<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarian Gadis Tuna Rungu Memukau SBY</title><description>Tarian pendet klasik yang dibawakan 21 orang gadis tuna rungu SLB B  PTN Jimbaran di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali pada  Pesta Kesenian Bali ke-33 mampu memukau Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/10/340/467081/tarian-gadis-tuna-rungu-memukau-sby</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/10/340/467081/tarian-gadis-tuna-rungu-memukau-sby"/><item><title>Tarian Gadis Tuna Rungu Memukau SBY</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/10/340/467081/tarian-gadis-tuna-rungu-memukau-sby</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/10/340/467081/tarian-gadis-tuna-rungu-memukau-sby</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2011 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/10/340/467081/jCckJs1QKX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/10/340/467081/jCckJs1QKX.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</title></images><description>DENPASAR- Tarian pendet klasik yang diperagakan 21 orang gadis tuna rungu SLB B PTN Jimbaran di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-33 mampu memukau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Presiden SBY yang berpakaian adat didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, tak beranjak dari tempat duduk menyaksikan lemah gemulainya para penari tuna rungu.Diiringi alunan gamelan yang ditabuh&amp;nbsp; 25 orang penabuh tuna netra dari SLB Negeri A Dria Raba Denpasar, mereka mampu menarikan tari penyambutan klasik itu dengan sempurna. Beberapa kali Presiden SBY pun memberikan aplaus khusus kepada para penari gadis Bali itu.Tak banyak penonton yang tahu jika mereka adalah para gadis tuna rungu, jika saja tidak melihat kehadiran guru pembina yang terus memberikan isyarat kepada mereka di depan panggung.Terlebih mereka dengan lincah dan mampu menjaga harmonisasi mengiringi alun suara gamelan dengan penampilan cantik, anggun dan ekspresif layaknya penari normal.&quot;Ini ketiga kalinya anak-anak diberikan kepercayaan tampil pada pembukaan PKB yang disaksikan langsung Presiden SBY,&quot; kata Kepala SLB B PTN Jimbaran I Made Murdani, ditemui wartawan di Denpasar, Jumat (10/06/2011).&quot;Mereka sama sekali tidak menemui kendala selama latihan mengingat seluruh penari yang tampil di panggung PKB ini tergabung dalam kegiatan program pilihan tari di sekolah,&quot; katanya. Dia menambahkan, selama pementasan para penari itu selain menggunakan perasaan dari vibrasi getaran gamelan pada kaki, mereka juga dipandu guru tari dengan menggunakan kode-kode tertentu. Guna menyatukan gerakan, guru tari menciptakan kode sendiri yang mudah dipahami siswa. Dengan begitu, kata dia mereka mengetahui pasti kapan waktunya ngagel, nyeledet, ngegol maupun melakukan gerakan-gerakan lainnya.</description><content:encoded>DENPASAR- Tarian pendet klasik yang diperagakan 21 orang gadis tuna rungu SLB B PTN Jimbaran di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-33 mampu memukau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Presiden SBY yang berpakaian adat didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, tak beranjak dari tempat duduk menyaksikan lemah gemulainya para penari tuna rungu.Diiringi alunan gamelan yang ditabuh&amp;nbsp; 25 orang penabuh tuna netra dari SLB Negeri A Dria Raba Denpasar, mereka mampu menarikan tari penyambutan klasik itu dengan sempurna. Beberapa kali Presiden SBY pun memberikan aplaus khusus kepada para penari gadis Bali itu.Tak banyak penonton yang tahu jika mereka adalah para gadis tuna rungu, jika saja tidak melihat kehadiran guru pembina yang terus memberikan isyarat kepada mereka di depan panggung.Terlebih mereka dengan lincah dan mampu menjaga harmonisasi mengiringi alun suara gamelan dengan penampilan cantik, anggun dan ekspresif layaknya penari normal.&quot;Ini ketiga kalinya anak-anak diberikan kepercayaan tampil pada pembukaan PKB yang disaksikan langsung Presiden SBY,&quot; kata Kepala SLB B PTN Jimbaran I Made Murdani, ditemui wartawan di Denpasar, Jumat (10/06/2011).&quot;Mereka sama sekali tidak menemui kendala selama latihan mengingat seluruh penari yang tampil di panggung PKB ini tergabung dalam kegiatan program pilihan tari di sekolah,&quot; katanya. Dia menambahkan, selama pementasan para penari itu selain menggunakan perasaan dari vibrasi getaran gamelan pada kaki, mereka juga dipandu guru tari dengan menggunakan kode-kode tertentu. Guna menyatukan gerakan, guru tari menciptakan kode sendiri yang mudah dipahami siswa. Dengan begitu, kata dia mereka mengetahui pasti kapan waktunya ngagel, nyeledet, ngegol maupun melakukan gerakan-gerakan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
