<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Muka Baru&quot; DPR Serang Balik Marzuki Alie </title><description>Sejumlah Anggota DPR yang baru duduk di parlemen pada periode 2009-2014  menanggapi sinis pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie soal 70 persen muka  baru di DPR membawa petaka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461103/muka-baru-dpr-serang-balik-marzuki-alie</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461103/muka-baru-dpr-serang-balik-marzuki-alie"/><item><title>&quot;Muka Baru&quot; DPR Serang Balik Marzuki Alie </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461103/muka-baru-dpr-serang-balik-marzuki-alie</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461103/muka-baru-dpr-serang-balik-marzuki-alie</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2011 03:06 WIB</pubDate><dc:creator>Radi Saputro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/26/339/461103/LTwrOZmaTy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Marzuki Alie</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/26/339/461103/LTwrOZmaTy.jpg</image><title>Marzuki Alie</title></images><description>JAKARTA- Sejumlah Anggota DPR yang baru duduk di parlemen pada periode 2009-2014 menanggapi sinis pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie soal 70 persen muka baru di DPR membawa petaka.70 persen muka baru ini, dikatakan Marzuki, menjadi petaka lantaran tidak adanya pengkaderan yang baik dari partai politik dan tidak adanya support system dari Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil misalnya. Anggota Komisi III DPR ini merespon keras soal pernyataan Marzuki Alie tersebut. Dia justru menuding Marzuki Alie saat ini sudah gagal menjadi Ketua DPR.&amp;ldquo;Saya tidak setuju dengan penilaian Pak Marzuki. Kalau pun benar apa yang disampaikan seperti itu,tentu ini menunjukkan kegagalan dia (Marzuki) sebagai Ketua DPR. Selain sebagai Juru Bicara DPR, dia juga seharusnya bertanggungjawab meningkatkan kapasitas kelembagaan DPR,&amp;rdquo; tegas Nasir kepada Seputar Indonesia, Rabu (25/5/2011).Nasir menilai, Anggota DPR muda sebenarnya punya kemauan untuk melakukan perubahan. Namun, sambung dia, Anggota DPR memang selalu terkendala dengan sistem politik yang ada sekarang.Untuk itu, dia mengemukakan, jika DPR mau menjadi lembaga yang aspiratif, solutif dan inspiratif, maka Ketua DPR juga harus memiliki cerminan seperti itu. &amp;ldquo;Saya menyayangkan pernyataan Pak Marzuki tersebut. Seperti orang meludah ke atas,&amp;rdquo; tukasnya.Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Roy Suryo menyebutkan, sebenarnya pernyataan Marzuki perlu disikapi dengan legowo oleh semua pihak, terutama Anggota-anggota DPR muda yang mungkin merasa tersindir.Artinya, dia menyampaikan, hal ini justru perlu disikapi dengan instrospeksi diri sekaligus evaluasi kedepan. Dia juga menilai, kalimat yang dilontarkan Marzuki tidak seburuk yang dibayangkan.&amp;ldquo;Meski sebenarnya kalimat utuh dari beliau tidak se-simple yang dibayangkan, itu lebih ditujukan kepada kurangnya support system.Namun, kendati begitu ini tidak boleh dianggap sebagai sarana untuk menambah jumlah Tenaga Ahli (TA) setiap Anggota DPR. Karena DPR bukan tempat untuk belajar atau menampung kroni untuk dijadikan TA-nya,&amp;rdquo; paparnya.Pihaknya sendiri sebenarnya justru merasa sangat terbantu dengan pernyataan Marzuki Alie tersebut, Dia meminta Anggota DPR tidak merasa kecil hati apalagi marah. &amp;ldquo;Merkipun pernyataan tersebut rawan dipelintir, niat beliau (Marzuki) sebenarnya baik,&amp;rdquo; bela Roy.Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal mengungkapkan, dalam banyak hal pernyataan Marzuki Alie tersebut ada benarnya. Dia menilai saat ini kaderisasi parpol sangat amburadul.Hal ini terlihat dari pola rekrutmen parpol yang asal-asalan. Imbasnya banyak pihak yang skeptis terhadap kualitas kader parpol yang saat ini duduk di parlemen, terutama kader-kader muda. Namun terlepas dari itu, pernyataan Marzuki tetap disesalkan pihaknya.