<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nazaruddin Serang Balik Andi &amp; Amir Syamsuddin</title><description>Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat resmi memberhentikan Muhammad  Nazaruddin sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Nazaruddin curiga  pemecatannya merupakan rekayasa yang dilakukan untuk menyingkirkan  dirinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/24/339/460279/nazaruddin-serang-balik-andi-amir-syamsuddin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/24/339/460279/nazaruddin-serang-balik-andi-amir-syamsuddin"/><item><title>Nazaruddin Serang Balik Andi &amp; Amir Syamsuddin</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/24/339/460279/nazaruddin-serang-balik-andi-amir-syamsuddin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/24/339/460279/nazaruddin-serang-balik-andi-amir-syamsuddin</guid><pubDate>Selasa 24 Mei 2011 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/24/339/460279/kOawWqBrfb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/24/339/460279/kOawWqBrfb.jpg</image><title>Dokumentasi Okezone</title></images><description>JAKARTA - Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat resmi memberhentikan Muhammad Nazaruddin sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Nazaruddin curiga pemecatannya merupakan rekayasa yang dilakukan untuk menyingkirkan dirinya.
&amp;nbsp;
Nazaruddin menyebut Sekretaris DK Demokrat ikut berperan merekayasa putusan pemecatannya. &quot;Kalau ada permainan, saya mencurigai Pak Amir melakukan rekayasa luar biasa. Apa dasarnya? Mana buktinya? Apa sudah fakta hukum? Kalau soal etika, Pak Amir lebih-lebih melanggar etika Demokrat,&quot; kata Nazaruddin dalam sambungan telepon dengan okezone, Selasa (24/5/2011).
&amp;nbsp;
Anggota Komisi VII DPR ini menyebut Amir memiliki rekam jejak negatif. &quot;Beliau pengacaranya koruptor BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, red). Ada Hakim Agung dilobi Amir atas nama Demokrat untuk kepentingan kliennya,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Selain Amir, Nazaruddin juga menuding keterlibatan Andi Malarangeng dalam keputusan DK Demokrat yang diumumkan tadi malam.
&amp;nbsp;
&quot;Ini jelas mengaburkan kasus Kemenpora. Tetapi kenapa dibuat isu-isu lain begini. Pak Andi saya rasa ikut terlibat,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, keputusan DK Demokrat tidak berdasar bukti kuat hanya sekadar asumsi dan tuduhan.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah ada belum kepastian hukum yang diterima, ini enggak bisa direkayasa, kalau masalah etika, etika mana yang dilanggar?&amp;rdquo; sesalnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat resmi memberhentikan Muhammad Nazaruddin sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Nazaruddin curiga pemecatannya merupakan rekayasa yang dilakukan untuk menyingkirkan dirinya.
&amp;nbsp;
Nazaruddin menyebut Sekretaris DK Demokrat ikut berperan merekayasa putusan pemecatannya. &quot;Kalau ada permainan, saya mencurigai Pak Amir melakukan rekayasa luar biasa. Apa dasarnya? Mana buktinya? Apa sudah fakta hukum? Kalau soal etika, Pak Amir lebih-lebih melanggar etika Demokrat,&quot; kata Nazaruddin dalam sambungan telepon dengan okezone, Selasa (24/5/2011).
&amp;nbsp;
Anggota Komisi VII DPR ini menyebut Amir memiliki rekam jejak negatif. &quot;Beliau pengacaranya koruptor BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, red). Ada Hakim Agung dilobi Amir atas nama Demokrat untuk kepentingan kliennya,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Selain Amir, Nazaruddin juga menuding keterlibatan Andi Malarangeng dalam keputusan DK Demokrat yang diumumkan tadi malam.
&amp;nbsp;
&quot;Ini jelas mengaburkan kasus Kemenpora. Tetapi kenapa dibuat isu-isu lain begini. Pak Andi saya rasa ikut terlibat,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, keputusan DK Demokrat tidak berdasar bukti kuat hanya sekadar asumsi dan tuduhan.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah ada belum kepastian hukum yang diterima, ini enggak bisa direkayasa, kalau masalah etika, etika mana yang dilanggar?&amp;rdquo; sesalnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
