisnya dengan peran media massa dalam mengawal agenda reformasi,&amp;rdquo; ujar Ahmad pada diskusi publik, Refleksi 13 Tahun Reformasi, di Gedung Joeang, Jakarta, Sabu (21/5/2011).&amp;nbsp;Dikatakan Ahmad, saat ini rakyat dalam kondisi terpecah tanpa kohesi dan saling menghancurkan. &amp;ldquo;Yang sengsara semakin sengsara tanpa ada pembelaan dari negara. Atas nama kepentingan rakyat, UUD 1945 dan Pancasila tidak lagi dijalankan secara konsekuen,&amp;rdquo; ujarnya.Saat ini, kata dia, amandemen UUD 1945 tidak lebih dari upaya menciptakan kekuasaan tanpa adanya kesejahteraan, keadilan, dan kebenaran bagi rakyat. &amp;ldquo;Akibat dari semua itu, negara cenderung menjadi alat kekuasaan dari pada menjadi negara hukum yang memberi keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya,&amp;rdquo; papar Ahmad.Dari sisi penegakan hukum, sambung dia, setali tiga uang. &quot;Tujuan reformasi di bidang hukum tidak ada yang tercapai,&amp;rdquo; ujarnya. Dia menambahkan, hukum di negeri ini pascareformasi, tidak lebih dari instrumen politik.</description><content:encoded>JAKARTA- Ketua Generasi Muda Amanat Reformasi(Gemar) Ahmad Nur Hidayat mengatakan, gerakan mahasiswa sebagai anjing penjaga reformasi sebenarnya memiliki posisi strategis.&amp;ldquo;Sama strategisnya dengan peran media massa dalam mengawal agenda reformasi,&amp;rdquo; ujar Ahmad pada diskusi publik, Refleksi 13 Tahun Reformasi, di Gedung Joeang, Jakarta, Sabu (21/5/2011).&amp;nbsp;Dikatakan Ahmad, saat ini rakyat dalam kondisi terpecah tanpa kohesi dan saling menghancurkan. &amp;ldquo;Yang sengsara semakin sengsara tanpa ada pembelaan dari negara. Atas nama kepentingan rakyat, UUD 1945 dan Pancasila tidak lagi dijalankan secara konsekuen,&amp;rdquo; ujarnya.Saat ini, kata dia, amandemen UUD 1945 tidak lebih dari upaya menciptakan kekuasaan tanpa adanya kesejahteraan, keadilan, dan kebenaran bagi rakyat. &amp;ldquo;Akibat dari semua itu, negara cenderung menjadi alat kekuasaan dari pada menjadi negara hukum yang memberi keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya,&amp;rdquo; papar Ahmad.Dari sisi penegakan hukum, sambung dia, setali tiga uang. &quot;Tujuan reformasi di bidang hukum tidak ada yang tercapai,&amp;rdquo; ujarnya. Dia menambahkan, hukum di negeri ini pascareformasi, tidak lebih dari instrumen politik.</content:encoded></item></channel></rss>