&quot;Tetap saja saya menyayangkan pernyataan Pak Marzuki yang seperti itu. Akan lebih elegan kalau menggunakan kosa kata yang lain dan tidak menggunakan kata 'sumber petaka',&quot; tandas AkbarSoal tidak berfungsinya supporting system yang ada di DPR, dirinya sepakat dengan Marzuki. Bahkan sudah hampir dua tahun dirinya berada di DPR, dirinya tidak merasa ada upaya pendukung dari Setjen DPR. &quot;Saya telah meminta reformasi di tubuh Setjen DPR. Saya samasekali tidak merasa terbantu oleh kinerja Setjen DPR,&quot; cetus Akbar.</description><content:encoded>JAKARTA- Sejumlah Anggota DPR yang baru duduk di parlemen pada periode 2009-2014 menanggapi sinis pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie soal 70 persen muka baru di DPR membawa petaka.70 persen muka baru ini, dikatakan Marzuki, menjadi petaka lantaran tidak adanya pengkaderan yang baik dari partai politik dan tidak adanya support system dari Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil misalnya. Anggota Komisi III DPR ini merespon keras soal pernyataan Marzuki Alie tersebut. Dia justru menuding Marzuki Alie saat ini sudah gagal menjadi Ketua DPR.&amp;ldquo;Saya tidak setuju dengan penilaian Pak Marzuki. Kalau pun benar apa yang disampaikan seperti itu,tentu ini menunjukkan kegagalan dia (Marzuki) sebagai Ketua DPR. Selain sebagai Juru Bicara DPR, dia juga seharusnya bertanggungjawab meningkatkan kapasitas kelembagaan DPR,&amp;rdquo; tegas Nasir kepada Seputar Indonesia, Rabu (25/5/2011).Nasir menilai, Anggota DPR muda sebenarnya punya kemauan untuk melakukan perubahan. Namun, sambung dia, Anggota DPR memang selalu terkendala dengan sistem politik yang ada sekarang.Untuk itu, dia mengemukakan, jika DPR mau menjadi lembaga yang aspiratif, solutif dan inspiratif, maka Ketua DPR juga harus memiliki cerminan seperti itu. &amp;ldquo;Saya menyayangkan pernyataan Pak Marzuki tersebut. Seperti orang meludah ke atas,&amp;rdquo; tukasnya.Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Roy Suryo menyebutkan, sebenarnya pernyataan Marzuki perlu disikapi dengan legowo oleh semua pihak, terutama Anggota-anggota DPR muda yang mungkin merasa tersindir.Artinya, dia menyampaikan, hal ini justru perlu disikapi dengan instrospeksi diri sekaligus evaluasi kedepan. Dia juga menilai, kalimat yang dilontarkan Marzuki tidak seburuk yang dibayangkan.&amp;ldquo;Meski sebenarnya kalimat utuh dari beliau tidak se-simple yang dibayangkan, itu lebih ditujukan kepada kurangnya support system.Namun, kendati begitu ini tidak boleh dianggap sebagai sarana untuk menambah jumlah Tenaga Ahli (TA) setiap Anggota DPR. Karena DPR bukan tempat untuk belajar atau menampung kroni untuk dijadikan TA-nya,&amp;rdquo; paparnya.Pihaknya sendiri sebenarnya justru merasa sangat terbantu dengan pernyataan Marzuki Alie tersebut, Dia meminta Anggota DPR tidak merasa kecil hati apalagi marah. &amp;ldquo;Merkipun pernyataan tersebut rawan dipelintir, niat beliau (Marzuki) sebenarnya baik,&amp;rdquo; bela Roy.Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal mengungkapkan, dalam banyak hal pernyataan Marzuki Alie tersebut ada benarnya. Dia menilai saat ini kaderisasi parpol sangat amburadul.Hal ini terlihat dari pola rekrutmen parpol yang asal-asalan. Imbasnya banyak pihak yang skeptis terhadap kualitas kader parpol yang saat ini duduk di parlemen, terutama kader-kader muda. Namun terlepas dari itu, pernyataan Marzuki tetap disesalkan pihaknya.&quot;Tetap saja saya menyayangkan pernyataan Pak Marzuki yang seperti itu. Akan lebih elegan kalau menggunakan kosa kata yang lain dan tidak menggunakan kata 'sumber petaka',&quot; tandas AkbarSoal tidak berfungsinya supporting system yang ada di DPR, dirinya sepakat dengan Marzuki. Bahkan sudah hampir dua tahun dirinya berada di DPR, dirinya tidak merasa ada upaya pendukung dari Setjen DPR. &quot;Saya telah meminta reformasi di tubuh Setjen DPR. Saya samasekali tidak merasa terbantu oleh kinerja Setjen DPR,&quot; cetus Akbar.</content:encoded></item></channel></rss>
