<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> FPI Minta Bupati Karanganyar Cabut Pernyataan</title><description>Front Pembela Islam (FPI) wilayah Surakarta mendatangi sekolah Islam Al  Irsyad Al&amp;nbsp; Islamiyah di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/09/339/466115/fpi-minta-bupati-karanganyar-cabut-pernyataan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/09/339/466115/fpi-minta-bupati-karanganyar-cabut-pernyataan"/><item><title> FPI Minta Bupati Karanganyar Cabut Pernyataan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/09/339/466115/fpi-minta-bupati-karanganyar-cabut-pernyataan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/09/339/466115/fpi-minta-bupati-karanganyar-cabut-pernyataan</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2011 02:03 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/08/339/466115/2VwwoQl1gV.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/08/339/466115/2VwwoQl1gV.jpg</image><title></title></images><description>SURAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) wilayah Surakarta mendatangi sekolah Islam Al Irsyad Al&amp;nbsp; Islamiyah di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka menyampaikan dukungannya, serta berjanji akan membela dua sekolah, Al Irsyad dan SD IST Al Albani Matesih, yang terancam ditutup karena menolak melakukan penghormatan terhadap bendera Merah Putih. Pertemuan ini berlangsung di lantai dasar gedung sekolah, Rabu (8/6/2011) dan dihadiri oleh sejumlah guru dan Kepala Sekolah SMP Al Irsyad, Sutardi. Ketua Dewan Tanfidz FPI wilayah Surakarta, Choirul RS menyayangkan pernyataan Bupati Karanganyar Rina Iriani, yang menyebut kedua sekolah melakukan tindakan makar. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan tim khusus, yang akan mendampingi kedua sekolah. &quot;Kami telah menyiapkan tim bantuan hukum FPI (Tim BHF) yang berjumlah 19 orang. Salah satunya kandidat doktor hukum UNS,&quot; ujar Choirul. Tim ini akan mendampingi dalam proses hukum, apabila nanti kedua sekolah akan menuntut Bupati Rina. Selain itu, FPI juga memberikan warning kepada bupati untuk mencabut pernyataannya. Choirul menilai kedua sekolah tidak bisa disebut makar, hanya karena menolak menghormat bendera Merah Putih. Menurutnya, pernyataan bupati tersebut sangat luar biasa, karena diucapkan oleh seorang pemimpin daerah. &amp;ldquo;Kami memberikan waktu 3 kali 24 jam, untuk Rina agar segera mencabut pernyataannya. Apabila Rina tak melakukannya, maka kami akan mengambil tindakan,&amp;rdquo; tegasnya lagi.Setelah mengunjungi Al Irsyad, rencananya FPI akan bertemu dengan ketua yayasan yang mengelola SD IST Al Albani Matesih. Agendanya sama, yaitu memberikan dukungan moril, serta melakukan pembelaan.</description><content:encoded>SURAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) wilayah Surakarta mendatangi sekolah Islam Al Irsyad Al&amp;nbsp; Islamiyah di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka menyampaikan dukungannya, serta berjanji akan membela dua sekolah, Al Irsyad dan SD IST Al Albani Matesih, yang terancam ditutup karena menolak melakukan penghormatan terhadap bendera Merah Putih. Pertemuan ini berlangsung di lantai dasar gedung sekolah, Rabu (8/6/2011) dan dihadiri oleh sejumlah guru dan Kepala Sekolah SMP Al Irsyad, Sutardi. Ketua Dewan Tanfidz FPI wilayah Surakarta, Choirul RS menyayangkan pernyataan Bupati Karanganyar Rina Iriani, yang menyebut kedua sekolah melakukan tindakan makar. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan tim khusus, yang akan mendampingi kedua sekolah. &quot;Kami telah menyiapkan tim bantuan hukum FPI (Tim BHF) yang berjumlah 19 orang. Salah satunya kandidat doktor hukum UNS,&quot; ujar Choirul. Tim ini akan mendampingi dalam proses hukum, apabila nanti kedua sekolah akan menuntut Bupati Rina. Selain itu, FPI juga memberikan warning kepada bupati untuk mencabut pernyataannya. Choirul menilai kedua sekolah tidak bisa disebut makar, hanya karena menolak menghormat bendera Merah Putih. Menurutnya, pernyataan bupati tersebut sangat luar biasa, karena diucapkan oleh seorang pemimpin daerah. &amp;ldquo;Kami memberikan waktu 3 kali 24 jam, untuk Rina agar segera mencabut pernyataannya. Apabila Rina tak melakukannya, maka kami akan mengambil tindakan,&amp;rdquo; tegasnya lagi.Setelah mengunjungi Al Irsyad, rencananya FPI akan bertemu dengan ketua yayasan yang mengelola SD IST Al Albani Matesih. Agendanya sama, yaitu memberikan dukungan moril, serta melakukan pembelaan.</content:encoded></item></channel></rss>
