<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marzuki Minta Penegak Hukum Selidiki Dugaan Mark-up Gedung DPR</title><description>Dugaan penggelembungan muncul karena konsep dan desain gedung  berubah-ubah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461392/marzuki-minta-penegak-hukum-selidiki-dugaan-mark-up-gedung-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461392/marzuki-minta-penegak-hukum-selidiki-dugaan-mark-up-gedung-dpr"/><item><title>Marzuki Minta Penegak Hukum Selidiki Dugaan Mark-up Gedung DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461392/marzuki-minta-penegak-hukum-selidiki-dugaan-mark-up-gedung-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/26/339/461392/marzuki-minta-penegak-hukum-selidiki-dugaan-mark-up-gedung-dpr</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2011 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Radi Saputro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/26/339/461392/hCFMSsvvnz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maket gedung baru DPR</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/26/339/461392/hCFMSsvvnz.jpg</image><title>Maket gedung baru DPR</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie meminta lembaga hukum menyelidiki dugaan penggelembungan biaya pembangunan gedung baru DPR. Dugaan penggelembungan muncul karena konsep dan desain gedung berubah-ubah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya hanya menduga. Soal ada atau tidaknya mark-up oleh oknum yang ada di Tim Teknis Perencana pembangunan gedung baru DPR itu bisa diungkap oleh lembaga hukum, bukan DPR,&amp;rdquo; katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/5/2011).
&amp;nbsp;
Meski demikian, Marzuki menilai dugaan penggelembungan ini tidak relevan dibawa ke Rapat Paripurna DPR. Permasalahan tersebut cukup dibahas di tingkat Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) saja. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Jika dibawa ke forum Rapat Paripurna, hasilnya nanti malah akan sumir. Pasalnya, permasalahan tersebut masuk ke ranah hukum. Sedangkan DPR merupakan lembaga politik.
&amp;nbsp;
Marzuki bersikukuh masalah gedung merupakan tanggung jawab Tim Teknis Perencana yang terdiri dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, dan Konsultan.
&amp;nbsp;
Untuk domain Kementerian PU, Marzuki kembali mendesak Menteri PU Djoko Kirmanto untuk mengusut keberadaan dugaan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk domain DPR, saya akan memeriksa Setjen DPR, khususnya Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Setjen DPR. Namun, yang pasti ini tidak bisa dibawa ke Rapat Paripurna,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie meminta lembaga hukum menyelidiki dugaan penggelembungan biaya pembangunan gedung baru DPR. Dugaan penggelembungan muncul karena konsep dan desain gedung berubah-ubah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya hanya menduga. Soal ada atau tidaknya mark-up oleh oknum yang ada di Tim Teknis Perencana pembangunan gedung baru DPR itu bisa diungkap oleh lembaga hukum, bukan DPR,&amp;rdquo; katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/5/2011).
&amp;nbsp;
Meski demikian, Marzuki menilai dugaan penggelembungan ini tidak relevan dibawa ke Rapat Paripurna DPR. Permasalahan tersebut cukup dibahas di tingkat Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) saja. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Jika dibawa ke forum Rapat Paripurna, hasilnya nanti malah akan sumir. Pasalnya, permasalahan tersebut masuk ke ranah hukum. Sedangkan DPR merupakan lembaga politik.
&amp;nbsp;
Marzuki bersikukuh masalah gedung merupakan tanggung jawab Tim Teknis Perencana yang terdiri dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, dan Konsultan.
&amp;nbsp;
Untuk domain Kementerian PU, Marzuki kembali mendesak Menteri PU Djoko Kirmanto untuk mengusut keberadaan dugaan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk domain DPR, saya akan memeriksa Setjen DPR, khususnya Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Setjen DPR. Namun, yang pasti ini tidak bisa dibawa ke Rapat Paripurna,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
