<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melinda Ditanggung Jamkesmas, Dora Bagaimana?</title><description>Dora bisa &quot;selamat&quot; ketika media massa ramai-ramai memberitakan kondisinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/09/338/466411/melinda-ditanggung-jamkesmas-dora-bagaimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/09/338/466411/melinda-ditanggung-jamkesmas-dora-bagaimana"/><item><title>Melinda Ditanggung Jamkesmas, Dora Bagaimana?</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/09/338/466411/melinda-ditanggung-jamkesmas-dora-bagaimana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/09/338/466411/melinda-ditanggung-jamkesmas-dora-bagaimana</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2011 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/09/338/466411/2OTlRqfZGl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Rus Akbar/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/09/338/466411/2OTlRqfZGl.jpg</image><title>Foto: Rus Akbar/okezone</title></images><description>JAKARTA - Bila Melinda Dee, tersangka kasus dugaan penggelapan dana nasabah Citibank, langsung dapat dana jaminan pengobatan, bagaimana dengan nasib Dora Indrianti?
&amp;nbsp;
Wanita berusia 25 tahun yang mengalami kelainan pada fungsi pembekuan darah itu, hingga kini masih terbaring di ruang rawat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
&amp;nbsp;
Dora bisa &quot;selamat&quot; ketika media massa ramai-ramai memberitakan kondisi penyakit warga Padang, Sumatera Barat, tersebut. Setelah berita penyakit aneh tersiar lewat media, barulah pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, beraksi.
&amp;nbsp;
Ini yang disesalkan banyak pihak. Pemerintah lamban merespons penyakit masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah.
&amp;nbsp;
&quot;Saya terkejut dan mestinya tidak pas kalau dana Jamkesmas yang mestinya untuk masyarakat kecil diperuntukan untuk operasi (Melinda) itu,&quot; kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Jakarta, Kamis (9/6/2011).
&amp;nbsp;
Priyo mengaku miris dengan informasi yang menyebut operasi radang payudara Melinda menggunakan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Apalagi status sosial Melinda yang notabene berasal dari kalangan atas.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan gunakan dana masyarakat kecil. Kita tahu Melinda diperiksa (status tersangka) yang tidak ada kaitan dengan kesehatan publik,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Politikus Partai Golkar ini kembali mengingatkan pemerintah agar memprioritaskan penanganan kesehatan warga kurang mampu. Priyo menambahkan, perlakuan berbeda ini terlihat jelas dalam kasus Dora.
&amp;nbsp;
&quot;Tak bisa dihindarkan, terlihat perlakuan terhadap Dora, orang kecil yang memperjuangkan sesuap nasi, diperlakukan berbeda. Tidak patut itu, warga miskin harus mendapat prioritas tinggi jangan kelihatan membeda-bedakan,&quot; kritik Priyo.
&amp;nbsp;
Dora diterbangkan ke Jakarta, pada Rabu 8 Juni setelah dirawat selama 15 hari di RSUP M Djamil, Padang. Masalah ekonomi membuat Dora menunda-nunda pengobatan penyakit yang dideritanya sejak 2009 lalu.
&amp;nbsp;
Selama ini Dora menghidupi dirinya dengan bekerja sampingan sebagai tukang ojek dan mengubah penampilannya seperti laki-laki.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Biaya pengobatan akan ditanggung Jamkesmas, tapi sampai kapan belum tahu karena tergantung diagnosis dokter, penyakit ini tidak bisa disembuhkan,&amp;rdquo; ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, kepada wartawan, kemarin.</description><content:encoded>JAKARTA - Bila Melinda Dee, tersangka kasus dugaan penggelapan dana nasabah Citibank, langsung dapat dana jaminan pengobatan, bagaimana dengan nasib Dora Indrianti?
&amp;nbsp;
Wanita berusia 25 tahun yang mengalami kelainan pada fungsi pembekuan darah itu, hingga kini masih terbaring di ruang rawat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
&amp;nbsp;
Dora bisa &quot;selamat&quot; ketika media massa ramai-ramai memberitakan kondisi penyakit warga Padang, Sumatera Barat, tersebut. Setelah berita penyakit aneh tersiar lewat media, barulah pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, beraksi.
&amp;nbsp;
Ini yang disesalkan banyak pihak. Pemerintah lamban merespons penyakit masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah.
&amp;nbsp;
&quot;Saya terkejut dan mestinya tidak pas kalau dana Jamkesmas yang mestinya untuk masyarakat kecil diperuntukan untuk operasi (Melinda) itu,&quot; kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Jakarta, Kamis (9/6/2011).
&amp;nbsp;
Priyo mengaku miris dengan informasi yang menyebut operasi radang payudara Melinda menggunakan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Apalagi status sosial Melinda yang notabene berasal dari kalangan atas.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan gunakan dana masyarakat kecil. Kita tahu Melinda diperiksa (status tersangka) yang tidak ada kaitan dengan kesehatan publik,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Politikus Partai Golkar ini kembali mengingatkan pemerintah agar memprioritaskan penanganan kesehatan warga kurang mampu. Priyo menambahkan, perlakuan berbeda ini terlihat jelas dalam kasus Dora.
&amp;nbsp;
&quot;Tak bisa dihindarkan, terlihat perlakuan terhadap Dora, orang kecil yang memperjuangkan sesuap nasi, diperlakukan berbeda. Tidak patut itu, warga miskin harus mendapat prioritas tinggi jangan kelihatan membeda-bedakan,&quot; kritik Priyo.
&amp;nbsp;
Dora diterbangkan ke Jakarta, pada Rabu 8 Juni setelah dirawat selama 15 hari di RSUP M Djamil, Padang. Masalah ekonomi membuat Dora menunda-nunda pengobatan penyakit yang dideritanya sejak 2009 lalu.
&amp;nbsp;
Selama ini Dora menghidupi dirinya dengan bekerja sampingan sebagai tukang ojek dan mengubah penampilannya seperti laki-laki.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Biaya pengobatan akan ditanggung Jamkesmas, tapi sampai kapan belum tahu karena tergantung diagnosis dokter, penyakit ini tidak bisa disembuhkan,&amp;rdquo; ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, kepada wartawan, kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
