<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sopir Truk Menjerit Minta Pungli Dihapus</title><description>Derita para sopir truk terus terjadi. Setelah dilarang melintas di  jalan tol dalam kota, mereka juga terus dihantui dengan praktik pungutan  liar yang dilakukan sejumlah pihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/27/338/461697/sopir-truk-menjerit-minta-pungli-dihapus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/05/27/338/461697/sopir-truk-menjerit-minta-pungli-dihapus"/><item><title>Sopir Truk Menjerit Minta Pungli Dihapus</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/05/27/338/461697/sopir-truk-menjerit-minta-pungli-dihapus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/05/27/338/461697/sopir-truk-menjerit-minta-pungli-dihapus</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2011 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/27/338/461697/uUOAuwB9Mn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/27/338/461697/uUOAuwB9Mn.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Derita para sopir truk terus terjadi. Setelah dilarang melintas di jalan tol dalam kota, mereka juga terus dihantui dengan praktik pungutan liar yang dilakukan sejumlah pihak.
&amp;nbsp;
Menurut aktivis dari Serikat Pekerta Transportasi Jalan Raya (SPTJR), Randika Putri, pungli saat ini sudah sangat banyak. Bahkan, jika truk hendak mengantarkan barang ke pelabuhan, sedikitnya para sopir harus berhadapat dengan empat kali praktik pungli.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jika kita dikasih uang jalan Rp150 ribu, Rp50 langsung dipotong kantor, kemudian dipungut pungli di pelabuhan Rp50 ribu, di jalan Rp10 ribu, dan saat bongkar muat diminta Rp30 ribu. Yang paling mahal kalau kontainer kita di posisi paling bawah,&amp;rdquo; tegas Randika dalam orasinya saat berunjuk rasa di depan Kantor Organda, Koja, Jakarta Utara, Jumat (27/5/2011).
&amp;nbsp;
Selain menuntut penghapusan pungli, para sopir truk tersebut juga menolak sistem outsorching yang selama ini diterapkan kantornya. Mereka ingin diangkat menjadi karyawan agar kehidupannya lebih terjamin.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami juga menolak larangan masuk jalan tol, karena kami jadi merugi. Kalau tuntutan kami tidak didengarkan, kami akan berdemo dengan membawa truk,&amp;rdquo; ancamnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Derita para sopir truk terus terjadi. Setelah dilarang melintas di jalan tol dalam kota, mereka juga terus dihantui dengan praktik pungutan liar yang dilakukan sejumlah pihak.
&amp;nbsp;
Menurut aktivis dari Serikat Pekerta Transportasi Jalan Raya (SPTJR), Randika Putri, pungli saat ini sudah sangat banyak. Bahkan, jika truk hendak mengantarkan barang ke pelabuhan, sedikitnya para sopir harus berhadapat dengan empat kali praktik pungli.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jika kita dikasih uang jalan Rp150 ribu, Rp50 langsung dipotong kantor, kemudian dipungut pungli di pelabuhan Rp50 ribu, di jalan Rp10 ribu, dan saat bongkar muat diminta Rp30 ribu. Yang paling mahal kalau kontainer kita di posisi paling bawah,&amp;rdquo; tegas Randika dalam orasinya saat berunjuk rasa di depan Kantor Organda, Koja, Jakarta Utara, Jumat (27/5/2011).
&amp;nbsp;
Selain menuntut penghapusan pungli, para sopir truk tersebut juga menolak sistem outsorching yang selama ini diterapkan kantornya. Mereka ingin diangkat menjadi karyawan agar kehidupannya lebih terjamin.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami juga menolak larangan masuk jalan tol, karena kami jadi merugi. Kalau tuntutan kami tidak didengarkan, kami akan berdemo dengan membawa truk,&amp;rdquo; ancamnya.</content:encoded></item></channel></rss>
