<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Ulat Bulu Jumbo Serang Pohon Jambu Monyet</title><description>Ribuan Ulat bulu raksasa berwarna hitam kecoklatan, menyerang hampir 3  hektare tanaman jambu monyet di Desa Ngeposari, Kecamatan, Semanau,  Gunungkidul, Yogyakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/23/340/459835/ribuan-ulat-bulu-jumbo-serang-pohon-jambu-monyet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/23/340/459835/ribuan-ulat-bulu-jumbo-serang-pohon-jambu-monyet"/><item><title>Ribuan Ulat Bulu Jumbo Serang Pohon Jambu Monyet</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/23/340/459835/ribuan-ulat-bulu-jumbo-serang-pohon-jambu-monyet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/23/340/459835/ribuan-ulat-bulu-jumbo-serang-pohon-jambu-monyet</guid><pubDate>Senin 23 Mei 2011 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/23/340/459835/D62520u3CP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ulat bulu serang pohon jambu monyet di Gunungkidul. (Foto: Trijaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/23/340/459835/D62520u3CP.jpg</image><title>Ulat bulu serang pohon jambu monyet di Gunungkidul. (Foto: Trijaya)</title></images><description>GUNUNGKIDUL- Ribuan Ulat bulu raksasa berwarna hitam kecoklatan, menyerang hampir 3 hektare tanaman jambu monyet di Desa Ngeposari, Kecamatan, Semanau, Gunungkidul, Yogyakarta.Ulat bulu tersebut hinggap di sekira 1.000 tanaman jambu monyet kebun tersebut.Pantauan di lokasi, ribuan ulat bulu memakan dedaunan pohon jambu hingga habis. Banyak pohon jambu yang sudah tidak berdaun, ludes dimakan ulat bulu.Sastro (50), warga setempat, mengatakan sudah hampir sepekan ulat bulu menyerang tanaman jambu dan singkong di daerah itu.&quot;Ngeri, ulat bulu itu bentuknya lebih besar dari ulat bulu biasanya, bahkan kelihatan aneh,&amp;rdquo; ucap Sastro, Senin (23/5/2011).Hingga kini, ulat-ulat bulu tersebut masih dibiarkan, pasalnya warga takut membasminya. Sastro dan warga lain hanya pasrah menyaksikan tanaman mereka digerogoti ulat, bahkan serangga gatal itu dengan leluasa berkembang biak dengan cepat. &quot;Kami takut saja, kalau mau bunuh atau membakar,&quot; imbuhnya.Sementara warga lainnya, Warjito(45) yang rumahnya berjarak 50 meter dari lokasi, menyakatan saat pagi hari ulat dengan bulu lebat tersebut keluar dari persembunyian mereka dalam jumlah yang sangat banyak.&amp;ldquo;Kalau cuaca panas, ulat-ulat tersebut tidak banyak bergerak,&quot; tambah Warjito.Namun dia mengaku tidak takut bahkan memegang dan mengelus bulu-bulu ulat tersebut. Baginya ulat tersebut termasuk aneh. &quot;Bentuknya menyerupai ekor kambing, kalau saya bilang,&quot; sebutnya.Hingga saat ini belum ada penanganan dari dinas terkait. Namun warga menyatakan Senin sore nanti akan ada penyemprotan untuk membasmi ribuan ulat tersebut.</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL- Ribuan Ulat bulu raksasa berwarna hitam kecoklatan, menyerang hampir 3 hektare tanaman jambu monyet di Desa Ngeposari, Kecamatan, Semanau, Gunungkidul, Yogyakarta.Ulat bulu tersebut hinggap di sekira 1.000 tanaman jambu monyet kebun tersebut.Pantauan di lokasi, ribuan ulat bulu memakan dedaunan pohon jambu hingga habis. Banyak pohon jambu yang sudah tidak berdaun, ludes dimakan ulat bulu.Sastro (50), warga setempat, mengatakan sudah hampir sepekan ulat bulu menyerang tanaman jambu dan singkong di daerah itu.&quot;Ngeri, ulat bulu itu bentuknya lebih besar dari ulat bulu biasanya, bahkan kelihatan aneh,&amp;rdquo; ucap Sastro, Senin (23/5/2011).Hingga kini, ulat-ulat bulu tersebut masih dibiarkan, pasalnya warga takut membasminya. Sastro dan warga lain hanya pasrah menyaksikan tanaman mereka digerogoti ulat, bahkan serangga gatal itu dengan leluasa berkembang biak dengan cepat. &quot;Kami takut saja, kalau mau bunuh atau membakar,&quot; imbuhnya.Sementara warga lainnya, Warjito(45) yang rumahnya berjarak 50 meter dari lokasi, menyakatan saat pagi hari ulat dengan bulu lebat tersebut keluar dari persembunyian mereka dalam jumlah yang sangat banyak.&amp;ldquo;Kalau cuaca panas, ulat-ulat tersebut tidak banyak bergerak,&quot; tambah Warjito.Namun dia mengaku tidak takut bahkan memegang dan mengelus bulu-bulu ulat tersebut. Baginya ulat tersebut termasuk aneh. &quot;Bentuknya menyerupai ekor kambing, kalau saya bilang,&quot; sebutnya.Hingga saat ini belum ada penanganan dari dinas terkait. Namun warga menyatakan Senin sore nanti akan ada penyemprotan untuk membasmi ribuan ulat tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
